-
-
Jujur...
Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”... -
Pemimpin
Seringkali terbukti bahwa tugas utama seorang pemimpin hanyalah bagaimana memilih orang yang tepat. Begitu berhasil memilih orang yang tepat seringkali tugas seorang pemimpin sudah selesai. Setidaknya sudah 80 persen selesai. Tapi begitu seorang pemimpin salah memilih orang, sang pemimpin tidak terbantu sama sekali, bahkan justru terbebani... -
Karena Ukuran Kita Tak Sama
seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi... -
Kemenangan..
Kemenangan sejati yang paling mendasar dan substansial adalah jika kebenaran tetap bersemayam di hati kita. Tidak terkontaminasi oleh racun-racun kehidupan, tidak tergoda oleh iming-iming apapun bentuknya, yang membuat hati kita diisi oleh nilai-nilai lain selain nilai kebenaran yang bersumber dari Allah SWT, ...
Tiap hari minum kopi, banyak orang yang mengkhawatirkan akan terkena stroke dan jantung akan rusak.
Namun, beberapa penelitian menunjukkan, minum kopi tidak memicu penyakit kronis. Bahkan, bisa mengurangi risiko diabetes melitus tipe 2 atau sakit gula, risiko terserang alzheimer, parkinson, dan kanker.
Salah satu laporan yang menyuguhkan antara minum kopi dan kesehatan dipublikasikan dari sebuah studi yang dilakukan di Harvard pada 2008. Studi yang meneliti data pada lebih dari 130.000 peserta dari Nurses’s Health Study dan dan Health Professionals Follow Up Study yang diikuti selama sekitar 20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang secara teratur mengkonsumsi hingga 6 cangkir kopi per hari (yang mengandung sekitar 100 mg kafein per 8 ons cangkir) tidak terkait dengan peningkatan kematian pada laki-laki atau perempuan.
Temuan ini menegaskan gambaran penelitian yang muncul beberapa tahun sebelumnya, kata Rob van Dam, Asisten Profesor di Departemen Gizi, Harvard School of Public Health, salah satu peneliti studi. “Untuk masyarakat umum, bukti menunjukkan, minum kopi tidak memiliki efek gangguan kesehatan,” tambahnya.
Sebuah penelitian dari German Institute of Human Nutrition Postdam Rehbruecke, sebagaimana ditulis health.detik.com (1/ 3/2012), menunjukkan, risiko terjangkit penyakit kronis pada penggemar kopi tidak berbeda dengan orang yang tidak suka kopi. Artinya, tidak ada peningkatan risiko hanya karena minum kopi.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap 42.000 orang dewasa di Jerman. Baik yang gemar minum kopi maupun yang tidak menyukainya sama sekali. Para partisipan diamati secara berkala tiap 2 atau 3 tahun, hingga jangka waktu pengamatan selama 9 tahun.
Hasil pengamatan menunjukkan, 871 dari 8.689 partisipan yang tidak pernah minum kopi tetap kena penyakit kronis seperti stroke dan serangan jantung. Perbandingannya tidak jauh berbeda dengan kelompok penggemar kopi, yakni 1.124 dari 12.137 orang kena penyakit kronis.
“Penelitian kami menegaskan, bahwa konsumsi kopi tidak berbahaya bagi orang dewasa sehat, dalam kaitannya dengan risiko timbulnya penyakit kronis,” kata Anna Floegel yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/3/2012).
Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada konferensi American Heart Association pada Maret 2010, menemukan, data dari 130.000 peserta program kesehatan, yang dilaporkan minum antara satu dan tiga cangkir kopi sehari memiliki risiko lebih rendah dibandingkan non-peminum, terlepas dari faktor risiko lainnya. Dilaporkan baru-baru ini, pada 2012, sebuah penelitian AS menemukan, bahwa minum kopi dalam jumlah sedang, juga dapat melindungi sedikit terhadap gagal jantung.
Bagi wanita, minum kopi bisa berarti risiko lebih rendah terkena stroke. Pada bulan Maret 2011, penelitian yang dipimpin Institut Karolinska di Stockholm, Swedia , yang diikuti lebih dari 30.000 wanita selama 10 tahun, menemukan, mereka yang minum lebih dari satu cangkir kopi per hari ternyata memiliki risiko 22 hingga 25% lebih rendah terkena stroke, dibandingkan non-peminum.
Malahan dalam penelitian itu, konsumsi kopi bisa memberikan manfaat kesehatan bagi orang yang tidak punya riwayat penyakit tertentu. Partisipan yang mengonsumsi 4 cangkir kopi tiap hari terbukti 32% lebih jarang kena diabetes melitus tipe 2.
Belum bisa dipastikan memang, bahwa kandungan kopi itu sendiri bisa mencegah penyakit diabetes mellitus tipe 2. Namun, sebagian ahli meyakini, beberapa senyawa dalam kopi bisa mempengaruhi sistem metabolisme di dalam tubuh manusia termasuk dalam mengolah gula.
Pada 2009, sebuah studi internasional yang dipimpin peneliti di Australia, meliputi hampir 458.000 orang, menemukan, untuk setiap cangkir kopi setiap hari ekstra dikonsumsi, terjadi penurunan 7% pada risiko mengalami diabetes tipe 2. Ada pengurangan serupa untuk minum teh dan kopi tanpa kafein. Namun, para peneliti memperingatkan, bahwa beberapa penelitian terakhir mereka, kecil dan kurang dapat diandalkan. Sehingga hubungan antara minum kopi berat dan penurunan risiko diabetes tipe 2 dapat dibesar-besarkan.
Pada Februari 2012, peneliti dari Mount Sinai School of Medicine yang melakukan studi pada tikus, menulis, bagaimana mereka menemukan kopi tanpa kafein dapat meningkatkan metabolisme energi otak energi yang berkaitan dengan diabetes tipe 2. Para peneliti ini mengatakan, temuan baru mereka adalah bukti, beberapa komponen non-kafein dalam kopi memberikan manfaat kesehatan pada tikus.
Pada tahun 2009, peneliti di Finlandia dan Swedia melaporkan sebuah studi yang diikuti lebih dari 1.400 orang selama 20 tahun, dan menemukan, mereka yang minum 3 sampai 5 cangkir kopi sehari (dalam tahun-tahun setengah baya mereka) memiliki kesempatan 65% lebih rendah terkena demensia dan penyakit Alzheimer dibandingkan dengan mereka yang dilaporkan tidak minum kopi sama sekali atau hanya sesekali.
Seorang peneliti lain, Chuanhai Cao, ilmuwan neuro pada USF College of Pharmacy dan USF Health Byrd Alzheimer’s Institute, pada Juni lalu menuliskan, “Kami tidak mengatakan, konsumsi kopi moderat akan benar-benar melindungi orang dari penyakit Alzheimer. Namun, kami sangat yakin, konsumsi kopi moderat lumayan dapat mengurangi risiko Alzheimer atau menunda onset.
Dari Milan, Vienna hingga Chile... Mereka Semua Peduli Gaza
Diposting oleh
cahAngon
on 18 November 2012
, in
4falestin
Sampai saat ini (18/11) empat hari kebiadaban
Israel ke Gaza telah menyebabkan 39 warga gugur. Serangan tersebut
dilaporkan akan terus berlanjut hingga waktu yang belum ditentukan.
Melihat kesewenang-wenangan Israel itu, aksi massa mengecam Israel
dilakukan. Bukan hanya di negara-negara Islam, aksi-aksi kepedulian Gaza
secara masif terjadi di penjuru dunia...
Foto-foto ini menggambarkan kepedulian mereka...
Milan , Italy 16-11-2012
Chile , 17-11-2012
| In front of the Israeli Embassy
Dublin , Ireland 17-11-2012
In Solidarity with Gaza
Victoria Canada 17-11-2012
Protest against the Israeli bombardment of Gaza
Vienna , Austria 16/11/2012
Demonstration in solidarity with Gaza
Athens, Yunani 16/11/2012
Israeli Embassy
Auckland , New Zeland 17-11-2012
Palestinian flag flying from US consulate in Auckland, NZ
Napoli , Italy 16-11-2012
With Love
Amsterdam, Netherland 17-11-2012
STOP DE AANVAL OP GAZA!
Korea for Gaza 17-11-2012
Indonesia For GAZA
Jakarta 18-11-2012
*sumber: http://www.facebook.com/Artofresistance2012
Khalid Misy’al, Ketua Biro Politik Gerakan Hamas mengatakan bahwa
Asy-Syahid Ahmad Al-Ja’bari bukan hanya pemimpin di Hamas dan Al-Qassam
saja, akan tetapi ia adalah salah satu tokoh umat yang agung. Ia telah
meninggalkan jasa besar sebelum kepergiannya. Siapa saja yang bertemu
dengannya akan merasakan bahwa ia adalah pahlawan sejati. Ia hidup
sebagai pahlawan dan syahid sebagai pahlawan juga. Ia orang yang cerdas,
sastrawan, kuat kemauan, tangguh, dan pantang menyerah. Jeruji besi
Israel tidak membuatnya jera bahkan ia mempersembahkan nyawa dan
kesungguhan bagi Palestina.
Beliau menyampaikan itu pada saat acara Muktamar Harakah Islam Sudan di
Khourtum (15/11), bahwa Al-Ja’bari telah menuju Allah sebagai syahid dan
telah menyirami bumi dengan kemuliaan dan izzah, sedangkan kalian wahai
zionis pasti akan hengkang dari bumi kami biidznillah.
Misy’al menyebutkan bahwa masa hegemoni zionis telah lenyap dengan
datangnya “Musim Semi Dunia Arab” yang diperlihatkan oleh wilayah Arab
dengan berbagai perubahan. Beliau mengajak para pemimpin dunia Arab dan
dunia Islam untuk mengangkat kepalanya dan untuk melupakan lembaran
hitam masa lalu untuk selanjutnya memandang masa datang bersama umat
kita dalam menghadapi proyek zionis di bumi Palestina.
