-
-
Jujur...
Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”... -
Pemimpin
Seringkali terbukti bahwa tugas utama seorang pemimpin hanyalah bagaimana memilih orang yang tepat. Begitu berhasil memilih orang yang tepat seringkali tugas seorang pemimpin sudah selesai. Setidaknya sudah 80 persen selesai. Tapi begitu seorang pemimpin salah memilih orang, sang pemimpin tidak terbantu sama sekali, bahkan justru terbebani... -
Karena Ukuran Kita Tak Sama
seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi... -
Kemenangan..
Kemenangan sejati yang paling mendasar dan substansial adalah jika kebenaran tetap bersemayam di hati kita. Tidak terkontaminasi oleh racun-racun kehidupan, tidak tergoda oleh iming-iming apapun bentuknya, yang membuat hati kita diisi oleh nilai-nilai lain selain nilai kebenaran yang bersumber dari Allah SWT, ...
Tampilkan postingan dengan label JABAR FORWARD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label JABAR FORWARD. Tampilkan semua postingan
Bandung: Ahmad Heryawan atau Aher kembali menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat (Jabar). Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pun melantik Aher bersama Wakil Gubernur terpilih Deddy Mizwar di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Bandung, Kamis (13/6).
Dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Barat, pasangan Aher-Deddy sukses menyingkirkan empat pasang kandidat lain. Termasuk Dede Yusuf yang mendampingi Aher sebagai Wakil Gubernur pada periode 2008-2013.
Aher lahir di Sukabumi pada 19 Juni 1966. Ia bukan berasal dari keluarga berpunya. Meski demikian, kondisi itu bukan alasan dirinya tak mendapat pendidikan. Untuk memenuhi cita-citanya, ia menjual gorengan buatan tetangga ke sepanjang jalan menuju sekolahnya.
Setamat SMA, Aher yang berotak cemerlang mendaftar ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Meski lulus, langkahnya berhenti lantaran terganjal uang pangkal masuk kuliah.
Ia kemudian mendaftar di Fakultas Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor. Ia diterima. Tapi lagi-lagi impiannya dihentikan biaya masuk.
Namun semangatnya membuahkan hasil. Dengan mempelajari Bahasa Arab secara otodidak, ia pun mendapat jaminan pendidikan dari Kedutaan Besar Arab Saudi tanpa biaya. Ia tetap menjual gorengan untuk kebutuhan pendidikannya.
Setelah lulus kuliah, Aher meniti karier sebagai mubaligh. Ia aktif mengajar dan menjadi aktivis. Hingga akhirnya ia melangkah sebagai kader Partai Keadilan Sejahtera.
Suami dari Netty Prasetiani itu kemudian terpilih sebagai anggota legislatif di Jakarta pada 1999. Usai Pemilu 2004, ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI periode 2009-2004-2009.
Namun di 2008, ia menggandeng Dede Yusuf dalam Pilgub Jabar. Keduanya menang. Aher kemudian menjalankan pemerintahannya dengan mengusung program pendidikan murah, menciptakan lapangan kerja, kesehatan masyarakat, dan membenahi infrastruktur di provinsi tersebut.
Hasilnya, pada 2011, sebuah media cetak nasional menobatkan Aher sebagai Tokoh Perubahan. Prestasi itu hanya satu dari 75 penghargaan yang pernah ia terima selama kepemimpinannya.
Popularitas itu pun menjadi bekalnya mengikuti Pilgub 2013. Namun ia menggandeng aktor kawakan Deddy Mizwar. Sedangkan Dede Yusuf yang mengikuti Pilgub mengajak Lex Laksamana sebagai pasangannya. (Berbagai sumber)
*http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/06/13/6/161034/Penjual-Gorengan-Itu-Kini-Memimpin-Jabar
Anis Matta: Ini Kemenangan di Tengah Badai, Mengalahkan Konspirasi dan Fitnah
Diposting oleh
cahAngon
on 26 Februari 2013
, in
JABAR FORWARD
Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta
mengatakan, kemenangan sementara pasangan Ahmad Heryawan (Aher)- Deddy
Mizwar seperti yang ditunjukkan oleh hasil penghitungan cepat lembaga
survei, adalah kemenangan di tengah badai.
"Kemenangan pasangan Aher-Deddy Mizwar datang di tengah badai yang
menimpa PKS. Ini adalah kemenangan hati nurani, kejujuran yang tak bisa
dihancurkan oleh konspirasi dan fitnah," kata Anis Matta di Jakarta,
Minggu (24/2/2013).
Anis percaya bahwa keberhasilan pasangan yang didukung PKS, Partai
Persatuan Pembangunan, Hanura dan partai Bulan Bintang dalam Pilkada
Jabar 2013 itu, menandakan kebangkitan PKS secara umum.
Mantan wakil Bupati Garut Dicky Chandra yang mengundurkan diri
sebagai orang nomor dua di kampung halamannya itu, kembali memberikan
dukungannya kepada H Deddy Mizwar untuk maju menjadi Calon Wakil
Gubernur Jawa Barat dalam Pilkada Jabar, Selasa (15/1/2013).
Deddy Mizwar pun menyematkan kancing bereum kepada Dicky Chandra yang menjadi simbol pasangan Aher-Deddy untuk Jabar 2013-2018.
Filosofi "kancing beureum" yang dipasangkan di kemeja putih mereka
diartikan sebagai simbol nasionalisme dan berdiri di atas semua golongan
masyarakat Jawa Barat.
