-
-
Jujur...
Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”... -
Pemimpin
Seringkali terbukti bahwa tugas utama seorang pemimpin hanyalah bagaimana memilih orang yang tepat. Begitu berhasil memilih orang yang tepat seringkali tugas seorang pemimpin sudah selesai. Setidaknya sudah 80 persen selesai. Tapi begitu seorang pemimpin salah memilih orang, sang pemimpin tidak terbantu sama sekali, bahkan justru terbebani... -
Karena Ukuran Kita Tak Sama
seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi... -
Kemenangan..
Kemenangan sejati yang paling mendasar dan substansial adalah jika kebenaran tetap bersemayam di hati kita. Tidak terkontaminasi oleh racun-racun kehidupan, tidak tergoda oleh iming-iming apapun bentuknya, yang membuat hati kita diisi oleh nilai-nilai lain selain nilai kebenaran yang bersumber dari Allah SWT, ...
"PKS Mencuci Otak Para Kadernya?"
Oleh: Jaharuddin
Hannover - Germany
Beberapa hari ini, berita tentang PKS dimedia kembali menghangat, lanjutan dari episode sinetron kasus LHI, semakin menarik karena salah seorang artis dipaksakan untuk dikaitkan, akhirnya semakin seksi untuk dikomentari. Saya mengikuti berita melalui media online, dan juga ikut membaca beberapa komentar dibawahnya, pro dan kontra muncul, bahkan ada yang berkomentar bahwa perlu diwaspadai PKS melakukan cuci otak terhadap kader-kadernya, karena kader-kader PKS diduga semakin militan saat pimpinannya ditangkap dan dizhalimi.
Entah mengapa, saya agak terusik dengan frasa “cuci otak” ini, padahal saya bukan siapa-siapanya PKS, bukan pengurus PKS, cuma simpatik berat dengan PKS, karena kader-kadernya sejak awal kuliah membina saya. Saya mendapatkan pencerahan dan manfaat yang sangat besar, ketika Allah mempertemukan saya dengan para kader PKS. Semoga saya dan keluarga bisa istiqomah, berjuang dalam barisan orang-orang yang mengutamakan Cinta, Kerja dan Harmoni ini. Amin ya robbil alamin.
Nah, pertanyaan selanjutnya adalah, apakah saya dan keluarga merasakan otak saya dicuci oleh kader-kader PKS, sehingga buta mata hati dan fikiran serta membela membabi buta ketika PKS dipojokkan, pimpinannya ditangkap, dibully dimedia, dan seterusnya.
Untuk menjawabnya, izinkan saya bercerita pengalaman saya dengan kader-kader PKS wabil khusus pertemuan-pertemuan saya dengan pengajian-pengajian dan acara-acara yang diadakan oleh kader-kader PKS. Sejak awal kuliah, saya ikut proses pembinaan yang diadakan rutin setiap pekan, sesekali diadakan Dauroh (pelatihan) dengan berbagai tema, dan juga dilibatkan dalam mengelola beberapa aktivitas dakwah, Saat itu belum ada partai.
Begitu telatennya mereka membina kami, setiap pekan didatangi, diberi arahan, dibantu kuliahnya, dibantu mencarikan rumah, dibantu dalam segala urusan, bahkan jika uang kiriman dari orang tua terhambat, hal ini juga bisa dikonsultasikan ke murobbi (pembina).
Saya punya pengalaman unik, murobbi saya pernah mendatangi saya ke kost-kostan pada jam sholat shubuh (sebenarnya dia baru pulang dari masjid sholat shubuh berjama’ah), padahal rumahnya berlawanan arah dengan rumah saya dari masjid. Sepertinya dia tidak melihat saya sholat shubuh berjama’ah di masjid, maka dia mengecek saya ke rumah. dan apa yang terjadi?…saya gelagapan, karena masih tertidur, jadi belum sholat shubuh…:) :(
Begitulah, salah satu cara mereka dalam membina kami, agar kami sholat shubuh berjama’ah di masjid, atau paling tidak sholat diawal waktu, dengan cara yang tepat mengajak kami untuk melakukan amal sholeh. Ada pula program tahajud call, dimana sekitar jam 02.00 malam, kami satu persatu ditelepon oleh murobbi kami, atau teman sekelompok pengajian untuk dibangunkan agar mudah melaksanakan sholat tahajjud.
Ada pula, ifthor jama’i (berbuka puasa bersama) pada hari Senin dan Kamis, agar kami terbiasa melaksanakan sunnah, ada pula bertukar hadiah, tadabur alam, rihlah (wisata), outbound, olah raga …..itu semua dalam kerangka mentadaburi ayat-ayat Allah yang terhampar dimuka bumi ini.
Dari Jambi saya merantau ke Bogor, proses merantau inipun dikonsultasikan ke murobbi, sehingga bisa diberikan masukan konstuktif untuk kebaikan bersama, saya dibekali surat mutasi, sehingga saat sampai di Bogor sudah ada yang menunggu dan menjemput, dan ajaibnya seolah-olah kita berdialog, berinteraksi seperti orang yang sudah kenal lama, dan selanjutnya saya ditempatkan kembali dalam grup pengajian yang telah ditentukan. Budaya yang dulu saya dapatkan, juga saya temukan di Bogor, kami diminta aktif dikampus, mengelola dakwah, mengorganisasi aktivitas mahasiswa, asrama, masjid, dll.
Dari Bogor saya pindah ke Jakarta. Saya kembali dibekali surat mutasi sehingga langsung bergabung dengan teman-teman di Jakarta. Meneruskan budaya yang sama dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar. Saat di Jakarta ini pulalah, ada kenangan special yang tidak bisa dilupakan, dimana murobbi saya membantu dengan sepenuh hati (moril dan materil) proses pernikahan saya, padahal saya adalah anak perantauan dari Riau yang tidak mempunyai keluarga di Jakarta. Namun, percaya atau tidak, teman-teman grup pengajian saya mengurusi pernikahan saya, seolah-olah saya, adalah saudara kandung mereka, sampai akhirnya proses pernikahan berjalan lancar.