Misy’al meledek zionis yang mengaku berhak atas bumi Palestina, beliau
menegaskan bahwa zionis bukanlah bagian dari umat, akan tetapi zionis
adalah perampas dan perampas selamanya tidak akan dibiarkan oleh siapa
saja yang merdeka.
Misy’al membantah apa yang selalu dikatakan penguasa Israel bahwa mereka
akan mengakhiri perlawanan, ia menegaskan tidak mungkin perlawanan
dipadamkan karena rakyat kami, merekalah laki-laki, perempuan dan
anak-anak yang tergerakkan mengadakan perlawanan, dan bersama mereka
umat kita yang agung. Dan Hamas akan terus menepati janjinya terhadap
darah para syuhada.
Misy’al menyampaikan pesan para syuhada kepada rakyat Gaza agar tegar
dan tsabat dalam melawan musuh zionis yang bringas. Beliau mengatakan:
“Wahai keluarga kami di Gaza, kalian adalah pejuang sejati, berjuanglah
layaknya pahlawan. Kalian telah menorehkan sejarah emas ketika kalian
tegar dalam 'perang furqan' lalu.” Beliau menghimbau pejuang perlawanan
untuk menyusun perang dengan zionis dengan “Akal Cerdas dan Hati
Pemberani.” [al-ikhwan.net]
![]() |
| Rakyat Palestina membawa tubuh komandan militer Hamas Asy-Syahid Ahmad al-Ja'bari, yg syahid dirudal Israel (14/11), saat pemakaman di Kota Gaza, Kamis 15/11 (Foto: AP) |
Ratusan Ribu Muslimin Gaza, Antar pemakaman Al-Ja'bari
Lebih dari seratus ribu masa
mengantarkan jenazah pemimpin tertinggi brigade Izzuddin Al-Qassam
Asy-Syahid Ahmad Al-Ja'bari ke pemakaman. Iring-iringan pengantar
jenazah mencapai 2 km dengan memenuhi 2 jalan selebar 16 meter. Jenazah
yang dishalatkan dan dipimpin oleh Dr. Abdurrahman Jamal tersebut juga
dihadiri oleh puluhan ribu pelayat di masjid Umari al Kabir, saha Gaza
city. Hadir dalam kesempatan ini beberapa petinggi hamas termasuk Mushir
Al-Mashri.
Al Mashri mengucapkan selamat kepada keluarga atas syahidnya Ahmad
Al-Ja'bari, dan menegaskan bahwa israel salah jika dengan kematian
al-Ja'bari akan melemahkan Hamas, namun sebaliknya gugurnya Asy Syhaid
Ahmad Al-Ja'bari akan semakin membangkitkan semangat para pejuang.
Lebih lanjut Mushir al Mashri menyatakan bahwa brigade Izzuddin al
Qassam telah menyiapkan berbagai kejuatan jika israel tetap bersikeras
mengadakan invasi.
Gaza siapkan Al-Rijal, yg menjual diri kepada ALLAH
Sementara itu dari pantauan koresponden mina lewat radio al-Aqsha,
brigade Izzudin Al-Qassam memberikan 4 pilihan kepada israel jika mereka
tetap akan memaksa masuk ke Gaza. Pilihan pertama mereka harus menarik
mundur pasukannya, kedua, jika mereka tetap masuk para tentara israel
akan dijadikan tawanan oleh para pejuang, ketiga jika masih tetap masuk
juga meraka akan membinasakan setiap tentara israel, dan keempat akan
memberikan kerugian yang besar terhadap israel. Karena Gaza sudah
menyiapkan "Al-Rijal" yang telah menjual dirinya kepada ALLAH subhanahu
wa ta'ala.
Lebih lanjut Radio Al-Aqsa memberitakan 2 roket pada operasi "Hajar
Sijjil" berhasil mencapai tel aviv roket pertama ditembakkan rabu malam
waktu setempat sejauh 65 km, sedangkan roket kedua berhasil mencapai tel
aviv sejauh 75 km. Dari media-media israel juga diberitakan sekitar 1
juta warga israel mengalami ketakutan dan bersembunyi dibawah basement.
[Sinai Mesir]
Islamedia - Sangat banyak alasan bagi suami dan isteri
untuk terus berkonflik. Mereka berasal dari tradisi keluarga yang
berbeda, mereka memiliki kebiasaan, pemikiran, kesenangan, perasaan yang
tidak sama. Bahkan sering dikatakan, planet asal merekapun berbeda.
Yang satu dari Mars, satu lagi dari Venus. Jika setiap satu perbedaan
memunculkan satu konflik, maka setiap hari mereka akan selalu berada
dalam ketegangan situasi yang tidak produktif.
Kenyataan yang kita lihat dalam kehidupan
rumah tangga, memang selalu ada konflik dengan segala tingkatannya.
Tidak ada keluarga tanpa konflik, yang membedakan adalah cara mereka
menikmati, mengelola dan keluar dari konflik tersebut. Dengan demikian,
tidak perlu berlebihan dalam memandang terjadinya konflik. Justru yang
perlu diperhatikan adalah bagaimana mengubah konflik menjadi cinta yang
menyala dalam keluarga.
Tiga Tingkat Konflik
Konflik tidaklah terjadi secara tiba-tiba,
namun ada proses dan tingkatannya. Secara teoritis, konflik terjadi
dalam tiga tingkatan.
Tingkatan pertama adalah the unvisible conflict. Konflik
yang terjadi pada tingkatan ini masih ada di batin atau perasaan. Ada
beberapa ketidakcocokan antara suami dengan isteri, tetapi
ketidakcocokan itu tidak tampak atau tidak muncul dalam ucapan, sikap,
dan tindakan. Ini adalah sebentuk ketidaknyamanan hubungan yang tidak
diekspresikan, namun lebih banyak dipendam dalam hati dan pikiran. Suami
dan isteri sama-sama merasakan ada sesuatu yang mengganjal, namun tidak
diungkapkan.
Tingkatan kedua adalah the perceived / experienced conflict. Konflik
yang terjadi pada tingkatan ini sudah sama-sama diketahui, dialami atau
sudah tampak di permukaan. Suami dan isteri sudah sama-sama mengalami
perbedaan yang muncul dalam bentuk percekcokan, pertengkaran atau
perlawanan. Pemicu konflik bisa jadi karena perbedaan pendapat antara
suami dan isteri, perbedaan harapan, keinginan, atau karena adanya
tindakan yang tidak menyenangkan. Konflik bisa terjadi dalam bentuk
kalimat yang diucapkan atau sikap yang ditampakkan.
Tingkatan ketiga adalah the fighting. Pada
tingkatan ini, konflik sudah berubah menjadi tindakan fisik, seperti
pukulan, tendangan, tamparan, atau tindakan lain yang bersifat fisik.
Menurut kamus, fighting adalah melawan orang lain dengan pukulan atau senjata (blow or weapon).
Dalam kehidupan rumah tangga, banyak terjadi pertengkaran suami dan
isteri yang melibatkan aktivitas fisik dan “senjata”, seperti
menggunakan alat pemukul, memecah piring, melempar gelas, merusak
perabotan rumah tangga, dan lain sebagainya.
Memahami tingkatan konflik ini akan sangat
membantu bagi suami dan isteri untuk bisa menentukan sikap yang tepat
pada saat menghadapinya. Hendaknya suami dan isteri tidak membiarkan
konflik berkembang dari tingkatan pertama menuju tingkatan kedua dan
ketiga. Deteksi dini adanya konflik di tingkatan pertama sangat
diperlukan agar bisa segera mencari jalan keluar dan tidak membiarkannya
berlarut-larut atau berlama-lama.
Keluar di Tingkat Pertama
Saat suami dan isteri mulai merasakan
ketegangan hubungan, sesungguhnya tanda-tandanya sangat banyak dan mudah
dikenali. Misalnya komunikasi tidak lancar. Isteri tidak bisa atau
tidak berani berbicara dengan suami. Takut menyinggung, takut dimarahi,
takut tidak ditanggapi. Suami tidak nyaman berbicara dengan isteri.
Takut tidak nyambung, takut salah paham, takut direspon dengan
berlebihan. Akhirnya saling memilih untuk diam, namun memendam perasaan
yang tidak nyaman.
Bisa juga suami dan isteri berada dalam
suasana sensitif yang berlebihan. Kata-kata kecil yang diucapkan suami
atau isteri, mudah memunculkan emosi dan kemarahan pasangan, walaupun
tidak diekspresikan. Komunikasi sering tidak nyaman, karena mudah salah
paham dan berlebihan memahami kalimat yang diucapkan pasangan.
Seakan-akan pasangan tengah menyindir atau mengejek dirinya.
Inilah gejala suami dan isteri sudah memasuki
gelanggang konflik pada tingkat yang pertama. Ada suasana tidak nyaman,
suasana ketidakcocokan antara suami dan isteri, namun hanya dipendam di
dalam hati. Tidak ditampakkan, tidak diekspresikan. Masing-masih
memendam rasa yang tidak mengenakkan kepada pasangan.
Jika gejala konflik tingkat pertama ini sudah
dirasakan, segeralah mencari jalan keluar. Jangan biarkan perasaan
tidak nyaman kepada pasangan ini bercokol dan bertahan berlama-lama
dalam jiwa. Itu akan sangat menyakitkan dan menyiksa hati serta
perasaan. Bahkan dikhawatirkan lama-lama akan menggerogoti cinta yang
sudah ditanam dalam dada. Segeralah keluar dari zona tidak nyaman ini,
agar tidak membahayakan keharmonisan hubungan anda bersama pasangan
tercinta.