*http://foto.detik.com/readfoto/2013/01/15/182739/2143019/157/3/dicky-chandra-dukung-deddy-mizwar
![]() |
| sesi perbincangan yang sangat terbuka, penulis dg Kang Aher |
Kancing Merah, Korupsi, dan Meminang Deddy Mizwar
Oleh Wahyuni Susilowati*
Kang Aher alias Ahmad Heryawan seolah tak terusik dengan kian dekatnya
saat Pilkada Jawa Barat pada Februari 2013 mendatang, dia terus saja
fokus pada memaksimalkan kinerja yang pada akhirnya mendatangkan
berbagai penghargaan bagi kepemimpinannya.
Pada Jumat (14/12) lalu, Kang Aher menerima penghargaan Adhy Karya Pangan Nusantara kategori Pembina Ketahanan Pangan terbaik dari Presiden RI yang merupakan penghargaan ke-89 bagi Provinsi Jawa Barat selama masa kepemimpinannya.
Pada Jumat (14/12) lalu, Kang Aher menerima penghargaan Adhy Karya Pangan Nusantara kategori Pembina Ketahanan Pangan terbaik dari Presiden RI yang merupakan penghargaan ke-89 bagi Provinsi Jawa Barat selama masa kepemimpinannya.
Dialog AA Gym bersama Kang Aher
Ini adalah sepenggalan singkat dialog Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan
bersama AA Gym pada saat Ceramah Subuh on air MQ fm di Mesjid Daarut
Tauhid Bandung pagi tadi, Ahad 25 November 2012.
Agym : "Pak Gub lahir 66?"
Aher : "Iya, 46 tahun sekarang"
Agym : "Oo, lebih muda. Saya (kelahiran) 62 pak. Jadi panggil Saya kakak ya" :D
Agym : "Kepikiran waktu kecil jadi Gubernur Pak?"
Aher : "Nggak. Sama sekali nggak."
Agym : "Sama Saya juga nggak kepikiran jadi kyai." :D, Tapi Allah yang mengatur, sehingga sebagai apapun dan dimanapun semoga kehadiran kita membawa manfaat"
Agym : "Apa yang Bapak cita-citakan untuk Jabar?"
Aher : "Saya ingin 5 hal saja: Sehat, Terdidik, Berdaya Saing, Taat pada Tuhan, dan kelima.."
Agym : "Iya, yg terakhir?"
Aher : "terakhir,.. Masuk surga sama-sama."
Agym : "Amiin, amiinn. Berarti berapa juta pak yang mau diajak masuk surga bareng-bareng?"
Aher : "44,5 juta penduduk."
Agym : "Berhubungan dengan PILKADAL (Pemilihan Kepala Daerah Langsung), Bapak katanya mau maju lagi, bukannya capek Pak?"
Aher : "Betul, dilihat dari segi itu memang sangat melelahkan. Tapi seperti yang tadi Saya katakan, insya Allah ada maslahat lebih besar yang dapat kita upayakan. Agama itu akan lebih tegak dengan kekuasaan. Kata Utsman, Innallaha laa Yazza'u bish Shultaan, maa laa yazza'u bil qur'an, Sungguh akan selesai dengan kekuasaan, apa-apa yang tidak selesai dengan Al-Qur'an. Jadi dengan begitu, insya Allah kita bisa menebarkan kebaikan lebih masif dan meluas insya Allah."
Agym : "Pak, ini mah bercanda yah. Katanya ini mah, Pilkadal sekarang banyak tukang obat. Jadi yang milih teh gimana penyakit we ceunah..:D. Kalau sakit kepala, milih Bodrex..Nu Lalungse, Leleus we milih kuku Bima. Nah yang sakit perut milih Promag ya.. Tapi da Saya mah ini memang rada maag nih pak Gub, jadi udah jelas lah pilihan Saya. Hadirin mah terserah penyakit masing-masing ya...:D"
*bintang iklan Promag = Dedy Mizwar (pasangan Aher). Bodrex = Dede Yusuf. Kuku Bima = Rieke
-sumber: http://www.pks-kotabogor.org/mobile.php/pks/tulisan/berita/45611891/dialog-aa-gym-dengan-bapak-gubenrnur-achmad-heryawan.html
Korupsi di Jabar Bukan Terjadi di Pemprov, Tapi Ternyata... Anda Akan Kaget
Diposting oleh
cahAngon
on 13 November 2012
, in
JABAR FORWARD
Korupsi di Jabar Bukan Terjadi di Pemprov
Bandung - Kepala Biro Humas, Protokol, dan Umum Pemprov Jabar
Ruddy Gandakusumah memastikan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf lebih
banyak menorehkan prestasi.
Sementara isu korupsi yang dihembuskan tidak beralasan karena tidak pernah terbukti.
"Pemprov Jabar justru dapat predikat laporan keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Kalau ada kasus-kasus korupsi di wilayah Jabar dalam arti di kabupaten kota atau instansi vertikal atau BUMN itu di luar wewenang gubernur dan wakil gubernur," kata Ruddy kepada wartawan di Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (12/11/2012).
Upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi oleh pasangan Hade, kata Ruddy, tidak hanya berhenti di situ. Pada 29 Maret 2012, Gubernur Ahmad Heryawan melakukan penandatanganan Pakta Integritas bersama Bupati/Wali Kota sebagai wujud komitmen pencegahan dan pemberantasan korupsi, serta pada 4-5 Oktober 2012 melakukan pencanangan Jawa Barat sebagai wilayah bebas korupsi.