Di Jakarta saya bekerja, menikah, mempunyai anak-anak dan menetap sekitar 9 tahun, dan sampai pada episode selanjutnya, kami sekeluarga merantau ke Jerman. Dari Jakarta kami dibekali selembar surat “sakti” yang sudah saya rasakan saktinya ketika pindah ke Bogor dan Jakarta. Ternyata hal yang sama juga saya rasakan ketika pindah ke Jerman, surat sakti tersebut, benar-benar sangat sakti dan membantu adaptasi kami di negeri orang yang jauh dari keluarga dan muslim adalah minoritas.
Kami diterima seperti keluarga yang sudah lama tidak bertemu, kami dibantu urusan visa, rumah, sekolah anak-anak, studi dan semua aspek diurus, dan mereka ini adalah kader-kader PKS. Jadi, kalau ada orang yang berpandangan tidak relevan PKS disebut sebagai partai dakwah, saya dan keluarga sudah membuktikan dan merasakan bahwa politik bagi PKS hanya bagian dari aktivitasnya, dan jauh lebih banyak urusan lainnya yang juga dikelola dengan baik dan konsisten oleh PKS. bahkan ketika kami sudah mempunyai anak-anak, ada panduan yang dibuat dengan matang tentang pendidikan anak-anak, yang diberi nama Tarbiyah Anak Kader, Proses pembinaan yang dirancang agar anak-anak menjadi pribadi yang sholeh, cerdas dan bermanfaat bagi orang tuanya, bangsa dan agamanya.
Singkat cerita PKS mengurusi sejak dari anak-anak, remaja, dewasa, menikah, punya anak, sampai meninggalpun juga diurusi oleh kader-kader PKS. Coba partai mana yang mempunyai bidang khusus yang mengurusi pernikahan, keluarga dan anak-anak para kadernya, serta anak-anak muslim lainnya.
Kembali pada topik, benarkah PKS melakukan cuci otak?
Coba anda tarik sendiri kesimpulan, dari cerita saya diatas, apakah saya dan keluarga dicuci otaknya? kalau kita mau berkata jujur, terlihat dengan jelas, tidak ada proses cuci otak, yang ada adalah jiwa-jiwa kami dicuci dari kejelekan, dan diajak untuk amar ma’ruf nahi mungkar, dengan rasa cinta, dilayani secara konsisten oleh kader-kader PKS. Bisa jadi awalnya kami ikut-ikutan, atau terbawa oleh lingkungan, namun seiring dengan waktu, kami sadar inilah jalan yang baik dan benar, bahkan kami juga ingin menyebarkan cinta-cinta kami kepada semakin banyak orang, untuk ikut dalam pengajian-pengajian kami, agar kami bisa berbagi cinta kepada khalayak ramai, sehingga kami memimpikan orang-orang yang cerdas yang mengetahui hak dan kewajibannya sebagai anak bangsa, dan muslim yang baik.
Saya merasakan proses pembinaan yang dilakukan oleh kader PKS adalah proses menjadikan orang-orang yang cerdas semakin cerdas, dianjurkan semakin banyak membaca, semakin banyak tahu, dan saya melihat langsung kader-kader PKS banyak sekali yang berpendidikan tinggi, apalagi di Jerman, rata-rata mereka adalah mahasiswa mulai dari S1 sampai S3, ada yang bekerja secara profesional dengan disiplin ilmu yang dalam dan specifik, bahkan banyak dari mereka adalah orang-orang yang sangat beprestasi dibidangnya masing-masing.
Saya ikut dalam pengajian-pengajiannya mereka, saya melihat mereka rela merogoh kantong untuk membiayai dakwah mereka, juga mengalokasikan waktu akhir pekan mereka untuk ikut pengajian, mengelola masjid, mengelola pengajian kota, mengisi pengajian, rapat, dauroh, dan seabrek kegiatan dakwah dan sosial lainnya, dalam rangka memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat.
Pengajian-pengajian di Jerman, tidak mudah dilaksanakan layaknya di Indonesia, saya pernah diajak seorang sahabat untuk ikut pengajian, dan ternyata antar kota, saya tinggal di Hannover (bagian baratnya Jerman), dan ternyata saya diajak ikut pengajian di kota Dresden (bagian timurnya Jerman), yang berjarak 373 km dari kota saya, atau kalau naik kereta ekonomi, lama perjalanannya sekitar +/- 7 jam perjalanan sekali perjalanan, dan ternyata lagi, mereka datang ke Dresden, bukan hanya dari Hannover, tapi juga ada dari kota lainnya, seperti Berlin dan Erfurt. Pengajian ini mereka adakan setiap dua pekan, mereka rutin bertemu, dengan biaya sendiri.
Saya juga pernah diikutkan dalam dauroh se-Eropa yang diadakan disalah satu kota di Jerman, pesertanya dari beberapa negara di Eropa, panitia menyewa hotel untuk tempat acara dan penginapan, dan belakangan saya baru tahu, panitia merogoh kantongnya lebih dari 9.000 euro (+/- Rp. 108jt). Dari mana mereka dapatkan uang sebesar itu? ternyata para kader yang sudah bekerja diminta pengorbanan hartanya, sebagian dari gaji mereka diinfaqkan untuk dakwah, salah satunya untuk dauroh ini. Termasuk juga mengongkosi sebagian student yang tidak bisa ikut acara karena tidak ada ongkos.
Coba anda bayangkan, mungkinkah mereka, para Associate Profesor, calon profesor, doktor, master dan orang-orang cerdas ini, bergerak karena otaknya sudah disalah gunakan PKS? anda sendiri yang bisa menjawab, bahkan saking semangatnya mereka, saya pernah mendengar kata-kata “PKS itu hanya wajihah/kendaraan. Kalaupun PKS dibubarkan, atau dibekukan, dakwah kami tetap berjalan, dan tidak akan memudar”.
Begitulah semangat mereka dalam berdakwah, walaupun muslim minoritas di Jerman, dan terpisah-pisah antar kota, namun mereka, karena cintanya kepada Allah dan Rasulullah SAW, mereka terus bergerak seolah-olah tidak pernah capek, untuk menyebarkan cinta kepada ummat muslim dimanapun berada.