Cari waktu dan suasana yang tepat. Ajak
pasangan anda berbicara, dalam suasana jiwa yang bening, pikiran yang
jernih dan hati yang tidak diliputi emosi. Sampaikan permintaan maaf
anda kepada pasangan, karena menyimpan perasaan yang tidak nyaman
kepadanya. Jika perasaan itu berupa praduga tertentu kepada pasangan,
konfirmasikan hal itu kepadanya. Ingat, jangan menyalahkan pasangan.
Obrolan ini hanyalah untuk menyalurkan ganjalan yang selama ini
mengendap di hati. Bukan forum untuk menghakimi, atau saling menyalahkan
di antara suami dan isteri.
Bahkan lebih bagus lagi jika menggunakan
canda agar suasana lebih cair dan nyaman bagi semua. Ada banyak kelucuan
yang selama ini disimpan dalam kehidupan berumah tangga, yang bisa
diungkapkan agar suasana menjadi santai dan tidak tegang. Dalam
kenyamanan suasana, saling tertawa, saling menampakkan canda,
perlahan-lahan kebekuan hubungan akan tercairkan. Berbagai hal yang
mengganjal bisa dikeluarkan dan disalurkan, sehingga hati tidak lagi
menyimpan sesuatu yang mengganjal dan tidak mengenakkan dari pasangan.
Jangan biarkan konflik tahap pertama ini
berkembang dalam jiwa, karena lama-lama akan meningkat menuju konflik
tahap kedua dan ketiga, yang akan semakin sulit untuk menyelesaikannya.
Mumpung belum membesar, mumpung belum terlanjur, segera keluar pada
tahap pertama ini.
Selamat beraktivitas. Selamat menikmati cinta.
Cahyadi Takariawan
Korupsi di Jabar Bukan Terjadi di Pemprov, Tapi Ternyata... Anda Akan Kaget
Diposting oleh
cahAngon
, in
JABAR FORWARD
Korupsi di Jabar Bukan Terjadi di Pemprov
Bandung - Kepala Biro Humas, Protokol, dan Umum Pemprov Jabar
Ruddy Gandakusumah memastikan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf lebih
banyak menorehkan prestasi.
Sementara isu korupsi yang dihembuskan tidak beralasan karena tidak pernah terbukti.
"Pemprov Jabar justru dapat predikat laporan keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Kalau ada kasus-kasus korupsi di wilayah Jabar dalam arti di kabupaten kota atau instansi vertikal atau BUMN itu di luar wewenang gubernur dan wakil gubernur," kata Ruddy kepada wartawan di Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (12/11/2012).
Upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi oleh pasangan Hade, kata Ruddy, tidak hanya berhenti di situ. Pada 29 Maret 2012, Gubernur Ahmad Heryawan melakukan penandatanganan Pakta Integritas bersama Bupati/Wali Kota sebagai wujud komitmen pencegahan dan pemberantasan korupsi, serta pada 4-5 Oktober 2012 melakukan pencanangan Jawa Barat sebagai wilayah bebas korupsi.
"Jadi soal penelitian ICW yang menyebut Jawa Barat sebagai provinsi terkorup kelima dengan 14 kasus, jumlah tersebut disumbang justru oleh kabupaten kota. Dan kepala daerah yang harus bertanggung jawab telah diproses secara hukum tanpa dihalang-halangi oleh Pemprov Jawa Barat," tandasnya. [ito]
Sementara isu korupsi yang dihembuskan tidak beralasan karena tidak pernah terbukti.
"Pemprov Jabar justru dapat predikat laporan keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Kalau ada kasus-kasus korupsi di wilayah Jabar dalam arti di kabupaten kota atau instansi vertikal atau BUMN itu di luar wewenang gubernur dan wakil gubernur," kata Ruddy kepada wartawan di Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (12/11/2012).
Upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi oleh pasangan Hade, kata Ruddy, tidak hanya berhenti di situ. Pada 29 Maret 2012, Gubernur Ahmad Heryawan melakukan penandatanganan Pakta Integritas bersama Bupati/Wali Kota sebagai wujud komitmen pencegahan dan pemberantasan korupsi, serta pada 4-5 Oktober 2012 melakukan pencanangan Jawa Barat sebagai wilayah bebas korupsi.
"Jadi soal penelitian ICW yang menyebut Jawa Barat sebagai provinsi terkorup kelima dengan 14 kasus, jumlah tersebut disumbang justru oleh kabupaten kota. Dan kepala daerah yang harus bertanggung jawab telah diproses secara hukum tanpa dihalang-halangi oleh Pemprov Jawa Barat," tandasnya. [ito]
*http://www.inilahkoran.com/read/detail/1925715/korupsi-di-jabar-bukan-terjadi-di-pemprov
Catatan:
Diantara Kepala Daerah yang terjerat kasus korupsi dan sudah ditahan KPK
serta diadili adalah Walikota Bekasi Mochtar Mohammad (PDIP) dan
Bupati Subang Eep Hidayat (yang juga Ketua DPC PDIP Subang).
Republika
menulis: Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan kasasi jaksa KPK atas
kasus korupsi Mochtar Mohamad. Politikus PDIP itu divonis bersalah dan
dijatuhi hukuman penjara selama enam tahun dan denda Rp 300 juta serta
uang pengganti Rp 639 juta.
Pengadilan tingkat kasasi menyatakan Mochtar bersalah melakukan beberapa
tindak pidana korupsi. Tindak pidananya, antara lain menyuap anggota
DPRD Bekasi sebesar Rp 1,6 miliar.
Wali Kota Bekasi dan Bupati Subang Resmi Dipecat
[10 April 2012] - Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad dan Bupati Subang Eep Hidayat resmi dipecat dari jabatannya, setelah KPK resmi menetapkan tersangka kasus korupsi.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan telah mengusulkan pemecatan tersebut berdasarkan surat pemberhentian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kepala Biro Humas Protokol dan Umum Ruddy Gandakusumah mengatakan, hari ini Mendagri telah mengeluarkan SK pemberhentian bagi kedua pejabat yang kini meringkuk di Lapas Sukamiskin Bandung tersebut.
Rencananya Pemprov Jabar akan mengambil SK tersebut ke Jakarta, Selasa 10 April, hari ini. Selain itu, pada 30 Maret lalu Pemprov Jabar menerima radiogram dari Mendagri No T.131.32/1960/otda.
"Isi radiogram tersebut meminta gubernur supaya segera mengusulkan pemberhentian kedua pejabat tersebut," kata Ruddy, di Bandung, Senin (9/4/2012).
Radiogram, sambungnya, ditindaklanjuti Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dengan mengirimkan surat No 131/1761/Pem Um pada 5 April 2012 yang isinya mengusulkan pemberhentian dua pejabat tersebut.
Menurutnya, dengan akan diambilnya SK dari Mendagri, maka dua pejabat itu resmi dipecat dari jabatannya.
"Setelah menerima SK Mendagri akan diserahkan ke Dirjen. Selanjutnya gubernur mengundang PLT bupati dan unsur pimpinan daerah serta KPU untuk menyerahkan SK pemberhentian,” paparnya.
Selanjutnya DPRD Subang akan mengadakan rapat Paripurna untuk penggantian bupati/walikota sesuai pasal 131 PP 6/2005. Kata Ruddy, dua pejabat itu akan diganti wakil bupati atau wakil wali kota.
*http://news.okezone.com/read/2012/04/10/339/608479/wali-kota-bekasi-dan-bupati-subang-resmi-dipecat
Jangan Sebut Lagi Muslim Papua, Tapi Muslim Nuu Waar
Diposting oleh
cahAngon
on 12 November 2012
, in
Tsaqofah
Jangan Sebut Lagi Muslim Papua, Tapi Muslim Nuu Waar
Nuuwar – Jangan pernah menyebut saudara muslim yang berada di Indonesia paling timur ini dengan dengan sebutan orang Papua.Karena Papua berkonotasi pelecehan dan merendahkan martabat terhadap mereka. Mereka lebih suka disebut Irian atau Nuu Waar. Maka sebut saja Nuu Waar, yang bermakna cahaya yang menyimpan rahasia alam.
Perlu diketahui, Tanah Papua mempunyai banyak nama. Pedagang dan pelaut Cina menyebutnya “Tangki” atau “Janggi”. Konon nama Janggi sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Sriwijaya.
Pada masa Kerajaan Sriwijaya abad ke VIII pengaruh kekuasaannya telah sampai ke sana baik langsung atau tidak. Hal itu terbukti dengan terdapatnya burung Cendrawasih yang dibawa oleh para utusan Sriwijaya sebagai hadiah dan pemberian kepada kaisar Cina yang berkunjung ke sana.
Sementara itu orang Ternate, Tidore dan daerah Maluku sekitarnya menyebut dengan “Papua”.
Sedangkan orang-orang Eropa yang datang ke sana juga memberinya beberapa nama untuk Papua, seperti Nova Guinea (Spanyol), Nueva Guinea, Nuinea Guenea, Nieuw Guinea (Belanda 1962) atau Nieuw Guinee.
Sebutan-sebutan itu lantaran banyaknya kesamaan yang ada antara Papua dengan daerah Guinea di pantai barat Afrika, baik penduduk yang mendiaminya, maupun tanah dan flora yang dimilikinya.
Orang Spanyol yang pertama kali mendarat di Papua adalah Alvaro da Saavedra pada tahun 1522. Namun pada saat itu belum ada kontak dengan penduduk asli.
Pada 20 Juni 1545 Kapal San Juan berlabuh di Muara Amberamo. Pimpinan rombongan ini, Ynigo Ortiz de Rottes mengadakan upacara dan mengatakan pulau ini milik raja Spanyol.