"Jadi soal penelitian ICW yang menyebut Jawa Barat sebagai provinsi terkorup kelima dengan 14 kasus, jumlah tersebut disumbang justru oleh kabupaten kota. Dan kepala daerah yang harus bertanggung jawab telah diproses secara hukum tanpa dihalang-halangi oleh Pemprov Jawa Barat," tandasnya. [ito]
Sementara isu korupsi yang dihembuskan tidak beralasan karena tidak pernah terbukti.
"Pemprov Jabar justru dapat predikat laporan keuangan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Kalau ada kasus-kasus korupsi di wilayah Jabar dalam arti di kabupaten kota atau instansi vertikal atau BUMN itu di luar wewenang gubernur dan wakil gubernur," kata Ruddy kepada wartawan di Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (12/11/2012).
Upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi oleh pasangan Hade, kata Ruddy, tidak hanya berhenti di situ. Pada 29 Maret 2012, Gubernur Ahmad Heryawan melakukan penandatanganan Pakta Integritas bersama Bupati/Wali Kota sebagai wujud komitmen pencegahan dan pemberantasan korupsi, serta pada 4-5 Oktober 2012 melakukan pencanangan Jawa Barat sebagai wilayah bebas korupsi.
"Jadi soal penelitian ICW yang menyebut Jawa Barat sebagai provinsi terkorup kelima dengan 14 kasus, jumlah tersebut disumbang justru oleh kabupaten kota. Dan kepala daerah yang harus bertanggung jawab telah diproses secara hukum tanpa dihalang-halangi oleh Pemprov Jawa Barat," tandasnya. [ito]
*http://www.inilahkoran.com/read/detail/1925715/korupsi-di-jabar-bukan-terjadi-di-pemprov
Catatan:
Diantara Kepala Daerah yang terjerat kasus korupsi dan sudah ditahan KPK
serta diadili adalah Walikota Bekasi Mochtar Mohammad (PDIP) dan
Bupati Subang Eep Hidayat (yang juga Ketua DPC PDIP Subang).
Republika
menulis: Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan kasasi jaksa KPK atas
kasus korupsi Mochtar Mohamad. Politikus PDIP itu divonis bersalah dan
dijatuhi hukuman penjara selama enam tahun dan denda Rp 300 juta serta
uang pengganti Rp 639 juta.
Pengadilan tingkat kasasi menyatakan Mochtar bersalah melakukan beberapa
tindak pidana korupsi. Tindak pidananya, antara lain menyuap anggota
DPRD Bekasi sebesar Rp 1,6 miliar.
Wali Kota Bekasi dan Bupati Subang Resmi Dipecat
[10 April 2012] - Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad dan Bupati Subang Eep Hidayat resmi dipecat dari jabatannya, setelah KPK resmi menetapkan tersangka kasus korupsi.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan telah mengusulkan pemecatan tersebut berdasarkan surat pemberhentian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kepala Biro Humas Protokol dan Umum Ruddy Gandakusumah mengatakan, hari ini Mendagri telah mengeluarkan SK pemberhentian bagi kedua pejabat yang kini meringkuk di Lapas Sukamiskin Bandung tersebut.
Rencananya Pemprov Jabar akan mengambil SK tersebut ke Jakarta, Selasa 10 April, hari ini. Selain itu, pada 30 Maret lalu Pemprov Jabar menerima radiogram dari Mendagri No T.131.32/1960/otda.
"Isi radiogram tersebut meminta gubernur supaya segera mengusulkan pemberhentian kedua pejabat tersebut," kata Ruddy, di Bandung, Senin (9/4/2012).
Radiogram, sambungnya, ditindaklanjuti Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dengan mengirimkan surat No 131/1761/Pem Um pada 5 April 2012 yang isinya mengusulkan pemberhentian dua pejabat tersebut.
Menurutnya, dengan akan diambilnya SK dari Mendagri, maka dua pejabat itu resmi dipecat dari jabatannya.
"Setelah menerima SK Mendagri akan diserahkan ke Dirjen. Selanjutnya gubernur mengundang PLT bupati dan unsur pimpinan daerah serta KPU untuk menyerahkan SK pemberhentian,” paparnya.
Selanjutnya DPRD Subang akan mengadakan rapat Paripurna untuk penggantian bupati/walikota sesuai pasal 131 PP 6/2005. Kata Ruddy, dua pejabat itu akan diganti wakil bupati atau wakil wali kota.
*http://news.okezone.com/read/2012/04/10/339/608479/wali-kota-bekasi-dan-bupati-subang-resmi-dipecat
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nurwahid mengungkapkan keyakinannya atas pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2013. Hidayat yakin pasangan yang diusung partainya tersebut dapat menang satu putaran.
"Kami yakin kans beliau besar. Kita targetkan tidak muluk-muluk, mungkin
sekitar 35 persen hingga 40 persen, kita berharap satu putaran, karena
kan kalau di daerah 30 persen plus satu," ujarnya usai acara peluncuran
buku One Day No Rice di Depok, Minggu (11/11/2012).
Menurut pria yang juga mantan Presiden PKS itu, keyakinannya bukan tanpa
alasan. Prediksi tersebut setelah melihat latar belakang kedua tokoh
yang dianggap mengilap. Ahmad Heryawan, dianggap berhasil memimpin Jawa
Barat melalui prestasi dan Deddy Mizwar yang memiliki latar belakang
kebudayaan yang kental.