Jadi, kalau anda percaya kader-kader PKS telah dicuci otaknya, bisa jadi benar, PKS telah mencuci hati-hati para kadernya, sehingga Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, telah mengerakkan hati dan fisik mereka untuk bekerja, memberi cinta dan mengidamkan terjadinya pribadi, keluarga, lingkungan, masyarakat, negara bahkan dunia yang harmoni, jiwa-jiwa yang selamat dunia dan akhirat. Amin ya robbil alamin.
Hannover, Musim bunga (Cinta) di Jerman, 15-05-2013
*http://politik.kompasiana.com/2013/05/15/pks-mencuci-otak-para-kadernya-560398.html
Setelah Wakil Gubernur Jawa Tengah, ibu Dra. Rustriningsih M.Si yang memberikan dukungannya kepada pasangan HP-Don, dukungan juga datang dari Ketua Umum PNI Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri yang mendukung pasangan cagub Hadi Prabowo-Don Murdono (HP-Don) dalam Pilgub Jateng pada 26 Mei mendatang.
Bukti dukungan Putri proklamator RI Soekarno ini dengan menyerukan agar kaum nasionalis di Jateng turut mendukung dan memilih pasangan yang diusung enam partai koalisi ditambah Nasdem.
“Saya mengajak seluruh kaum nasionalis di Jateng untuk mendukung pasangan HP-Don,” tandasnya, Minggu (19/5).
Pihaknya mengaku sudah mengenal baik pasangan Sekda Jateng – Bupati Sumedang tersebut. Bahkan, hubungannya dengan Don Murdono sudah seperti keluarga sehingga ia memahami kompetensi dan kemampuannya untuk memimpin Jateng.
Cagub Hadi Prabowo menyambut baik atas dukungan Sukmawati. Dukungan ini memberikan semangat untuk mampu memenangi pilgub mendatang. Ajakan Sukmawati kepada kaum nasionalis di Jateng ini akan memantapkan langkahnya untuk meraih perolehan suara terbanyak saat pencoblosan pilgub.
“Atensi dan upaya bu Sukmawati menambah semangat dan semakin mantap untuk meraih kemenangan. Kami sampaikan salam hangat pada beliau dan terima kasih atas dukungan dan ajakan nya untuk memilih HP-Don,” tandas Ketua Dewan Pengurus Korpri Jateng.
Hingga kini, HP-Don juga terus bergerak untuk sosialisasi dan kampanye pemenangan pilgub ke masyarakat dan pendukungnya.
Pasangan yang diusung PKS, Gerindra, PKB, PPP, Hanura, dan PKNU ini telah berkampanye di sejumlah daerah untuk bertemu masyarakat kecil di pasar, pedesaan, dan kampung nelayan.
“Waktu pencoblosan tinggal tujuh hari lagi sehingga partai pengusung dan pendukung, tim sukses maupun relawan harus bekerja lebih keras lagi. Keterpaduan partai koalisi dan relawan harus dilakukan dan ditingkatkan,” jelas Ketua Ikatan Alumni Undip Wilayah Jateng.
Menurut dia, paling penting dan terutama ialah partai pengusung bisa mendatangi masyarakat langsung, bekerja cerdas dan ikhlas. Hal ini juga harus dilakukan dalam minggu tenang, pendukung HP-Don harus tetap bekerja santun dan elegan.
HP juga menyoroti banyaknya tangan-tangan jahil yang merusak dan dengan sengaja mengambil baliho maupun spanduk HP-Don di berbagai daerah.
“Gambar boleh hilang atau dirusak, yang terpenting HP-Don tetap melekat di hati masyarakat. Yang di jahili itu biasanya yang menang,” ungkapnya. (rw/smc/pksbogor/dakwatuna)
*http://www.pksbogor.org/2013/05/putri-bung-karno-ajak-kaum-nasionalis.html
Sabtu (27/4), selepas Ashar, DPRa PKS Cipinang Besar Utara (CBU) menggelar kegiatan Liqo Tarbawi dan Tansiqi 3 Besar (LT3B) di RW. 03.
Acara yang dibuka dengan tilawah Quran dihadiri sedikitnya 70 kader PKS, ikhwan dan akhwat di wilayah kelurahan Cipinang Besar Utara.
Ustadz Caca Cahaya Ningrat, SE sebagai muwajih menyampaikan materi tentang ‘Tadhiyah’.
“Dalam dakwah itu tidak mungkin tanpa pengorbanan, pasti ada pengorbanan,” jelas beliau.
Dalam kesempatan tersebut, beliau juga berharap bahwa kedepan kegiatan LT3B tidak hanya dihadiri oleh kader dan simpatisan PKS, namun juga dapat dihadiri masyarakat disekitar.
Ketua DPRa PKS CBU, akh Sugiyanto mengucapkan selamat jalan untuk akhina Rofi’i, mantan Ketua DPRa PKS CBU yang telah memberikan peninggalan berupa semangat para kader dan soliditas struktur di wilayah CBU. (donny)
Sumber: http://www.pksjaktim.org/kader-melimpah-hadiri-lt3b-dpra-pks-cbu/#ixzz2TzLPO916
Tepat jam 16.30 wib, acara serah terima jabatan (sertijab) ketua DPRa Cipinang Besar Utara (CBU) di Restauran Sari Idaman, Cipinang Elok, Ahad (21/4) kemarin berlangsung dalam suasana silaturrahim.
Selain dihadiri para kader PKS CBU, juga dihadiri ustadz Caca Cahayaningrat yang merupakan penasihat DPRa PKS CBU dan hadir pula sekretaris DPC PKS Jatinegara, ustadz Benny.
Akh Sugiyanto diberi amanah untuk melanjutkan estafeta dakwah yang telah diemban sebelumnya oleh akh Rofi’i.
“Kalau ada awal, pastilah ada akhir,” ucap ustadz Caca menanggapi periode kepengurusan DPRa yang memiliki waktu.