Ortiz memberi nama pulau ini dengan Nuinea Guinea (Gunea Baru) karena persamaan kondisi pantai dan penduduk setempat dengan penduduk Guenea di Afrika Barat. Sedangkan istilah “Isla de Oro” adalah sebutan Papua yang diberikan oleh bangsa Portugis.
Nama Irian Barat sempat dipergunakan pemerintah Indonesia pada 1 Maret 1963 untuk selanjutnya mulai 3 Mei 1973 diganti dengan nama Irian Jaya (PP No. 5/1973). Namun, sejak pemerintahan KH. Abdurrahman Wahid nama Irian Jaya diganti dengan Papua.
Menurut Drs. Kasibi Suwiryadi dalam makalah seminar “Sejarah Islam & Masa Depannya di Irian Jaya”, kata “Irian” berasal dari bahasa setempat yakni “Irian” yang berarti tanah yang panas – dalam bahasa Biak.
Iri = tanah; an= panas. Dalam bahasa Serui, kata “Irian” berarti tanah air. Iri=tiang pokok; an= bangsa. Sebutan lain yang merubah nama Irian Jaya sekarang adalah Papua.
Nama ini lebih tua dari sebutan New Guinea. Nama ini pertama kali dipakai oleh seorang pelaut Portugis yang bernama Antonio D’Abreu yang telah mengunjungi pantai utara Papua pada tahun 1551.
Nama ini juga dipakai oleh pelaut Spanyol yang terkenal yaitu Antonio Pigafetta. Nama Papua berasal dari bahasa daerah setempat, yakni “Pua-pua” yang berarti keriting. Sebagian penduduk setempat merasa tidak cocok dengan sebutan itu karena dianggap sebagai bentuk pelecehan dan merendahkan martabat terhadap mereka.
Banyaknya nama tersebut menunjukkan bahwa banyak pihak yang memiliki kepentingan di kawasan tersebut.
Bukan hanya kerajaan-kerajaan di dalam negeri, melainkan juga bangsa-bangsa mancanegara seperti Spanyol, Portugis, Jerman, Belanda dan Perancis berdatangan ke Papua sejak abad pertengahan.
Inggris, Australia, dan Amerika pun berupaya ingin menguasainya. Banyak nama-nama tempat yang mengingatkan atas kehadiran mereka. Misalnya Selat Torres (Spanyol), Tanjung d’Urville (Perancis), Teluk Humboldt (Jerman) dan lain-lain.
Ada nama lain dari Irian atau Papua yang selama ini jarang disebut-sebut, yakni Nuu Waar. Kenapa disebut Nuuwar?
Umat Islam di Kabupaten Kaimana berkeyakinan, tempat inilah (bumi Papua) proses kejadian manusia pertama diciptakan. Dan ditempat ini pula awal manusia beretebaran ke seluruh negeri.
Ini dibuktikan, ketika mendengar senandung (nyanyian) yang dilantunkan orang-orang tua terdahulu dalam mengisahkan perjalanan hidup nenek moyangnya. Begini senandungnya:
“Nuwaro war nuware. Nuwarema morea mamore ya. Mararuwo wa mamarusae”. Nu (tanah), war (pohon), Mamore (diciptakan), morea (bertebaran). Jadi makna dari senandung itu adalah Anak negeri yang pergi kini datang kembali ke tanah air.
Kata Nuu Waar itu sendiri adalah sebutan pertama orang Irian menyebut negerinya. “Nenek moyang kami meyakini bahwa Adam dan Hawa diciptakan di suatu tempat bernama Nuuwar (Irian). Dan di Nuu Waar ini pula, penyebaran manusia sampai ke seluruh pelosok dunia,” kata Umar Askad Sabuku, Kepala Adat di Kaimana.
Menurut Ketua Umum Al Fatih Kaafah Nusantara (AFKN) Ustadz Muhammad Zaaf Fadzlan Rabbani Garamatan, Nuu Waar adalah nama Irian pertama. Nuu itu cahaya, Waar bermakna menyimpan rahasia alam.
Jadi Nuu Waar adalah nama sebutan sebelum pemberian nama Papua dan Irian. Nuu Waar adalah pulau Irian secara keseluruhan. Ketika Portugis menjajah pulau itu, namanya diganti menjadi Papua. Padahal konotasi Papua itu jelek dan terkesan melecehkan.
Istilah Irian, kata Fadzlan, berasal dari beberapa bahasa di Irian. Tapi yang paling utama diambil dari penelitian Ibnu Batuta pada 1517. Ketika dia datang kesana, masih ada orang Irian yang telanjang, mengenakan koteka.
Itulah sebabnya orang-orang ini disebut dengan orang-orang Urian. Urian berasal dari bahasa Arab artinya telanjang. Sementara dari bahasa Biak artinya bumi yang panas. Adapun bahasa Fak-fak, Uri itu artinya daerah batasan.
Dalam konferensi Malino ditetapkan istilah Irian yang bahasa politiknya “Ikut Republik Indonesia Anti Netherland”. Terus diubah menjadi Irian Jaya.
“Kami komunitas Muslim Irian lebih senang menggunakan kata Nuu Waar atau Irian daripada Papua,” ujar Ustad Fadzlan. Maka sebut saja Nuu Waar, cahaya yang menyimpan rahasia alam.
Desastian
Liputan dan Pernak-pernik Relawan Posko Haji PKS Arab Saudi
Diposting oleh
cahAngon
, in
Selintas Kabar PKS
PKSPU 1433 H: Khidmah Untuk Jamaah Haji Indonesia
Labbaik Allahumma Labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik....
Panggilan suci itu seakan tidak hanya mengundang hambanya untuk memenuhi
panggilan haji, tapi juga menggerakan sebagian orang berangkat ke
Mekkah Mukarommah melakukan khidmatul hujjaj, atau menjadi relawan haji
dengan memberi pelayanan bagi para tamu Allah selama menunaikan ibadah
Haji, khususnya pada hari-hari Mina. Mereka ini kemudian bergabung dalam
tim relawan haji PKSPU 1433 H.
Tahun ini adalah tahun yang kedelapan PIP PKS Arab Saudi secara
konsisten menyelenggarakan kegiatan relawan haji dalam wadah PKSPU
(Partai Keadilan Sejahtera Peduli Umat).
Program ini diwujudkan dalam bentuk:
- Memberikan layanan informasi
- Mengantar jamaah haji yang tersesat
- Konsultasi manasik haji
- Layanan DAM
- Bagi-bagi gratis buku dakwah
- dan lainnya.
Inilah salah satu bentuk kepedulian partai dengan langsung terjun ke
lapangan membantu para tamu Allah yang mulia, begitu kata Ketua MPW PIP
PKS Arab Saudi Ust. Abdullah Haidir ketika ditanya latar belakang
bergulirnya progam ini.
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nurwahid mengungkapkan keyakinannya atas pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013. Hidayat yakin pasangan yang diusung partainya tersebut dapat menang satu putaran.
"Kami yakin kans beliau besar. Kita targetkan tidak muluk-muluk, mungkin
sekitar 35 persen hingga 40 persen, kita berharap satu putaran, karena
kan kalau di daerah 30 persen plus satu," ujarnya usai acara peluncuran
buku One Day No Rice di Depok, Minggu (11/11/2012).
Menurut pria yang juga mantan Presiden PKS itu, keyakinannya bukan tanpa
alasan. Prediksi tersebut setelah melihat latar belakang kedua tokoh
yang dianggap mengilap. Ahmad Heryawan, dianggap berhasil memimpin Jawa
Barat melalui prestasi dan Deddy Mizwar yang memiliki latar belakang
kebudayaan yang kental.
Latar belakang tersebut, lanjut Hidayat, mampu menyerap suara dari
daerah-daerah yang telah disasar sebelumnya, antara lain Bekasi, Depok
dan Bogor. Pasalnya, daerah tersebut memiliki jumlah suara yang
signifikan jika berhasil direbut.
"Daerah Bekasi, Depok dan Bogor itu kan nuansa Betawinya kental.
Pengajuan Deddy Mizwar juga untuk mendekati warga. Itu menambah segmen
lain. Apalagi dengan mekanisme mesin partai yang maksimal, saya yakin,"
lanjutnya.
Sebelumnya, menjelang pesta demokrasi lima tahunan wilayah Jawa Barat,
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengusung pasangan Ahmad Heryawan
danDedy Mizwar di Pilkada Jawa Barat. PKS tak hanya sendiri mengusung
pasangan tersebut dan memilih menggandeng Hanura dan PPP untuk
berkoalisi.
___________ by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Pasangan Calon Gubernur Ahmad Heryawan dan calon wakilnya Deddy Mizwar,
disebut-sebut pasangan sipil ‘militer’. “Sipil itu guberunur Kang Aher,
dan militernya Jendral Nagabonar Deddy Mizwar,” kata Konsultan Politik
Tim Sukses Heryawan, Eep Saefulloh Fatah di Bandung, tadi malam (10/11).
Eep yang selama ini mengaku sebagai ‘Mak Comblang’ kedua calon tersebut sempat pesimis jika keduanya bisa bersatu dan maju dalam Pilgub Jabar. “Betapa sulitnya membujuk Deddy untuk menjadi Cawagub. Tapi ada mudahnya juga mengajak orang baik (Deddy), karena yang membujuknya juga orang baik (Kang Aher),” tuturnya.
Menurutnya, sosok Deddy bukanlah artis yang rindu order atau seorang aktor yang membutuhkan pekerjaan lain. Namun dia ada lah seorang sosok yang ingin membangun Jabar.
Bahkan adanya beberapa artis yang mencalonkan diri dalam Pilgub kali ini juga tidak akan berpengaruh dari segi suara. “Semua artis yang berjuang (calon), adalah murid Deddy Mizwar,” bebernya.