Latar belakang tersebut, lanjut Hidayat, mampu menyerap suara dari
daerah-daerah yang telah disasar sebelumnya, antara lain Bekasi, Depok
dan Bogor. Pasalnya, daerah tersebut memiliki jumlah suara yang
signifikan jika berhasil direbut.
"Daerah Bekasi, Depok dan Bogor itu kan nuansa Betawinya kental.
Pengajuan Deddy Mizwar juga untuk mendekati warga. Itu menambah segmen
lain. Apalagi dengan mekanisme mesin partai yang maksimal, saya yakin,"
lanjutnya.
Sebelumnya, menjelang pesta demokrasi lima tahunan wilayah Jawa Barat,
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mengusung pasangan Ahmad Heryawan
danDedy Mizwar di Pilkada Jawa Barat. PKS tak hanya sendiri mengusung
pasangan tersebut dan memilih menggandeng Hanura dan PPP untuk
berkoalisi.
___________ by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Pasangan Calon Gubernur Ahmad Heryawan dan calon wakilnya Deddy Mizwar,
disebut-sebut pasangan sipil ‘militer’. “Sipil itu guberunur Kang Aher,
dan militernya Jendral Nagabonar Deddy Mizwar,” kata Konsultan Politik
Tim Sukses Heryawan, Eep Saefulloh Fatah di Bandung, tadi malam (10/11).
Eep yang selama ini mengaku sebagai ‘Mak Comblang’ kedua calon tersebut sempat pesimis jika keduanya bisa bersatu dan maju dalam Pilgub Jabar. “Betapa sulitnya membujuk Deddy untuk menjadi Cawagub. Tapi ada mudahnya juga mengajak orang baik (Deddy), karena yang membujuknya juga orang baik (Kang Aher),” tuturnya.
Menurutnya, sosok Deddy bukanlah artis yang rindu order atau seorang aktor yang membutuhkan pekerjaan lain. Namun dia ada lah seorang sosok yang ingin membangun Jabar.
Bahkan adanya beberapa artis yang mencalonkan diri dalam Pilgub kali ini juga tidak akan berpengaruh dari segi suara. “Semua artis yang berjuang (calon), adalah murid Deddy Mizwar,” bebernya.
Sementara itu, Deddy secara tegas optimis akan memenangkan Pilgub Jabar dan menjadi orang nomor dua di Jabar selama lima tahun mendatang. “Harus selalu optimis. Tapi semua (calon) itu sahabat-sahabat kita, dan bukan masalah menang atau kalah,” katanya.
Ditanya mengenai program atau strategi khusus, Deddy mengaku belum memilikinya dan belum memikirkannya. “Kita fokus dulu ke pendaftaran dan ikuti aturan yang ada,” pungkasnya.
Eep yang selama ini mengaku sebagai ‘Mak Comblang’ kedua calon tersebut sempat pesimis jika keduanya bisa bersatu dan maju dalam Pilgub Jabar. “Betapa sulitnya membujuk Deddy untuk menjadi Cawagub. Tapi ada mudahnya juga mengajak orang baik (Deddy), karena yang membujuknya juga orang baik (Kang Aher),” tuturnya.
Menurutnya, sosok Deddy bukanlah artis yang rindu order atau seorang aktor yang membutuhkan pekerjaan lain. Namun dia ada lah seorang sosok yang ingin membangun Jabar.
Bahkan adanya beberapa artis yang mencalonkan diri dalam Pilgub kali ini juga tidak akan berpengaruh dari segi suara. “Semua artis yang berjuang (calon), adalah murid Deddy Mizwar,” bebernya.
Sementara itu, Deddy secara tegas optimis akan memenangkan Pilgub Jabar dan menjadi orang nomor dua di Jabar selama lima tahun mendatang. “Harus selalu optimis. Tapi semua (calon) itu sahabat-sahabat kita, dan bukan masalah menang atau kalah,” katanya.
Ditanya mengenai program atau strategi khusus, Deddy mengaku belum memilikinya dan belum memikirkannya. “Kita fokus dulu ke pendaftaran dan ikuti aturan yang ada,” pungkasnya.
Saat deklarasi pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar di Bandung
kemarin (10/11) Eep Saefullah Fattah memberikan 'testimoni' ....
- Hanya org baik yg bisa mengajak orang baik untuk untuk bergabung menjadi pasangan gubernur dan calon gubernur.
- Deddy Mizwar bukanlah sosok aktor yg tengah lesu pamornya; melainkan aktor produktif.
- Deddy Mizwar adalah budayawan dengan pemikiran besar.
- Kang Aher mengajaknya bukan krn Deddy Mizwar artis, namun di balik nama besarnya Deddy Mizwar ingin memajukan Jabar.
- Deddy Mizwar menyadari betul, Gubernur dan Wakil Gubernur adalah pelayan rakyat.
- Selama ini Bang Deddy Mizwar bukan berpartai krn percaya di tempatnya berdiri tanpa lambang partai ia bisa berbuat u/ Indonesia.
- Deddy Mizwar bukanlah org yg berambisi u/ menguasai dinas2 dan duduk di Gd. Sate. Melainkan untuk berbuat u/ Jabar.
- Maka, mari teriakkan MERDEKA krn Deddy Mizwar bersedia mendampingi Kang Aher.
___________ by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Rekan Artis Ramaikan Deklarasi Deddy Mizwar Jadi Cawagub Aher
Mendeklarasikan diri sebagai cawagub Jabar mendampingi cagub incumbent
Ahmad Heryawan (Aher), Deddy Mizwar hadir dengan ditemani rekan-rekan
artisnya. Mereka menyatakan dukungannya pada pemeran Bang Jack dalam
sinetron religi Para Pencari Tuhan itu.