Dalam kesempatan kata sambutan, akh Rofi’i menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh kader yang telah membantu bersama-sama bekerja dalam ladang dakwah di wilayah kelurahan Cipinang Besar Utara.
“Saya mengucapkan terimkasih untuk para kader-kader sejati CBU yang senantiasa menjalakan tugasnya dengan ikhlas,” ujar akh Rofi’i.
Diakhir acara serah terima ini, para kader tak lupa membuat foto keluarga besar PKS Cipinang Besar Utara. (donny)
Sumber: http://www.pksjaktim.org/estafeta-kepemimpinan-dpra-pks-cbu/#ixzz2TzKvw6Fq
Ahad (3/3), tepat jam 15.30, DPRa PKS Cipinang Besar Utara (CBU) menggelar Maulid Nabi Muhammad saw dengan mengambil tema, “Lebih Dekat dengan Rasulullah saw.”
Hadir sebagai penceramah, da’i kondang, lucu namun sarat akan nasihat-nasihat, ustadz Agus Supriatna, S.Pd.
Selain dihadiri kader, maulid yang diselenggarakan oleh DPRa PKS CBU ini juga dihadiri oleh para saksi-saksi saat Pilkada 2012 lalu. Hadir juga para ibu-ibu Majlis Ta’lim di lingkungan Cipinang Besar Utara. Sedikitnya 200 orang yang hadir pada acara besar yang diselenggarakan di bulan-bulan awal tahun 2013.
Selain mendengarkan ceramah, para hadirin juga dihibur dengan pembagian door prize. (donny)
Sumber: http://www.pksjaktim.org/dpra-pks-cbu-gelar-maulid/#ixzz2TzKXT7FS
Fairy Setiawan
Jurnalis
Anomali cuaca masih terjadi di penghujung Mei ini. Angin kencang dan hujan deras turun seakan tak ingin berhenti. Akibatnya beragam. Mulai dari yang paling sederhana, hingga yang memakan korban jiwa.
Akibat sederhana -seperti daun yang beterbangan, janji temu yang batal karena para pembuatnya terjebak dalam genangan air dan kemacetan, basah kuyup karena kehujanan sepanjang perjalanan- hingga ke akibat yang lebih rumit seperti tanah yang terkikis dan menyebabkan longsor, luapan air yang tak mampu lagi dibendung oleh sungai-sungai, gelombang lautan yang tinggi, atap-atap rumah yang beterbangan, hingga hilangnya nyawa akibat bencana-bencana tadi.
Ada banyak hal menarik yang bisa diamati dan diperhatikan selepas hujan badai. Pelangi terlengkung kembali di angkasa, langit cerah, burung-burung yang ramai berkicau, aroma tanah yang menguar, lumpur sisa banjir, atap rumah yang tersapu badai, kesedihan maupun tawa bahagia yang berselang-seling dan ucap syukur karena badai telah usai.
Berkali-kali mengamati sisa bangunan yang tersapu badai, membuat hati takjub. Betapa tidak?! Angin kencang bisa menerbangkan atap, menghancurkan sebagian besar bagian atas bangunan, tapi tidak mampu merusak pondasi. Karena, untuk mampu 'sekadar' merobek pondasi (bukan menghancurkannya), diperlukan tornado berkekuatan paling besar. Tornado berskala Fujita 5 (F 5).
***
Badai PKS
Fakta ini membuat kening mengernyit dan tiba-tiba nafas terhembus dengan cepat. Kalau alam saja memerlukan kolom angin berpusaran paling dahsyat untuk mampu sekadar merobek pondasi yang kokoh, mengapa PKS harus takut dengan badai politik yang terjadi sekarang ini?
Alam politik berkali-kali menurukan hujan badai untuk PKS. Yang terjadi setelahnya, selalu sama. Kader yang bertumbuh semakin kuat, semakin militan dan semakin bersih.
Kader yang kuat, militan dan bersih adalah pondasi dari sebuah bangunan organisasi yang akan sulit dihancurkan.
Ibarat sebuah bangunan, PKS dibangun dengan pondasi kader yang berdaya tahan dan berdaya pikat kuat. Mau menguji daya tahan kader? Pergilah ke media-media sosial. Lihat betapa kuatnya kader menahan caci maki dan bully. Lihat betapa kuat mereka bertaut satu dengan lainnya membangun kehangatan persaudaraan. Lihat betapa mereka saling mendukung dan menguatkan dalam bahagia maupun musibah.
Soal daya pikat, tak diragukan lagi. Beberapa kawan sudah menyatakan kekaguman mereka pada PKS. Bukan karena karena kecantikan atau kegantengan ikhwan dan akhwatnya. Bukan karena kepiawaian para elite mengatur diksi hingga setiap tampilan mereka di TV menjadi sebuah seni dialektika yang menarik. Lihatlah betapa media selalu menangguk untung bila menghadirkan dan melibatkan kader PKS dalam warta-warta mereka. Kader-kader berdaya pikat karena mereka tetap bekerja dan menghasilkan hal nyata yang bermanfaat bagi peradaban. Tak ada satu hal pun yang mampu menghentikan kerja nyata mereka! Link ini menjadi salah satu bukti kerja nyata kader PKS http://nasional.inilah.com/read/detail/1984738/politikus-pks-blusukan-sampai-larut-malam#.UZraL6KeOaw
Dengan kekuatan pondasi seperti ini, badai berupa kasus hukum yang menimpa Ustadz Luthfi Hasan Ishaaq tak semestinya menyebabkan PKS gamang dan guncang. Bahkan bila badai itu kemudian akan menyeret pimpinan-pimpinan PKS yang lain, pondasi itu akan tetap kuat dan bahkan akan bertambah solid. Bahkan pun bila wacana pembekuan PKS terwujud, kader tak perlu gentar! Bertautlah satu dengan lainnya. Buktikan kepada dunia bahwa da'wah ini takkan pernah mati dan membeku!