Sementara itu, Deddy secara tegas optimis akan memenangkan Pilgub Jabar dan menjadi orang nomor dua di Jabar selama lima tahun mendatang. “Harus selalu optimis. Tapi semua (calon) itu sahabat-sahabat kita, dan bukan masalah menang atau kalah,” katanya.
Ditanya mengenai program atau strategi khusus, Deddy mengaku belum memilikinya dan belum memikirkannya. “Kita fokus dulu ke pendaftaran dan ikuti aturan yang ada,” pungkasnya.
Eep yang selama ini mengaku sebagai ‘Mak Comblang’ kedua calon tersebut sempat pesimis jika keduanya bisa bersatu dan maju dalam Pilgub Jabar. “Betapa sulitnya membujuk Deddy untuk menjadi Cawagub. Tapi ada mudahnya juga mengajak orang baik (Deddy), karena yang membujuknya juga orang baik (Kang Aher),” tuturnya.
Menurutnya, sosok Deddy bukanlah artis yang rindu order atau seorang aktor yang membutuhkan pekerjaan lain. Namun dia ada lah seorang sosok yang ingin membangun Jabar.
Bahkan adanya beberapa artis yang mencalonkan diri dalam Pilgub kali ini juga tidak akan berpengaruh dari segi suara. “Semua artis yang berjuang (calon), adalah murid Deddy Mizwar,” bebernya.
Sementara itu, Deddy secara tegas optimis akan memenangkan Pilgub Jabar dan menjadi orang nomor dua di Jabar selama lima tahun mendatang. “Harus selalu optimis. Tapi semua (calon) itu sahabat-sahabat kita, dan bukan masalah menang atau kalah,” katanya.
Ditanya mengenai program atau strategi khusus, Deddy mengaku belum memilikinya dan belum memikirkannya. “Kita fokus dulu ke pendaftaran dan ikuti aturan yang ada,” pungkasnya.
Saat deklarasi pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar di Bandung
kemarin (10/11) Eep Saefullah Fattah memberikan 'testimoni' ....
- Hanya org baik yg bisa mengajak orang baik untuk untuk bergabung menjadi pasangan gubernur dan calon gubernur.
- Deddy Mizwar bukanlah sosok aktor yg tengah lesu pamornya; melainkan aktor produktif.
- Deddy Mizwar adalah budayawan dengan pemikiran besar.
- Kang Aher mengajaknya bukan krn Deddy Mizwar artis, namun di balik nama besarnya Deddy Mizwar ingin memajukan Jabar.
- Deddy Mizwar menyadari betul, Gubernur dan Wakil Gubernur adalah pelayan rakyat.
- Selama ini Bang Deddy Mizwar bukan berpartai krn percaya di tempatnya berdiri tanpa lambang partai ia bisa berbuat u/ Indonesia.
- Deddy Mizwar bukanlah org yg berambisi u/ menguasai dinas2 dan duduk di Gd. Sate. Melainkan untuk berbuat u/ Jabar.
- Maka, mari teriakkan MERDEKA krn Deddy Mizwar bersedia mendampingi Kang Aher.
___________ by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Rekan Artis Ramaikan Deklarasi Deddy Mizwar Jadi Cawagub Aher
Mendeklarasikan diri sebagai cawagub Jabar mendampingi cagub incumbent
Ahmad Heryawan (Aher), Deddy Mizwar hadir dengan ditemani rekan-rekan
artisnya. Mereka menyatakan dukungannya pada pemeran Bang Jack dalam
sinetron religi Para Pencari Tuhan itu.
Hadir lebih dulu di lokasi deklarasi adalah Ahmad Heryawan. Ia
mengenakan kemeja putih berkancing merah dan bendera merah putih di atas
saku kirinya.
Kemudian pembawa acara, yaitu Sandrina Malakiano memanggil pendamping
Aher. Namun yang datang dari balik kerumunan ternyata artis senior
lainnya yaitu Didi Petet.
"Sebenarnya saya yang mau jadi wakil, salah ini fotonya," canda Didi sambil menunjuk spanduk bergambar Aher dan Dedi Mizwar.
Tak lama kemudian naik ke atas panggung, Zaskia Adya Meca didampingi
Uding Nganga yang diketahui merupakan lawan peran Deddy di sinetron.
Menyusul dibelakangnya, Deddy Mizwar yang datang bersama Sys NS. Deddy terlihat mengenakan setelan yang sama dengan Aher.
Kehadiran Deddy dan sejumlah artis itu pun menarik antusias warga untuk mengambil gambar.
Dalam deklarasi tersebut, para artis tersebut turut memberika testimoni sebagai dukungannya pada 'Bang Jack'.
"Deddy Mizwar adalah Si Idung Gede. Itu bikin dia punya penciuman yang
baik. Selain aktor dan artis, Deddy juga merupakan bapak yang arif dan
bijak," ujar Udin yang mengenakan setelah hansip.
Sementara Zaskia menyatakan dukungannya pada Deddy yang dinilai akan bisa memegang amanah yang akan diembannya.
"Aku support Pa Haji, karena aku tau segala yang dilakukan sudah ada
pertimbangan ibadahnya. Jadi ketika dia sudah mengambil keputusan ini,
aku yakin sudah menimbang. Ketika menjalankan akan amanah," tuturnya.
Sementara Didi Petet menyatakan bahwa Deddy bukanlah orang yang oportunis.
"Saya kenal Deddy sejak berangkat berkarir. Dia itu konsisten. Dia itu
mumpuni. Peduli pada masyarakat Jabar yang kaya budaya." katanya.
Sementara Sys NS memberikan testimoni bahwa Deddy adalah sahabatnya yang punya hati waras, nyali tegas dan otak cerdas.
"Orang bilang di Jabar perang artis, padahal Deddy ini beyond artis," tuturnya. [detik.com]
Setia Lesmana
@Setialesmana
Journalist
- Bismillah, tweeps ijinkan sy cerita ttg sosok Ahmad Heryawan @aheryawan, yg b'pasangan dgn Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2013 nanti.
- Sy berusaha obyektif berdasarkan pengalaman meliput aktivitas @aheryawan selama ±6 bulan thn 2008-2009.
- Sy setiap hari mengikuti aktivitas Kang @aheryawan diawal-awal beliau menjabat orang no.1 di tanah Pasundan itu.
- Ahmad Heryawan mrp sosok pekerja keras. 5 dari 7 hari dlm seminggu dihabiskannya utk keliling seluruh kota/kabupaten di Jabar.
- Senin s/d Jumat @aheryawan kunjungi lbh dr 1 lokasi (4-5 lokasi) perhari di peloksok Jabar. Start jam 06.00 kembali ke Bdg malam.
- Tak jarang @aheryawan kembali ke Rumah dinas lewat pkl 00. Nmn tdk langsung tidur meski paginya sdh ditunggu jadwal superpadat.
- Di salah 1 teras di sudut Pakuan, sambil melepas penat @aheryawan msh memeriksa surat2 masuk dan usulan agenda dari Sekpri.
- Surat undangan menumpuk setiap harinya, dari ceramah dikampus, pesantren, temu tani, bupati/walikota bhkn undangan khitanan sgala.
- Meski Kang @aheryawan nyaris setiap hari tidur diatas jam 12 malam, nmn msh sempat mimpin Shubuh berjamaah di Mesjid Pakuan.
- Dlm bbrapa kesempatan ngobrol, @aheryawan bertekad buktikan bhw rakyat nggak salah milih dirinya, dgn cara bekerja keras.
- Heryawan sadar, banyak orang yg meragukan kompetensinya krn dia belum punya pengalaman di eksekutif ataupun birokrasi.
- Selama ini Gub Jabar berasal dari kalangan elit (militer atau birokrasi). Sedangkan Heryawan berasal dari rakyat kebanyakan.
- Karakter proletar itu pula yg mengubah wajah rmh dinas Pakuan mjd wajah merakyat yg bebas dikunjungi kalangan manapun.
- Heryawan melakukan desakralisasi Pakuan yg dulu hanya mjd "milik" para inohong bukan rakyat biasa.
- Dlm catatan sy, 5 hal yg jd prioritas Heryawan diawal kepemimpinannya: pendidikan, kesehatan, lap kerja, pertanian, infrastruktur.
- Heryawan mengaku terkejut saat tahu rendahnya angka partisipasi sekolah di Jabar, provinsi yg punya segalanya dr sisi SDA.
- Dan slh 1 penyebabnya adl soal ruang kelas yg jmlh jauh dari cukup. Disemua strata pendidikan.
- Heryawan pun memutar otak genjot pembanguan ruang kelas baru di seluruh Jabar. Apadaya, APBD Jabar tergolong kecil.
- Dia lakukan efisiensi dgn memangkas biaya2 rapat dan hal2 yg gak perlu utk naikkan angggaran pendidikan.
- Heryawan jg mengetuk pintu industri2 di Jabar utk mengalokasikan dana CSR utk bangun ruang kelas baru.
- Thn 2008, ide2 naikkan angg pendidikan belum bisa dieksekusi Heryawan krn dia dilantik saat APBD sdh ketok palu.
- Dan selama 2009-2011 Heryawan sukses membangun 20.000 ribu ruang kelas baru dan menaikkan angka partisipasi sekolah.
- Heryawan diganjar gelar Doktor Honoris Causa dri slh 1 Universitas Korsel, krn rekornya membangun 6.000 ruang kelas ditahun 2009.
- Heryawan selalu bilang, pendidikanlah yg bisa memutus lingkaran kemiskinan. Sy bisa "naik kelas" krn saya sekolah hinggga sarjana.
- Heryawan jg prihatin dgn tingginya angka kematian bayi dan ibunya saat melahirkan. Heloww Ini Jabar loh...
- Dlm berbagai kesempatan pidato heryawan selalu bandingkan kematian akibat kecelakaan pesawat dgn kematian bayi dan ibu melahirkan.