Hadir lebih dulu di lokasi deklarasi adalah Ahmad Heryawan. Ia
mengenakan kemeja putih berkancing merah dan bendera merah putih di atas
saku kirinya.
Kemudian pembawa acara, yaitu Sandrina Malakiano memanggil pendamping
Aher. Namun yang datang dari balik kerumunan ternyata artis senior
lainnya yaitu Didi Petet.
"Sebenarnya saya yang mau jadi wakil, salah ini fotonya," canda Didi sambil menunjuk spanduk bergambar Aher dan Dedi Mizwar.
Tak lama kemudian naik ke atas panggung, Zaskia Adya Meca didampingi
Uding Nganga yang diketahui merupakan lawan peran Deddy di sinetron.
Menyusul dibelakangnya, Deddy Mizwar yang datang bersama Sys NS. Deddy terlihat mengenakan setelan yang sama dengan Aher.
Kehadiran Deddy dan sejumlah artis itu pun menarik antusias warga untuk mengambil gambar.
Dalam deklarasi tersebut, para artis tersebut turut memberika testimoni sebagai dukungannya pada 'Bang Jack'.
"Deddy Mizwar adalah Si Idung Gede. Itu bikin dia punya penciuman yang
baik. Selain aktor dan artis, Deddy juga merupakan bapak yang arif dan
bijak," ujar Udin yang mengenakan setelah hansip.
Sementara Zaskia menyatakan dukungannya pada Deddy yang dinilai akan bisa memegang amanah yang akan diembannya.
"Aku support Pa Haji, karena aku tau segala yang dilakukan sudah ada
pertimbangan ibadahnya. Jadi ketika dia sudah mengambil keputusan ini,
aku yakin sudah menimbang. Ketika menjalankan akan amanah," tuturnya.
Sementara Didi Petet menyatakan bahwa Deddy bukanlah orang yang oportunis.
"Saya kenal Deddy sejak berangkat berkarir. Dia itu konsisten. Dia itu
mumpuni. Peduli pada masyarakat Jabar yang kaya budaya." katanya.
Sementara Sys NS memberikan testimoni bahwa Deddy adalah sahabatnya yang punya hati waras, nyali tegas dan otak cerdas.
"Orang bilang di Jabar perang artis, padahal Deddy ini beyond artis," tuturnya. [detik.com]
Setia Lesmana
@Setialesmana
Journalist
- Bismillah, tweeps ijinkan sy cerita ttg sosok Ahmad Heryawan @aheryawan, yg b'pasangan dgn Deddy Mizwar di Pilgub Jabar 2013 nanti.
- Sy berusaha obyektif berdasarkan pengalaman meliput aktivitas @aheryawan selama ±6 bulan thn 2008-2009.
- Sy setiap hari mengikuti aktivitas Kang @aheryawan diawal-awal beliau menjabat orang no.1 di tanah Pasundan itu.
- Ahmad Heryawan mrp sosok pekerja keras. 5 dari 7 hari dlm seminggu dihabiskannya utk keliling seluruh kota/kabupaten di Jabar.
- Senin s/d Jumat @aheryawan kunjungi lbh dr 1 lokasi (4-5 lokasi) perhari di peloksok Jabar. Start jam 06.00 kembali ke Bdg malam.
- Tak jarang @aheryawan kembali ke Rumah dinas lewat pkl 00. Nmn tdk langsung tidur meski paginya sdh ditunggu jadwal superpadat.
- Di salah 1 teras di sudut Pakuan, sambil melepas penat @aheryawan msh memeriksa surat2 masuk dan usulan agenda dari Sekpri.
- Surat undangan menumpuk setiap harinya, dari ceramah dikampus, pesantren, temu tani, bupati/walikota bhkn undangan khitanan sgala.
- Meski Kang @aheryawan nyaris setiap hari tidur diatas jam 12 malam, nmn msh sempat mimpin Shubuh berjamaah di Mesjid Pakuan.
- Dlm bbrapa kesempatan ngobrol, @aheryawan bertekad buktikan bhw rakyat nggak salah milih dirinya, dgn cara bekerja keras.
- Heryawan sadar, banyak orang yg meragukan kompetensinya krn dia belum punya pengalaman di eksekutif ataupun birokrasi.
- Selama ini Gub Jabar berasal dari kalangan elit (militer atau birokrasi). Sedangkan Heryawan berasal dari rakyat kebanyakan.
- Karakter proletar itu pula yg mengubah wajah rmh dinas Pakuan mjd wajah merakyat yg bebas dikunjungi kalangan manapun.
- Heryawan melakukan desakralisasi Pakuan yg dulu hanya mjd "milik" para inohong bukan rakyat biasa.
- Dlm catatan sy, 5 hal yg jd prioritas Heryawan diawal kepemimpinannya: pendidikan, kesehatan, lap kerja, pertanian, infrastruktur.
- Heryawan mengaku terkejut saat tahu rendahnya angka partisipasi sekolah di Jabar, provinsi yg punya segalanya dr sisi SDA.
- Dan slh 1 penyebabnya adl soal ruang kelas yg jmlh jauh dari cukup. Disemua strata pendidikan.
- Heryawan pun memutar otak genjot pembanguan ruang kelas baru di seluruh Jabar. Apadaya, APBD Jabar tergolong kecil.