***
Sebuah bangunan disebut "rumah" bukan karena mereka beratap baja dan berdinding tembok. Melainkan karena mereka beralas kokoh. Atap yang menaungi bisa saja terbuat dari rumbia, tetapi alasnya, harus kokoh! Dindingnya bisa terbuat dari tripleks atau bahkan kardus, tetapi alasnya harus solid!
Catat dan kenanglah ini.. : "Badai hanya mampu menerbangkan atap dan merusak bangunan, ia tak akan mampu menghancurkan pondasi yang kokoh".
*penulis: @perimerahjambu on twitter
Mari ikuti kutipan berita-berita di bawah ini... dan ambilah kesimpulan...
Hilmi Aminuddin Penuhi Panggilan KPK
Selasa, 14 Mei 2013
KOMPAS.com - Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (14/5/2013) untuk diperiksa sebagai saksi bagi mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi.
Hilmi tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta sekitar pukul 08.45 WIB dengan dikawal sejumlah orang. Kedatangan Hilmi ini sempat luput dari perhatian wartawan. Berbeda dengan saksi-saksi pada umumnya yang turun dari mobilnya persis di depan pintu Gedung KPK, Hilmi justru memilih jalan kaki dari parkiran samping Gedung KPK menuju pintu masuk. Saat diberondong pertanyaan wartawan, Hilmi yang mengenakan pakaian serba putih itu tidak berkomentar. Dia hanya tersenyum kemudian langsung masuk ke lobi Gedung KPK.
Tak lama setelah Hilmi tiba di Gedung KPK, tampak anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal fraksi PKS Abubakar Al Habsyi memasuki Gedung KPK untuk mendampingi Hilmi. Tampak pula sejumlah anggota Majelis Syuro PKS ikut mengawal Hilmi.
Pemeriksaan hari ini merupakan penjadwalan ulang setelah Hilmi tidak memenuhi panggilan KPK pada Jumat (10/5/2013) pekan lalu. Hilmi tidak hadir dengan alasan tengah mengikuti acara lain yang dijadwalkan lebih dulu ketimbang pemeriksaan KPK. KPK memeriksa Hilmi karena petinggi PKS itu dianggap tahu seputar kasus dugaan korupsi rekomendasi kuota impor daging sapi yang menjerat Luthfi.
(http://nasional.kompas.com/read/2013/05/14/09073083/Hilmi.Aminuddin.Penuhi.Panggilan.KPK)
Megawati Tidak Penuhi Panggilan, KPK Pastikan Tidak Akan Panggil Kedua Kalinya
Senin, 21 Februari 2011
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan tidak akan memanggil mantan Presiden RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sebagai saksi meringankan bagi sejumlah tersangka kasus cek pelawat.
“Kita tidak akan panggil Bu Mega untuk kedua kalinya, meskipun pada Senin (21/2) ini beliau tidak datang memenuhi panggilan KPK,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi, di kantor KPK, Jakarta, Senin (21/2).
Menurut Johan, KPK tidak berkepentingan dengan dijadikannya Megawati sebagai saksi meringankan. Karena, Megawati tidak memiliki hubungan dengan penyidikan yang sedang dilakukan oleh KPK. “Megawati itu kan urusannya partai. Sedangkan kasus cek pelawat ini bukan urusan partai, tapi urusan DPR,” ujarnya.
Johan mengatakan pihaknya hanya memfasilitasi permintaan sejumlah tersangka dari PDIP yang meminta untuk menghadirkan Megawati sebagai saksi meringankan. Aturan hukum membolehkan seorang tersangka memohon untuk dihadirkan saksi meringankan.
“Selebihnya, KPK selaku penegak hukum menyerahkan segala keputusan kepada Megawati untuk menghadiri atau tidak pemanggilan itu,” ujarnya.
Pada Senin (21/2) ini, Megawati tidak memenuhi panggilan KPK sebagai saksi meringankan bagi sejumlah tersangka dari PDIP, yaitu Max Moein dan Poltak Sitorus. Pada kesempatan itu, Megawati diwakili oleh Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan ketua Bidang Hukum DPP PDIP, Trimedia Panjaitan. Mereka menjelaskan mengenai ketidakhadiran pemimpinnya itu. Menurut mereka, Megawati tidak ada hubungannya dengan kasus cek pelawat.
(http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/hukum/11/02/21/165270-minta-penjelasan-amplop-dsw-jamwas-utus-inspektur-ke-kpk)
IPW Sarankan KPK Panggil SBY
Minggu, 30 Desember 2012
JAKARTA - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane, mengatakan untuk mengungkapkan dugaan kasus korupsi yang melibatkan para kader Partai Demokrat, KPK harus berani memanggil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Pemanggilan ini menurutnya sangat penting karena sebagai ketua dewan pembina, SBY harus ditanyakan sejauh mana dirinya mengetahui keterlibatan kader-kadernya, dalam berbagai kasus korupsi yang ada.
“KPK harus berani memanggil SBY sebagai saksi, bukan sebagai presiden tapi sebagai ketua dewan pembina. Pemanggilan SBY sebagai ketua dewan Pembina, tidak memerlukan banyak prosedur. SBY harus ditanyakan sejauh mana dirinya mengetahui kasus-kasus yang melibatkan para kader-kadernya, termasuk dugaan korupsi terhadap Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum,” ujar Neta dalam diskusi relfeksi akhir tahun "Membedah Demokratisasi dan Pemberantasan Korupsi di Jakarta kemarin.
Kata Neta sebagai ketua dewan pembina, SBY tentu mengetahui permainan politik uang dalam kongares PD beberapa waktu lalu di Bandung, Jawa Barat. “Tentunya dia tahu benar jika memang Anas memainkan politik uang. Nah dari sini KPK bisa juga mendapatkan bukti-bukti darimana uang itu didapat dari informasi yang bisa diperoleh dari pengakuan SBY,” tegasnya.
Selain itu sebagai presiden yang juga menjadi atasan Menteri Pemuda dan Olah Raga saat itu, Andi Malarangeng, SBY juga bisa ditanyakan sejauh apa dirinya mengetahui mengenai penggelembungan anggaran oleh kemenpora untuk Hambalang.