- @aheryawan: "Saat penumpng 1 psw Adam Air jatuh, semua heboh dan berkabung berhari2, tp tdk dgn kematian bayi & ibu melahirkan"
- Heryawan pun sediakan beasiswa utk gadis2 desa yg mau jadi bidan, selesai sekolah mrk balik mengabdi di kampungnya.
- Heryawan juga bangun ratusan Puskesmas dgn fasilitas standar dan lengkap (PONED) setiap tahunnya di setiap kecamatan di Jabar.
- Thn 2010 Heryawan bangun 100 unit P. Poned; 2011 (100) dan 2012 (200). Bandingkan di era Dani yg hanya sekitar 100-an (selama 5 thn).
- Pendidikan dan Kesehatan, dua hal paling penting bagi kualitas SDM di Jabar, begitu Heryawan selalu katakan.
- Kerja Keras jg ditunjukkannya dlm membangun infrastruktur jalan (provinsi), paling trasa infrastruktur Jalan di Jabar selatan.
- Namun kadang orang tdk bisa membedakan mana jln provinsi, kabupaten/kota, mana nasional. Shg jk ada jalan rusak Heryawan disorot.
- Soal layanan publik ini, Heryawan jg benahi dari sistemnya dgn a.l. mendorong LPSE utk transparansi tender.
- Heryawan seakan ingin buktikan bhw tdk benar pemimpin berlatar blkg santri spt dirinya abai soal layanan publik & profesionalitas.
- Enam bulan meliput kegiatan Heryawan, kesan pekerja kerasnya begitu kuat dimata saya. Mungkin krn sejak kecil terbiasa kerja keras.
- Sejak awal Heryawan terapkan sistem "mobile office" dimana sebagian besar waktunya dihabiskan keliling Jabar.
- Jadi bukan hanya Jokowi saja yg blusukan ke sudut2 Jakarta, sejak 2008 Heryawan sdh blusukkan ke peloksok2 Jabar.
- Hanya saja harus diakui, tim Jokowi lebih pintar mengemas personal Branding Jokowi dibanding tim Heryawan.
- Sy tdk tahu, mengapa kerja keras Aher bangun Jabar minim terpublikasi meski sebagian besar waktunya habis kunjungi peloksok Jabar.
- Utk sementara sy cukup dulu krn (maaf) hrs segera boarding. Semoga bermanfaat.
Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Awal tahun 2013, Jawa Barat (Jabar) akan menggelar Pemilihan Kepala
Daerah (Pilkada). Sejumlah partai politik (parpol) sudah menetapkan
calon untuk meramaikan pesta demokrasi tersebut.
Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mengusung
Ahmad Heryawan (Aher) dan Deddy Mizwar, sebagai pasangan calon gubernur
dan wakil gubernur, optimis menang.
“Kita yakin menang, insyaallah,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Anis Matta melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Jumat (9/11/2012) malam.
Sementara
Sekjen PPP M Romahurmuziy meyakini, pasangan Aher dan Mizwar merupakan
kombinasi dua tokoh yang tepat. Pasalnya, rakyat Jabar tidak akan ragu
untuk mendukungnya.
“Insyaallah dengan keunggulan kombinatif pasangan yang kita usung, kita akan mendapat kepercayaan rakyat Jabar,” ujarnya.
Seperti
diketahui, Aher dan Deddy Mizwar di usung oleh tiga parpol, yakni PKS,
PPP dan Hanura. Sementara Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki hanya
diusung PDIP Perjuangan.
Sedangkan Dede Yusuf diusung oleh Partai
Demokrat (PD). Sementara Partai Golkar nampaknya sudah bulat untuk
mengusung Irianto MS Syafiuddin alias Yance.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku jika beberapa saat lalu sempat ditawari oleh Partai Golkar untuk berkoalisi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat yang akan segera berlangsung.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Romahurmuzy, dirinya baru saja dimintai konfirmasi oleh wartawan terkait ajakan koalisi tersebut.
Menurut informasi yang dia terima, niatan untuk berkoalisi itu juga telah diumumkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham.
"Baru saja yang lalu saya dikonfirmasi oleh wartawan, Golkar mau koalisi dengan PPP, dan sudah diumumkan oleh Pak Idrus. Saya jawab tidak," kata Romy kepada wartawan di Komplek Widya Candra, Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Diakui Romy, Golkar menginginkan salah satu kader PPP, yakni mantan Sekretaris DPW PPP Jawa Barat untuk menjadi cawagub bersama calon dari Golkar.
Namun usulan tersebut ditolak oleh PPP. Sebab, kader yang hendak dipinang oleh Golkar tersebut saat ini telah menyatakan diri keluar dari keanggotaanya di PPP.
"Dikatakan juga calon di kader PPP, mantan Sekretrais DPW, Pak Tatang. Saya jawab tidak. Karena setelah masa baktinya (Tatang) berakhir yang bersangkutan telah pindah," ungkapnya.
Faktor lain yang menyebabkan penolakan PPP atas ajakan Golkar tersebut adalah karena PPP telah mengumumkan akan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilgub Jawa Barat kali ini.
Bahkan Romy berharap agar koalisi antara PPP dan PKS mampu berlanjut di Pilkada yang ada di daerah lain. "Karena kita koalisi dengan PKS. Kita membangun kesepakatan dengan PKS agar koalisi ini dilanjutkan di daerah lain. Khususnya yang paling dekat ini di Sumatra Utara," pungkasnya.
by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Oleh Salim A. Fillah
“Masya Allah” ’Utsman berseru, ”Bukankah itu Amirul Mukminin?!”
Ya, lelaki tinggi besar itu adalah ‘Umar ibn Al Khaththab.
”Ya Amirul Mukminin!” teriak ‘Utsman sekuat tenaga dari pintu dangaunya,
“Apa yang kau lakukan tengah angin ganas ini? Masuklah kemari!”
Dinding dangau di samping Utsman berderak keras diterpa angin yang deras.
”Seekor unta zakat terpisah dari kawanannya. Aku takut Allah akan menanyakannya padaku. Aku akan menangkapnya. Masuklah hai ‘Utsman!” ’Umar berteriak dari kejauhan. Suaranya bersiponggang menggema memenuhi lembah dan bukit di sekalian padang.
“Masuklah kemari!” seru ‘Utsman,“Akan kusuruh pembantuku menangkapnya untukmu!”.
”Tidak!”, balas ‘Umar, “Masuklah ‘Utsman! Masuklah!”
“Demi Allah, hai Amirul Mukminin, kemarilah, Insya Allah unta itu akan kita dapatkan kembali.“
“Tidak, ini tanggung jawabku. Masuklah engkau hai ‘Utsman, anginnya makin keras, badai pasirnya mengganas!”
Angin makin kencang membawa butiran pasir membara. ‘Utsman pun masuk dan menutup pintu dangaunya. Dia bersandar dibaliknya & bergumam,
”Demi Allah, benarlah Dia & RasulNya. Engkau memang bagai Musa. Seorang yang kuat lagi terpercaya.”
‘Umar memang bukan ‘Utsman. Pun juga sebaliknya. Mereka berbeda, dan masing-masing menjadi unik dengan watak khas yang dimiliki.
‘Umar, jagoan yang biasa bergulat di Ukazh, tumbuh di tengah bani Makhzum nan keras & bani Adi nan jantan, kini memimpin kaum mukminin. Sifat-sifat itu –keras, jantan, tegas, tanggungjawab & ringan tangan turun gelanggang – dibawa ‘Umar, menjadi ciri khas kepemimpinannya.
‘Utsman, lelaki pemalu, anak tersayang kabilahnya, datang dari keluarga bani ‘Umayyah yang kaya raya dan terbiasa hidup nyaman sentausa. ’Umar tahu itu. Maka tak dimintanya ‘Utsman ikut turun ke sengatan mentari bersamanya mengejar unta zakat yang melarikan diri. Tidak. Itu bukan kebiasaan ‘Utsman. Rasa malulah yang menjadi akhlaq cantiknya. Kehalusan budi perhiasannya. Kedermawanan yang jadi jiwanya. Andai ‘Utsman jadi menyuruh sahayanya mengejar unta zakat itu; sang budak pasti dibebaskan karena Allah & dibekalinya bertimbun dinar.
Itulah ‘Umar. Dan inilah ‘Utsman. Mereka berbeda.
Bagaimanapun, Anas ibn Malik bersaksi bahwa ‘Utsman berusaha keras meneladani sebagian perilaku mulia ‘Umar sejauh jangkauan dirinya. Hidup sederhana ketika menjabat sebagai Khalifah misalnya.
“Suatu hari aku melihat ‘Utsman berkhutbah di mimbar Nabi ShallaLlaahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi,” kata Anas . “Aku menghitung tambalan di surban dan jubah ‘Utsman”, lanjut Anas, “Dan kutemukan tak kurang dari tiga puluh dua jahitan.”
Dalam Dekapan ukhuwah, kita punya ukuran-ukuran yang tak serupa. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Maka tindak utama yang harus kita punya adalah; jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain lagi.
Dalam dekapan ukhuwah setiap manusia tetaplah dirinya. Tak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapa yang ada dalam angannya.
Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat tulus pada saudara yang sedang diberi amanah memimpin umat. Tetapi jangan membebani dengan cara membandingkan dia terus-menerus kepada ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz.
Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat pada saudara yang tengah diamanahi kekayaan. Tetapi jangan membebaninya dengan cara menyebut-nyebut selalu kisah berinfaqnya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.
Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat saudara yang dianugerahi ilmu. Tapi jangan membuatnya merasa berat dengan menuntutnya agar menjadi Zaid ibn Tsabit yang menguasai bahawa Ibrani dalam empat belas hari.