- Dia lakukan efisiensi dgn memangkas biaya2 rapat dan hal2 yg gak perlu utk naikkan angggaran pendidikan.
- Heryawan jg mengetuk pintu industri2 di Jabar utk mengalokasikan dana CSR utk bangun ruang kelas baru.
- Thn 2008, ide2 naikkan angg pendidikan belum bisa dieksekusi Heryawan krn dia dilantik saat APBD sdh ketok palu.
- Dan selama 2009-2011 Heryawan sukses membangun 20.000 ribu ruang kelas baru dan menaikkan angka partisipasi sekolah.
- Heryawan diganjar gelar Doktor Honoris Causa dri slh 1 Universitas Korsel, krn rekornya membangun 6.000 ruang kelas ditahun 2009.
- Heryawan selalu bilang, pendidikanlah yg bisa memutus lingkaran kemiskinan. Sy bisa "naik kelas" krn saya sekolah hinggga sarjana.
- Heryawan jg prihatin dgn tingginya angka kematian bayi dan ibunya saat melahirkan. Heloww Ini Jabar loh...
- Dlm berbagai kesempatan pidato heryawan selalu bandingkan kematian akibat kecelakaan pesawat dgn kematian bayi dan ibu melahirkan.
- @aheryawan: "Saat penumpng 1 psw Adam Air jatuh, semua heboh dan berkabung berhari2, tp tdk dgn kematian bayi & ibu melahirkan"
- Heryawan pun sediakan beasiswa utk gadis2 desa yg mau jadi bidan, selesai sekolah mrk balik mengabdi di kampungnya.
- Heryawan juga bangun ratusan Puskesmas dgn fasilitas standar dan lengkap (PONED) setiap tahunnya di setiap kecamatan di Jabar.
- Thn 2010 Heryawan bangun 100 unit P. Poned; 2011 (100) dan 2012 (200). Bandingkan di era Dani yg hanya sekitar 100-an (selama 5 thn).
- Pendidikan dan Kesehatan, dua hal paling penting bagi kualitas SDM di Jabar, begitu Heryawan selalu katakan.
- Kerja Keras jg ditunjukkannya dlm membangun infrastruktur jalan (provinsi), paling trasa infrastruktur Jalan di Jabar selatan.
- Namun kadang orang tdk bisa membedakan mana jln provinsi, kabupaten/kota, mana nasional. Shg jk ada jalan rusak Heryawan disorot.
- Soal layanan publik ini, Heryawan jg benahi dari sistemnya dgn a.l. mendorong LPSE utk transparansi tender.
- Heryawan seakan ingin buktikan bhw tdk benar pemimpin berlatar blkg santri spt dirinya abai soal layanan publik & profesionalitas.
- Enam bulan meliput kegiatan Heryawan, kesan pekerja kerasnya begitu kuat dimata saya. Mungkin krn sejak kecil terbiasa kerja keras.
- Sejak awal Heryawan terapkan sistem "mobile office" dimana sebagian besar waktunya dihabiskan keliling Jabar.
- Jadi bukan hanya Jokowi saja yg blusukan ke sudut2 Jakarta, sejak 2008 Heryawan sdh blusukkan ke peloksok2 Jabar.
- Hanya saja harus diakui, tim Jokowi lebih pintar mengemas personal Branding Jokowi dibanding tim Heryawan.
- Sy tdk tahu, mengapa kerja keras Aher bangun Jabar minim terpublikasi meski sebagian besar waktunya habis kunjungi peloksok Jabar.
- Utk sementara sy cukup dulu krn (maaf) hrs segera boarding. Semoga bermanfaat.
Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Awal tahun 2013, Jawa Barat (Jabar) akan menggelar Pemilihan Kepala
Daerah (Pilkada). Sejumlah partai politik (parpol) sudah menetapkan
calon untuk meramaikan pesta demokrasi tersebut.
Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang mengusung
Ahmad Heryawan (Aher) dan Deddy Mizwar, sebagai pasangan calon gubernur
dan wakil gubernur, optimis menang.
“Kita yakin menang, insyaallah,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Anis Matta melalui pesan singkatnya kepada Sindonews, Jumat (9/11/2012) malam.
Sementara
Sekjen PPP M Romahurmuziy meyakini, pasangan Aher dan Mizwar merupakan
kombinasi dua tokoh yang tepat. Pasalnya, rakyat Jabar tidak akan ragu
untuk mendukungnya.
“Insyaallah dengan keunggulan kombinatif pasangan yang kita usung, kita akan mendapat kepercayaan rakyat Jabar,” ujarnya.
Seperti
diketahui, Aher dan Deddy Mizwar di usung oleh tiga parpol, yakni PKS,
PPP dan Hanura. Sementara Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki hanya
diusung PDIP Perjuangan.
Sedangkan Dede Yusuf diusung oleh Partai
Demokrat (PD). Sementara Partai Golkar nampaknya sudah bulat untuk
mengusung Irianto MS Syafiuddin alias Yance.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku jika beberapa saat lalu sempat ditawari oleh Partai Golkar untuk berkoalisi dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat yang akan segera berlangsung.
Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Romahurmuzy, dirinya baru saja dimintai konfirmasi oleh wartawan terkait ajakan koalisi tersebut.
Menurut informasi yang dia terima, niatan untuk berkoalisi itu juga telah diumumkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham.