“Apakah hal itu diketahui dan dibahas dalam rapat kabinet. Ini juga penting karena dari sana akan ketahuan siapa juga sebenarnya yang bermain dalam kasus ini,” tandasnya. (fik/fmc)
(http://www.infoindo.com/20121230184430-read-ipw-sarankan-kpk-panggil-sby)
Mari kita dukung KPK untuk menegakkan hukum secara adil, tanpa pandang bulu, tanpa diskriminatif.
BERANI JUJUR.... BERAT.. !!!
*by admin @pkspiyungan
Perang Gerilya di Ranah Media ala PKS
“The strategy and tactics of guerrilla warfare tend to involve the use of a small, mobile force against a large, unwieldy one“
Vietnam vs AS -> 1-0
Vietnam sukses memberikan perlawanan kepada AS. Tidak sedikit sejarawan
yang mengatakan perang vietnam adalah kemenangan bagi laskar Vietcong
dan kekalahan bagi militer AS - bahkan terbesar dalam sejarah peperangan
mereka. Catatan penting bagi kemenangan itu adalah pasukan Vietcong
sukses menerapkan strategi perang gerilya yang mereka pelajari dari buku
Fundamentals of Guerilla Warfare (Pokok-pokok Perang Gerilya), karangan Jendral AH. Nasution.
Vietnam memang tidak punya pilihan lain. Selain jumlah personil yang
terbatas, minim dan sederhananya peralatan tempur membuat mereka tidak
mungkin ‘head to head‘ dalam menghadapi kekuatan raksasa militer AS dan
sekutu-sekutunya yang baru saja memenangkan Perang Dunia 2. Dengan
memanfaatkan penguasaan atas kondisi demografi dan geografi Vietcong
melakukan gerilya, membuat tentara AS seperti menghadapi pasukan hantu.
Keluar masuk hutan; menyergap di malam hari; menyamar menjadi rakyat
biasa; melukai bukan membunuh (strategi 1-3, lukai 1 orang, 2 orang akan
menjadi sibuk untuk mengusung). Serangan melalui kelompok-kelompok
kecil terus menerus dilakukan dan terorganisir dengan rapi. Militer AS
dilanda jenuh, frustasi, demoralisasi dan tidak berhasrat melanjutkan
pertempuran.
Carrefour vs Indomaret -> 1-1
Sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu, pemain-pemain bisnis retail dikejutkan
dengan kehadiran Carrefour yang merampok pasar mereka dan menyebabkan
kegoncangan usaha. Yuki, Macan, Makro, Hero yang terlihat sangat mapan
harus gulung tikar karena customer mereka beralih ke Carrefour yang
hadir menawarkan konsep bisnis retail ‘RAKSASA’. Lengkap, BESAR dan
murah.
Carrefour sukses mencaplok pasar retail yang beragam. Tua, muda, kaya,
menengah, Unsegmented. Berbagai cara coba dilakukan;
rebranding-repositioning; tetapi pemain-pemain lama hanya bisa gigit
jari, menyaksikan kasir-kasir mereka semakin sepi dan akhirnya harus
ditutup. Perang ‘head to head‘ dengan Carrefour berarti mati.
Sampai kemudian hadirlah Indomaret…
Indomaret nampaknya paham betul, bahwa perang melawan Carrefour ibarat
perang Vietnam. David dan Goliath. Maka menghadapi raksasa ini tidak
bisa perang tanding satu lawan satu. Maka Indomaret melakukan perang
gerilya. Mereka menciptakan puluhan, ratusan bahkan ribuan gerai
Indomaret kecil. Ya.. kecil, 2 atau 3 ruko, disulap menjadi 1 gerai
Indomaret. Tetapi ada dimana-mana. Dikendalikan dan diorganisir dengan
ketat dan rapi. Hasilnya… gerai-gerai kecil Indomaret sukses mengimbangi
raksasa Carrefour dan masih bertahan hingga kini. Skor masih remis.
Strategi media PKS (PKS vs …. -> .. - ..)
PKS nampaknya cukup jeli melihat situasi. Menilik 2 contoh di atas, PKS
sadar; di satu sisi melawan raksasa media semacam TV One, Metro TV, MNC
Group, Trans Corp + detik.com tidak mungkin ‘head to head‘ karena mereka
akan kalah, di sisi lain PKS butuh media untuk memberitakan
aksi-aksinya atau mengcounter berita negatif dari media lain. Apa yang
dilakukan PKS?
Ya… PKS melakukan Perang Gerilya Media.
PKS punya kader-kader muda yang cukup melek teknologi karena secara usia
memang mereka besar di era ini. Mereka hidupkan media-media online atas
nama PKS baik itu level Pusat, Wilayah sampai Kecamatan. Yang paling
dikenal adalah pkspiyungan.org, pks.or.id, pkssumut.or.id, dan ratusan
situs-situs PKS lainnya. Belum lagi media-media islam yang terlihat pro
PKS seperti dakwatuna.com, islamedia.web.id, dan masih banyak
situs-situs bertema umum yang punya pengunjung/pembaca cukup banyak.
Seperti piyungan.org yang menampilkan jumlah viewernya yang mencapai
18jt dan terus bergerak setiap hari.
Serbuan situs-situs kecil ini ibarat serbuan Vietcong kepada tentara AS
atau Indomaret kepada Carrefour. Banyak tapi kecil-kecil, membingungkan,
cukup survival.
Belum lagi sebagaimana dikatakan Fahri Hamzah di acara Mata Najwa (Metro
TV, 10/04/2013), sebanyak 500ribu kader PKS di minta buat akun di
sosial media, baik itu facebook maupun twitter. Sehingga penyebaran
informasi bisa sangat massif. Pidato Presiden PKS Anis Matta di Medan,
misalnya langsung diposting di tiap-tiap situs PKS, lalu disebar oleh
akun-akun kader mereka. Jika 10% saja dari kader PKS punya friend atau
follower sebanyak 4000, maka akan ada potensi penyebaran informasi ke
200jt akun. Tidak ada media besar yang bisa diandalkan PKS, tetapi
dengan metode guerilla warfare atau ‘keroyokan’ begini, PKS cukup sukses
melakukan penyebaran informasi atau counter opini atas media-media
besar.