Sungguh tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang lain di zaman yang sama, apalagi menggugatnya agar tepat seperti tokoh lain pada masa yang berbeda. ‘Ali ibn Abi Thalib yang pernah diperlakukan begitu, punya jawaban yang telak dan lucu.
“Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan ‘Umar” kata lelaki kepada ‘Ali, “Keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaanya begini kacau dan rusak?”
“Sebab,” kata ‘Ali sambil tersenyum, “Pada zaman Abu Bakar dan ‘Umar, rakyatnya seperti aku. Adapun di zamanku ini, rakyatnya seperti kamu!”
Dalam dekapan ukhuwah, segala kecemerlangan generasi Salaf memang ada untuk kita teladani. Tetapi caranya bukan menuntut orang lain berperilaku seperti halnya Abu Bakar, ‘Umar, “Utsman atau ‘Ali.
Sebagaimana Nabi tidak meminta Sa’d ibn Abi Waqqash melakukan peran Abu Bakar, fahamilah dalam-dalam tiap pribadi. Selebihnya jadikanlah diri kita sebagai orang paling berhak meneladani mereka. Tuntutlah diri untuk berperilaku sebagaimana para salafush shalih dan sesudah itu tak perlu sakit hati jika kawan-kawan lain tak mengikuti.
Sebab teladan yang masih menuntut sesama untuk juga menjadi teladan, akan kehilangan makna keteladanan itu sendiri. Maka jadilah kita teladan yang sunyi dalam dekapan ukhuwah.
Ialah teladan yang memahami bahwa masing-masing hati memiliki kecenderungannya, masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai sepatunya. Teladan yang tak bersyarat dan sunyi akan membawa damai. Dalam damai pula keteladannya akan menjadi ikutan sepanjang masa.
Selanjutnya, kita harus belajar untuk menerima bahwa sudut pandang orang lain adalah juga sudut pandang yang absah. Sebagai sesama mukmin, perbedaan dalam hal-hal bukan asasi tak lagi terpisah sebagai “haq” dan “bathil”. Istilah yang tepat adalah “shawab” dan “khatha”.
Tempaan pengalaman yang tak serupa akan membuatnya lebih berlainan lagi antara satu dengan yang lain.
Seyakin-yakinnya kita dengan apa yang kita pahami, itu tidak seharusnya membuat kita terbutakan dari kebenaran yang lebih bercahaya.
Imam Asy Syafi’i pernah menyatakan hal ini dengan indah. “Pendapatku ini benar,” ujar beliau,”Tetapi mungkin mengandung kesalahan. Adapun pendapat orang lain itu salah, namun bisa jadi mengandung kebenaran.”
sepenuh cinta,
Salim A. Fillah
*http://salimafillah.com/karena-ukuran-kita-tak-sama/
seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya
memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti
memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan
kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi
Seorang
lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari
seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting
menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih
berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan
dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta.
Di padang gembalaan tak jauh darinya,
berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn
‘Affan, sedang beristirahat sambil melantun Al Quran, dengan menyanding
air sejuk dan buah-buahan. Ketika melihat lelaki nan berlari-lari itu
dan mengenalnya,
“Masya Allah” ’Utsman berseru, ”Bukankah itu Amirul Mukminin?!”
Ya, lelaki tinggi besar itu adalah ‘Umar ibn Al Khaththab.
”Ya Amirul Mukminin!” teriak ‘Utsman sekuat tenaga dari pintu dangaunya,
“Apa yang kau lakukan tengah angin ganas ini? Masuklah kemari!”
Dinding dangau di samping Utsman berderak keras diterpa angin yang deras.
”Seekor unta zakat terpisah dari kawanannya. Aku takut Allah akan menanyakannya padaku. Aku akan menangkapnya. Masuklah hai ‘Utsman!” ’Umar berteriak dari kejauhan. Suaranya bersiponggang menggema memenuhi lembah dan bukit di sekalian padang.
“Masuklah kemari!” seru ‘Utsman,“Akan kusuruh pembantuku menangkapnya untukmu!”.
”Tidak!”, balas ‘Umar, “Masuklah ‘Utsman! Masuklah!”
“Demi Allah, hai Amirul Mukminin, kemarilah, Insya Allah unta itu akan kita dapatkan kembali.“
“Tidak, ini tanggung jawabku. Masuklah engkau hai ‘Utsman, anginnya makin keras, badai pasirnya mengganas!”
Angin makin kencang membawa butiran pasir membara. ‘Utsman pun masuk dan menutup pintu dangaunya. Dia bersandar dibaliknya & bergumam,
”Demi Allah, benarlah Dia & RasulNya. Engkau memang bagai Musa. Seorang yang kuat lagi terpercaya.”
‘Umar memang bukan ‘Utsman. Pun juga sebaliknya. Mereka berbeda, dan masing-masing menjadi unik dengan watak khas yang dimiliki.
‘Umar, jagoan yang biasa bergulat di Ukazh, tumbuh di tengah bani Makhzum nan keras & bani Adi nan jantan, kini memimpin kaum mukminin. Sifat-sifat itu –keras, jantan, tegas, tanggungjawab & ringan tangan turun gelanggang – dibawa ‘Umar, menjadi ciri khas kepemimpinannya.
‘Utsman, lelaki pemalu, anak tersayang kabilahnya, datang dari keluarga bani ‘Umayyah yang kaya raya dan terbiasa hidup nyaman sentausa. ’Umar tahu itu. Maka tak dimintanya ‘Utsman ikut turun ke sengatan mentari bersamanya mengejar unta zakat yang melarikan diri. Tidak. Itu bukan kebiasaan ‘Utsman. Rasa malulah yang menjadi akhlaq cantiknya. Kehalusan budi perhiasannya. Kedermawanan yang jadi jiwanya. Andai ‘Utsman jadi menyuruh sahayanya mengejar unta zakat itu; sang budak pasti dibebaskan karena Allah & dibekalinya bertimbun dinar.
Itulah ‘Umar. Dan inilah ‘Utsman. Mereka berbeda.
Bagaimanapun, Anas ibn Malik bersaksi bahwa ‘Utsman berusaha keras meneladani sebagian perilaku mulia ‘Umar sejauh jangkauan dirinya. Hidup sederhana ketika menjabat sebagai Khalifah misalnya.
“Suatu hari aku melihat ‘Utsman berkhutbah di mimbar Nabi ShallaLlaahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi,” kata Anas . “Aku menghitung tambalan di surban dan jubah ‘Utsman”, lanjut Anas, “Dan kutemukan tak kurang dari tiga puluh dua jahitan.”
Dalam Dekapan ukhuwah, kita punya ukuran-ukuran yang tak serupa. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Maka tindak utama yang harus kita punya adalah; jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain lagi.
Dalam dekapan ukhuwah setiap manusia tetaplah dirinya. Tak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapa yang ada dalam angannya.
Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat tulus pada saudara yang sedang diberi amanah memimpin umat. Tetapi jangan membebani dengan cara membandingkan dia terus-menerus kepada ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz.
Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat pada saudara yang tengah diamanahi kekayaan. Tetapi jangan membebaninya dengan cara menyebut-nyebut selalu kisah berinfaqnya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.
Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat saudara yang dianugerahi ilmu. Tapi jangan membuatnya merasa berat dengan menuntutnya agar menjadi Zaid ibn Tsabit yang menguasai bahawa Ibrani dalam empat belas hari.
Sungguh tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang lain di zaman yang sama, apalagi menggugatnya agar tepat seperti tokoh lain pada masa yang berbeda. ‘Ali ibn Abi Thalib yang pernah diperlakukan begitu, punya jawaban yang telak dan lucu.
“Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan ‘Umar” kata lelaki kepada ‘Ali, “Keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaanya begini kacau dan rusak?”
“Sebab,” kata ‘Ali sambil tersenyum, “Pada zaman Abu Bakar dan ‘Umar, rakyatnya seperti aku. Adapun di zamanku ini, rakyatnya seperti kamu!”
Dalam dekapan ukhuwah, segala kecemerlangan generasi Salaf memang ada untuk kita teladani. Tetapi caranya bukan menuntut orang lain berperilaku seperti halnya Abu Bakar, ‘Umar, “Utsman atau ‘Ali.
Sebagaimana Nabi tidak meminta Sa’d ibn Abi Waqqash melakukan peran Abu Bakar, fahamilah dalam-dalam tiap pribadi. Selebihnya jadikanlah diri kita sebagai orang paling berhak meneladani mereka. Tuntutlah diri untuk berperilaku sebagaimana para salafush shalih dan sesudah itu tak perlu sakit hati jika kawan-kawan lain tak mengikuti.
Sebab teladan yang masih menuntut sesama untuk juga menjadi teladan, akan kehilangan makna keteladanan itu sendiri. Maka jadilah kita teladan yang sunyi dalam dekapan ukhuwah.
Ialah teladan yang memahami bahwa masing-masing hati memiliki kecenderungannya, masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai sepatunya. Teladan yang tak bersyarat dan sunyi akan membawa damai. Dalam damai pula keteladannya akan menjadi ikutan sepanjang masa.
Selanjutnya, kita harus belajar untuk menerima bahwa sudut pandang orang lain adalah juga sudut pandang yang absah. Sebagai sesama mukmin, perbedaan dalam hal-hal bukan asasi tak lagi terpisah sebagai “haq” dan “bathil”. Istilah yang tepat adalah “shawab” dan “khatha”.
Tempaan pengalaman yang tak serupa akan membuatnya lebih berlainan lagi antara satu dengan yang lain.
Seyakin-yakinnya kita dengan apa yang kita pahami, itu tidak seharusnya membuat kita terbutakan dari kebenaran yang lebih bercahaya.