"Baru saja yang lalu saya dikonfirmasi oleh wartawan, Golkar mau koalisi dengan PPP, dan sudah diumumkan oleh Pak Idrus. Saya jawab tidak," kata Romy kepada wartawan di Komplek Widya Candra, Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Diakui Romy, Golkar menginginkan salah satu kader PPP, yakni mantan Sekretaris DPW PPP Jawa Barat untuk menjadi cawagub bersama calon dari Golkar.
Namun usulan tersebut ditolak oleh PPP. Sebab, kader yang hendak dipinang oleh Golkar tersebut saat ini telah menyatakan diri keluar dari keanggotaanya di PPP.
"Dikatakan juga calon di kader PPP, mantan Sekretrais DPW, Pak Tatang. Saya jawab tidak. Karena setelah masa baktinya (Tatang) berakhir yang bersangkutan telah pindah," ungkapnya.
Faktor lain yang menyebabkan penolakan PPP atas ajakan Golkar tersebut adalah karena PPP telah mengumumkan akan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilgub Jawa Barat kali ini.
Bahkan Romy berharap agar koalisi antara PPP dan PKS mampu berlanjut di Pilkada yang ada di daerah lain. "Karena kita koalisi dengan PKS. Kita membangun kesepakatan dengan PKS agar koalisi ini dilanjutkan di daerah lain. Khususnya yang paling dekat ini di Sumatra Utara," pungkasnya.
by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Jumat, 09 November 2012
Lalu Suryade
@suryadelalu
Aleg PKS DPRD Prop. Jawa Barat
- Sudikah bila kukultwit ttg konstalasi politik dan peluang kemenangan di PilgubJabar??
- Bismillah, ini mungkin yg disebut Jokowi-Effect itu.
- Kalo ada Gangnam Style, maka partai2 sibuk mencari Jokowi Style untuk Jabar.
- Persoalan taklah sederhana. Tiada manusia yg persis sama di dunia.
- Yg gocok untuk PilgubDKI belum tentu cocok untuk PilgubJabar.
- PKS sjk awal tentukan Aher, Golkar Yance, Demokrat Dede, dan PDIP Oneng.. Saya tak hapal yg perseorangan itu, ada yg tahu?
- Dulu pernah sy twit bhw koalisi PDIP dg Gerindra lanjut di PilgubJabar ...nyatanya Jokowi Effect itu membawa dampak tak positif utk itu.
- Satu hal lagi, ada yg berharap paket Hade lama dilanjutkan utk PilgubJabar kini. Tapi kadang rasa pede seseorang bisa lampaui segalanya.
- Maka muncullah pasangan2 yg sulit diprediksi siapa yg paling berpeluang untuk memenangkan PilgubJabar ... Ini ibarat EPL.
- Pertama, Dede Yusuf - Lex Laksmana.. Kabarnya akan disingkat Delman diusung hanya o/ PD.. Kondisi internal PD jadi soal tersendiri.
- Iwan Sulanjana yg akhirnya memenangkan kembali jabatan ketua DPD PD Jabar, sebelumnya berharap dia yg jadi cagub, didampingi Dede.
- Secara psikologis, itu bs berdampak pd perjalanan mesin PD sendiri.. Kabarnya, Iwan kecewa Dede belum pula sowan padanya seusai Musda.
- Dede memilih Lex Laksamana, mantan sekda Jabar sbg wakil, mungkin dg pertimbangan utk mengisi kekurangannya dlm hal birokrasi.
- Apakah mungkin Lex dpt menghimpun suara bg Delman.. Gak tau deh, yg jelas pasangan ini emang berpikir Dede dipasangin dg siapapun jadi koq.
- Apa iya Dede adalah segalanya untuk pengumpulan suara pemilih? Saya agak beda keyakinan dg Dede.. :))
- Itulah kenapa, ungkapan "Aher takkan jadi apa2 bila tanpa Dede" itu agak kurang baik menurut saya.. Terutama bagi Dede sendiri..
- Overconfidence.. Begitu kira2 kata Obama mah.. :)))
- Dulu saat dg Aher, dua hal yg bikin Dede kurang diungkit pihak lain. Satu, HADE gak diperhitungkan bakal menang. Dua, Dede hanya cawagub.
- Kini, tentu persoalannya beda. Dede adalah cagub.. Banyak pihak memperhatikan track recordnya, bahkan semenjak belum jadi wakil gubernur.
- Jadi 3 kendalanya: mesin politik PD tidak solid untuk Delman, krn pertentangan internal yg sedemikian rupa.. Figur Lex juga tidak populer.
- Kendala ketiga bagi Delman adalah dari figur cagubnya sendiri, Kang Dede.. Sekokoh apa beliau, mungkin saja diuji banyak pihak.
- (PKB Pusat pengen dukung Dede, Jabar pengen dukung Aher.. Alegnya cuman dua.. Tapi hub Aher dg konstituen PKB, bagus.)
- Pasangan kedua yg sdh pasti adalah Rieke-Teten.. Tadinya saya pikir Teten-Rieke.. Ini mengingat berbagai pertimbangan rasional.
- Rieke memang unggul dari segi popularitas & isu gender.. Tapi masyarakat lebih mengenalnya sbg Oneng.. Kata oneng itu berkonotasi negatif.
- It mungkin sebab dikedepankan nama Rieke bukan Oneng.. Beda dg Dede yg nama populer, walau nama aselinya Macan.. ;)
- Jabar beda dg DKI. Perdesaan, pengaruh tokoh (kyai) lokal, adanya komunitas2 dg karakter berbeda: Priangan, Cirebonan, Pakuan..