Contoh ketika Tempo memberitakan dugaan korupsi Aher terhadap dana Bank
Jabar, tim sosial media PKS rame-rame memberitakan puluhan prestasi
Aher. Contoh lain ketika ada isu LHI mengirim SMS dari penjara, kader
PKS dengan cepat melakukan klarifikasi melalui twitter, diberitakan oleh
situs-situs online PKS dan disebar oleh seluruh kader.
Memang, belum ada riset resmi untuk mengkaji hal ini. Tetapi paling
tidak, para kader dan simpatisan PKS cukup well informed terkait dengan
perkembangan PKS dengan hanya mengandalkan situs-situs di bawah kendali
mereka. Dan selanjutnya mereka melakukan sosialisasi kepada masyarakat
atas isu-isu yang berkembang.
Ini agak sulit ditiru oleh Partai lain. Selain karena basis dukungan
bukan melalui kader, partai lain umumnya di dominasi oleh kader yang
tidak lagi muda. Dan sudah tidak terlalu menikmati riuhnya dunia sosial
media.
Lalu akan menjadi berapakah skornya dalam pertempuran ini?
Well, mari kita nantikan.
Razas MS
@razasms on twitter
*http://politik.kompasiana.com/2013/04/11/perang-gerilya-di-ranah-media-ala-pks-545255.html
SOLO - Menjelang milad (ulang tahun) ke 15 PKS Kota Solo secara resmi
mendaftarkan calon anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum Daerah
(KPUD) pada hari Senin, 15 April 2013. PKS Kota Solo mendaftarkan 45
Nama Calon legislatif DPRD Kota Surakarta.
Pendaftaran caleg dipimpin langsung oleh Ketua DPD PKS Solo, Sugeng
Riyanto. Semua caleg PKS Solo yang didaftarkan adalah hanya kader
internal sebagai bentuk komitmen PKS Sebagai partai kader. “Proses
pencalegan PKS Kota Solo berlangsung secara bottom up, sesuai usulan
kader dimasing-masing dapil. Proses penyusunan caleg berlangsung cukup
panjang melalui survei internal kader dan dilanjutkan pembahasan majelis
syuro. Jadi semua daftar caleg yang muncul saat ini adalah usulan kader
yang sekaligus sebagai mesin utama partai,” ujar Sugeng.
Mengenai keterwakilan perempuan tidak ada kendala berarti dengan kuota
caleg perempuan minimal 30%. Keterwakilan perempuan mencapai 40 persen
atau 18 orang dari 45 keseluruhan caleg di semua daerah pemilihan
(dapil). “Bahkan untuk caleg termuda juga dari kader perempuan PKS.
Dengan komposisi caleg seperti ini, insya Allah PKS Solo siap
menargetkan masuk dua besar di Kota Solo.” jelas Sugeng.
Menurut ketua KPUD Kota Surakarta, Didik Wahyudiono, pada hari ini PKS
menjadi partai pendaftar pertama yang mendaftarkan calegnya di KPUD kota
Solo. Bahkan Didik menyebut PKS "kesregepen" (paling rajin datang awal)
untuk mendaftarkan calegnya.
Setelah mendaftarkan daftar caleg di KPUD, PKS Kota Solo akan menggelar
acara pendukung “Aksi Tebar 1000 Pesan Cinta” di perempatan Manahan.
Acara tebar pesan cinta dilakukan oleh kader-kader wanita PKS dengan
membagikan permen dan quote pesan cinta Presiden PKS, Anis Matta kepada
pengguna jalan raya yang berhenti di traffic light manahan.
Menanggapi aksi ini, Sugeng Riyanto menyatakan, “Aksi ini kami lakukan
karena di dalam tradisi PKS dan yang ingin ditunjukkan PKS ke publik
bahwa politik itu menyenangkan seperti makan permen. Dan kita ingin
menghadirkan cinta dalam politik, sesuai jargon baru PKS yaitu “Cinta,
Kerja dan Harmoni” pungkasnya.
"Keledai Demokrasi"
Nandang Burhanudin
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu
menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani
memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, si petani memutuskan
bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup –
karena berbahaya), jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia
mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa
sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si
keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.
Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam.
Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur. Si petani
melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.
Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan
kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-
guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah,
lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-tetangga si petani terus
menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga
mengguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang
terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri!
***
Sahabat, di beberapa fanspage megalomania, terdapat tulisan-tulisan yang
menusuk jiwa siapapun yang masih mengedepankan akhlak mulia dalam
berdakwah. Selain tulisan KILAAB Al-Gharb (anjing-anjing Barat), muncul
lagi tulisan yang temanya sama-sama binatang: yaitu HIMAAR
AD-DIMUQRATHIYYAH (Keledai Demokrasi).
Di beberapa negera Arab seperti di Mesir, kata HIMAAR memang lazim
digunakan untuk menunjuk batang hidung orang yang bodoh, dungu dan
terperdaya. Mungkin tulisan KELEDAI DEMOKRASI di atas maksudnya, para
penganut demokrasi lebih mirip keledai. Termasuk orang-orang yang
memperjuangkan kejayaan Islam dan kaum muslimin via demokrasi. Logikanya
jika yang setuju dengan demokrasi disebut keledai, lantas para
penikmatnya layak disebut apa ya?
Keledai, ternyata adalah makhluk Allah yang memiliki keunggulan
dibanding manusia. Walau tentu, manusia yang paling mulia. Namun
ternyata di www.anneahira.com disebutkan, bahwa keledai termasuk hewan
pekerja keras, murah, dan bertenaga besar. Digunakan lebih kurang 5.000
tahun mengabdi kepada manusia. Bahkan ternyata, kemampuan visual keledai
mengalahkan kemampuan visual manusia. Beberapa hasil penelitian
kontemporer menyebutkan, keledai dapat melihat dengan sinar infra merah.