Imam Asy Syafi’i pernah menyatakan hal ini dengan indah. “Pendapatku ini benar,” ujar beliau,”Tetapi mungkin mengandung kesalahan. Adapun pendapat orang lain itu salah, namun bisa jadi mengandung kebenaran.”
sepenuh cinta,
Salim A. Fillah
*http://salimafillah.com/karena-ukuran-kita-tak-sama/
Jumat, 09 November 2012
Lalu Suryade
@suryadelalu
Aleg PKS DPRD Prop. Jawa Barat
- Sudikah bila kukultwit ttg konstalasi politik dan peluang kemenangan di PilgubJabar??
- Bismillah, ini mungkin yg disebut Jokowi-Effect itu.
- Kalo ada Gangnam Style, maka partai2 sibuk mencari Jokowi Style untuk Jabar.
- Persoalan taklah sederhana. Tiada manusia yg persis sama di dunia.
- Yg gocok untuk PilgubDKI belum tentu cocok untuk PilgubJabar.
- PKS sjk awal tentukan Aher, Golkar Yance, Demokrat Dede, dan PDIP Oneng.. Saya tak hapal yg perseorangan itu, ada yg tahu?
- Dulu pernah sy twit bhw koalisi PDIP dg Gerindra lanjut di PilgubJabar ...nyatanya Jokowi Effect itu membawa dampak tak positif utk itu.
- Satu hal lagi, ada yg berharap paket Hade lama dilanjutkan utk PilgubJabar kini. Tapi kadang rasa pede seseorang bisa lampaui segalanya.
- Maka muncullah pasangan2 yg sulit diprediksi siapa yg paling berpeluang untuk memenangkan PilgubJabar ... Ini ibarat EPL.
- Pertama, Dede Yusuf - Lex Laksmana.. Kabarnya akan disingkat Delman diusung hanya o/ PD.. Kondisi internal PD jadi soal tersendiri.
- Iwan Sulanjana yg akhirnya memenangkan kembali jabatan ketua DPD PD Jabar, sebelumnya berharap dia yg jadi cagub, didampingi Dede.
- Secara psikologis, itu bs berdampak pd perjalanan mesin PD sendiri.. Kabarnya, Iwan kecewa Dede belum pula sowan padanya seusai Musda.
- Dede memilih Lex Laksamana, mantan sekda Jabar sbg wakil, mungkin dg pertimbangan utk mengisi kekurangannya dlm hal birokrasi.
- Apakah mungkin Lex dpt menghimpun suara bg Delman.. Gak tau deh, yg jelas pasangan ini emang berpikir Dede dipasangin dg siapapun jadi koq.
- Apa iya Dede adalah segalanya untuk pengumpulan suara pemilih? Saya agak beda keyakinan dg Dede.. :))
- Itulah kenapa, ungkapan "Aher takkan jadi apa2 bila tanpa Dede" itu agak kurang baik menurut saya.. Terutama bagi Dede sendiri..
- Overconfidence.. Begitu kira2 kata Obama mah.. :)))
- Dulu saat dg Aher, dua hal yg bikin Dede kurang diungkit pihak lain. Satu, HADE gak diperhitungkan bakal menang. Dua, Dede hanya cawagub.
- Kini, tentu persoalannya beda. Dede adalah cagub.. Banyak pihak memperhatikan track recordnya, bahkan semenjak belum jadi wakil gubernur.
- Jadi 3 kendalanya: mesin politik PD tidak solid untuk Delman, krn pertentangan internal yg sedemikian rupa.. Figur Lex juga tidak populer.
- Kendala ketiga bagi Delman adalah dari figur cagubnya sendiri, Kang Dede.. Sekokoh apa beliau, mungkin saja diuji banyak pihak.
- (PKB Pusat pengen dukung Dede, Jabar pengen dukung Aher.. Alegnya cuman dua.. Tapi hub Aher dg konstituen PKB, bagus.)
- Pasangan kedua yg sdh pasti adalah Rieke-Teten.. Tadinya saya pikir Teten-Rieke.. Ini mengingat berbagai pertimbangan rasional.
- Rieke memang unggul dari segi popularitas & isu gender.. Tapi masyarakat lebih mengenalnya sbg Oneng.. Kata oneng itu berkonotasi negatif.
- It mungkin sebab dikedepankan nama Rieke bukan Oneng.. Beda dg Dede yg nama populer, walau nama aselinya Macan.. ;)
- Jabar beda dg DKI. Perdesaan, pengaruh tokoh (kyai) lokal, adanya komunitas2 dg karakter berbeda: Priangan, Cirebonan, Pakuan..
- Jokowi cepat peningkatan popularitasnya, hanya dg pemberitaan yg masif.. Kalo di Jabar belum tentu.
- Walau ada PR (Public Relations), orang Cirebon membaca koran yg berbeda dg orang Bogor, demikian pula dg orang Tasik.
- Teten, saya suka akang ini.. Setidaknya sama2 penggembala kambing.. Beliau dg domba Garut, saya kecil2an kambing susu Etawa.. :p
- Kalau Teten - Rieke bisa benar2 jadi kuda hitam.. Kalau Rieke - Teten, ga tau deh..
- Sunda mungkin suku bangsa paling berkarakter terbuka dg hal2 baru.. Termasuk figur perempuan.. Tentu, pendapat ini akan diuji dlm pilgub.
- Para kyai di Jabar juga ga resisten dg figur perempuan. Cuma kalo disodori cagubnya Rieke, mungkin mereka garuk2 kepala.. Ini asumsi.
- Ditambah lagi mesin politiknya hanya PDIP.. Penerimaan terhadap Teten di PDIP saya rasa jadi kendala..karena dua sebab...
- Pertama, ada kasus mundurnya (diminta mundur) Rudi Harsa selaku ketua PDIP Jabar.. Rudi orang berpengaruh.. Beberapa yg lain ikut mundur.
- Ada faksi2 di pengurus PDIP.. Juga Teten dg latar belakang ICW & TII -nya menyebabkannya dianggap "orang suci" oleh punggawa PDIP Jabar.
- PDIP Jabar usulkan Gatot, PDIP Pusat 'memaksakan' Teten.. Terdengar suara lirih di kalangan mereka.. "Mun Kang Teten mah sieun atuh".. :p
- Sieun itu artinya takut.. Ga tau deh kenapa kawan2 itu takut mengusung Kang Teten.. Yg jelas dalam konteks pemenangan. Ini soal serius.
- Mungkin mereka tak tinggal diam.. Tapi bisa jadi gerakan mesin politiknya gak maksimal.. Mungkin.. :)
- Jadi seberapa besar peluang Rieke-Teten.. PDIP mungkin berharap Jokowi Effect.. Namun salah2 efeknya bisa negatif.
- Golkar: Paket Yance-Tatang di Pilkada Jabar (berita detikcom)
- Nah, ada berita bhw Yance akan berpasangan dg Tatang Farhanul (mantan bupati Tasik) untuk PilgubJabar.
- Tatang, mantan saingan Rahmat Yasin (RY) ketika pencalonan ketua DPW PPP Jabar.. Ini bisa menarik dukungan kubu yg tak segaris dg RY di PPP.
- Sebagaimana diketahui, Tatang adalah mantan bupati Tasik yg sukses memenangkan PPP, dalam pemilu legislatif di Tasik.
- Kini RY, ketua PPP Jabar.. Pengaruhnya di Bogor sangat solid, juga di wil Jabar lainnya.. Suara PPP Tasik diduga terpecah.
- Memang pengaruh Tatang masih ada, tetapi tentu telah jauh berkurang.
- Tatang akan menghimpun 'haters' Rahmat Yasin di berbagai penjuru, al Hasan Zainal (aleg Jabar & Nukman AH (mantan wagub).
- Tatang itu sekum PPP Jabar di masa Nukman Abdul Hakim sebagai ketua.. :)
- Karena Tatang sdh di PAN, Rahmat Yasin punya alasan 'konstitusional' utk menindak yg tdk patuh..sebagaimana trhdp ketua DPRD Kota Tasik.
- Ketua DPRD Kota Tasik dipecat oleh RY, karena mencalonkan diri melalui partai lain, padahal PPP sdh punya calon bareng PKS.
- Nah, Aher kumaha..? Kumaha nya.. Kalo saya ngomong nanti dianggap gak obyektif..
- Ada dua hal ttg @aheryawan.. Pertama, karena kesadaran bhw popularitas dan elektabilitas ga turun dari langit..maka perlu kerja keras.
- Saya salut dg kerja keras @aheryawan baik dlm tugas2 pemerintahan maupun upaya komunikasi dg publik secara langsung maupun via socmed.
- Tengoklah komunikasinya yg interaktif di akun @aheryawan ...mungkin beliau cagub yg paling rajin menjawab mention.
- Namun, dg upaya sungguh2 demikian, popularitas masih belum mencapai prosentase yg meyakinkan.. Dan itu disadari.. Itulah sebab koalisi.
- Koalisi sbg pengusung telah final: PPP PKS Hanura.. Sabtu besok deklarasi sekalian pendaftaran.
- Selain koalisi, upaya menambah keyakinan jg dg mengambil figur cawagub yg popularitasnya tinggi.. Tapi, tak hanya populer, jg dikenal baik.
- Akhirnya figur cawagub ideal itupun telah deal.. Pasangan Aher dg cawagubnya telah disurvey, dan hasilnya dg berbagai simulasi, menang.
- Tapi, tak boleh dahului takdir. Proses koalisi, proses pencalonan, mesin politik yg mantap, tetaplah bkn jaminan. Kerja keras ttp penting.
- Besok Sabtu di Bandung, deklarasi Aher.
- Bila kita telah memenuhi semua syarat untuk raih kemenangan, suatu kekalahan pun bisa menyenangkan.
___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)
Jujur...
Pemimpin
Karena Ukuran Kita Tak Sama
Kemenangan..





