- Jokowi cepat peningkatan popularitasnya, hanya dg pemberitaan yg masif.. Kalo di Jabar belum tentu.
- Walau ada PR (Public Relations), orang Cirebon membaca koran yg berbeda dg orang Bogor, demikian pula dg orang Tasik.
- Teten, saya suka akang ini.. Setidaknya sama2 penggembala kambing.. Beliau dg domba Garut, saya kecil2an kambing susu Etawa.. :p
- Kalau Teten - Rieke bisa benar2 jadi kuda hitam.. Kalau Rieke - Teten, ga tau deh..
- Sunda mungkin suku bangsa paling berkarakter terbuka dg hal2 baru.. Termasuk figur perempuan.. Tentu, pendapat ini akan diuji dlm pilgub.
- Para kyai di Jabar juga ga resisten dg figur perempuan. Cuma kalo disodori cagubnya Rieke, mungkin mereka garuk2 kepala.. Ini asumsi.
- Ditambah lagi mesin politiknya hanya PDIP.. Penerimaan terhadap Teten di PDIP saya rasa jadi kendala..karena dua sebab...
- Pertama, ada kasus mundurnya (diminta mundur) Rudi Harsa selaku ketua PDIP Jabar.. Rudi orang berpengaruh.. Beberapa yg lain ikut mundur.
- Ada faksi2 di pengurus PDIP.. Juga Teten dg latar belakang ICW & TII -nya menyebabkannya dianggap "orang suci" oleh punggawa PDIP Jabar.
- PDIP Jabar usulkan Gatot, PDIP Pusat 'memaksakan' Teten.. Terdengar suara lirih di kalangan mereka.. "Mun Kang Teten mah sieun atuh".. :p
- Sieun itu artinya takut.. Ga tau deh kenapa kawan2 itu takut mengusung Kang Teten.. Yg jelas dalam konteks pemenangan. Ini soal serius.
- Mungkin mereka tak tinggal diam.. Tapi bisa jadi gerakan mesin politiknya gak maksimal.. Mungkin.. :)
- Jadi seberapa besar peluang Rieke-Teten.. PDIP mungkin berharap Jokowi Effect.. Namun salah2 efeknya bisa negatif.
- Golkar: Paket Yance-Tatang di Pilkada Jabar (berita detikcom)
- Nah, ada berita bhw Yance akan berpasangan dg Tatang Farhanul (mantan bupati Tasik) untuk PilgubJabar.
- Tatang, mantan saingan Rahmat Yasin (RY) ketika pencalonan ketua DPW PPP Jabar.. Ini bisa menarik dukungan kubu yg tak segaris dg RY di PPP.
- Sebagaimana diketahui, Tatang adalah mantan bupati Tasik yg sukses memenangkan PPP, dalam pemilu legislatif di Tasik.
- Kini RY, ketua PPP Jabar.. Pengaruhnya di Bogor sangat solid, juga di wil Jabar lainnya.. Suara PPP Tasik diduga terpecah.
- Memang pengaruh Tatang masih ada, tetapi tentu telah jauh berkurang.
- Tatang akan menghimpun 'haters' Rahmat Yasin di berbagai penjuru, al Hasan Zainal (aleg Jabar & Nukman AH (mantan wagub).
- Tatang itu sekum PPP Jabar di masa Nukman Abdul Hakim sebagai ketua.. :)
- Karena Tatang sdh di PAN, Rahmat Yasin punya alasan 'konstitusional' utk menindak yg tdk patuh..sebagaimana trhdp ketua DPRD Kota Tasik.
- Ketua DPRD Kota Tasik dipecat oleh RY, karena mencalonkan diri melalui partai lain, padahal PPP sdh punya calon bareng PKS.
- Nah, Aher kumaha..? Kumaha nya.. Kalo saya ngomong nanti dianggap gak obyektif..
- Ada dua hal ttg @aheryawan.. Pertama, karena kesadaran bhw popularitas dan elektabilitas ga turun dari langit..maka perlu kerja keras.
- Saya salut dg kerja keras @aheryawan baik dlm tugas2 pemerintahan maupun upaya komunikasi dg publik secara langsung maupun via socmed.
- Tengoklah komunikasinya yg interaktif di akun @aheryawan ...mungkin beliau cagub yg paling rajin menjawab mention.
- Namun, dg upaya sungguh2 demikian, popularitas masih belum mencapai prosentase yg meyakinkan.. Dan itu disadari.. Itulah sebab koalisi.
- Koalisi sbg pengusung telah final: PPP PKS Hanura.. Sabtu besok deklarasi sekalian pendaftaran.
- Selain koalisi, upaya menambah keyakinan jg dg mengambil figur cawagub yg popularitasnya tinggi.. Tapi, tak hanya populer, jg dikenal baik.
- Akhirnya figur cawagub ideal itupun telah deal.. Pasangan Aher dg cawagubnya telah disurvey, dan hasilnya dg berbagai simulasi, menang.
- Tapi, tak boleh dahului takdir. Proses koalisi, proses pencalonan, mesin politik yg mantap, tetaplah bkn jaminan. Kerja keras ttp penting.
- Besok Sabtu di Bandung, deklarasi Aher.
- Bila kita telah memenuhi semua syarat untuk raih kemenangan, suatu kekalahan pun bisa menyenangkan.
___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)
Jujur...
Pemimpin
Karena Ukuran Kita Tak Sama
Kemenangan..


