Artinya keledai dapat melihat setan, karena setan terbuat dari api.
Sedangkan manusia tidak bisa melihat setan.
***
Sahabat, jika kita menelaah ksiah keledai masuk sumur di atas, maka kita
akan menemukan tamsil sarat makna. Keledai yang dianggap bodoh
kecemplung sumur, mirip dengan keadaan umat Islam yang hingga kini terus
digunjang chaos, carut marut, hingga pelecehan.
Di tataran akidah, banyak umat Islam yang karena ingin hidup subur lebih
percaya kepada Eyang Subur daripada Allah Ta'ala Maha Ghafur. Di
tataran ekonomi, umat hanya menjadi "jongos", "kuli" mulai di negeri
sendiri hingga di luar negeri. Masalah politik, umat pun disuguhi
kisruh. Bahkan di tahun 2013, ada gubernur yang muslim berani melarang
penggunaan kerudung/jilbab panjang. Bahkan hak-hak umat Islam sedikit
demi sedikit termarjinalkan, dikalahkan agama Konghuchu yang baru diakui
di era Gusdur. Ragam masalah di atas teramat berat. Sungguh kehidupan
terus saja menghimpit, seperti keledai yang terperosok dan dihimpit
tanah dan kotoran. Segala macam tanah dan kotoran.
Di tengah himpitan itulah, kita melihat pola perjuangan umat yang makin
hari makin mundur ke belakang. Berteriak lantang menerapkan Islam
Kaaffah, tanpa mempersiapkan infrastruktur memadai agar Islam bisa
menyeluruh diterapkan. Kita buta bahwa masyarakat Islam telah lama
dibuat BODOH, MISKIN, tak berdaya. Ibarat keledai, secara sistemik tidak
keledai dimatikan potensi dan kemampuannya.
Nasihat Imam Ali mengatakan, "Kefakiran menyebabkan kekufuran." Umat
fakir di segala bidang. Mereka dekat dengan kekufuran. Rasanya sangat
bertolak belakang, jika perjuangan yang digembar-gemborkan tidak
menyentuh dan menyelesaikan kefakiran: ilmu, sains, materi, bahkan cara
berIslam dengan benar.
Tentu ada baiknya kita belajar kepada keledai di atas. Bahwa cara untuk
keluar dari “sumur” (kesedihan, masalah, prahara, derita, nestapa,
problematika) adalah dengan MENGGUNCANGKAN/MENGGERAKKAN badan dan
fikiran agar segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati
kita) berjatuhan. Kemudian kita jadikan sebagai penopang untuk melangkah
naik dari “sumur”.
Jadi kita tak perlu terlalu lama MENGINJAK-INJAK kotoran-kotoran tanah
yang dijejalkan oleh pihak luar. Sebagaimana kita tidak perlu terlalu
lama menginjak-injak demokrasi. Kita jadikan demokrasi sebagai alat,
agar tidak terbenam. Karena tugas kita memang bukan menjadikan demokrasi
sebagai inti perjuangan. Tapi ia dijadikan sebagai media berpijak,
untuk kemudian keluar dari masalah yang yang menghimpit.
Keledai di atas saja mampu menggunakan kecerdasan yang sedikit itu, ia
tak diam, berpangku tangan, apalagi hanya sekedar teriak mengeluarkan
suara kencang. Jika ia pasif, tak lama ia akan terbenam. Pun demikian
dengan kita, di setiap kotoran-kotoran kehidupan, baik kotoran yang
lahir di dalam maupun kotoran yang diimpor dari luar, andai saja mau
sedikit cerdas: kita gunakan kotoran sebagai satu batu pijakan untuk
melangkah naik ke atas. Sebelum kita berbicara menjadikan senjata makan
tuan. Kita dapat keluar dari “sumur” yang terdalam dengan terus
berjuang, dan tidak menyerah.
Singkatnya, di alam demokrasi seperti di Mesir, Libia, Tunisia, siapapun
bebas menunjuk atau mencaci maki orang lain dengan julukan sekehendak
hati: Keledai, salah satunya. Namun terbukti, banyak penelitian yang
mengungkap, bahwa keledai itu memiliki kecerdasan yang cukup, di samping
kewaspadaan, bersahabat, ceria dan mau belajar. Bahkan keledai yang
ditempatkan di kandang yang sama dengan kuda, ia akan mempelajari cara
untuk bersikap tenang saat menghadapi kuda yang "ambek".
Yang tidak boleh terjadi adalah, jika keledai hanya sekedar berteriak
lantang. Karena Al-Qur'an menjelaskan bahwa suara keledai adalah suara
terburuk. Persis seperti pepatah Arab mengatakan, "Lam aro himaaran yufakkiru kal-basyar. Walaakinni qaabaltul-katsiir minal-basyar yufakkiruuna kal-hamiir." (Aku
tak pernah melihat ada keledai yang berfikir seperti manusia. Tapi aku
menemukan banyak manusia yang berfikir seperti keledai).
Jadi masih relakah kita dengan metode dakwah yang menunjuk orang lain
keledai, sementara tanpa sadar, kita adalah manusia yang berfikir
seperti keledai?
Wallahu A'lam
"Selama dua puluh tahun berumah
tangga," kata seorang suami kepada temannya, "aku belum pernah mendapati
pada istriku sesuatu yang membuatku marah."
"Bagaimana hal itu bisa terjadi?" tanya si teman, keheranan.
"Sejak malam pertama aku bertemu istriku, aku mendatanginya dan aku ulurkan tanganku kepadanya. Ia berkata: 'Sabar dulu wahai Abu Umayyah, tunggu sejenak.'
Kemudian ia berkata: 'Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah atas Rasulullah… sesungguhnya aku adalah wanita yang asing bagi dirimu, aku tidak tahu karaktermu. Jelaskanlah kepadaku apa saja yang engkau sukai sehingga aku bisa melakukannya dan apa saja yang engkau benci sehingga aku dapat meninggalkannya. Aku katakan ini dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku dan dirimu.'”
"Demi Allah," lanjut lelaki itu bercerita, disimak serius oleh temannya, "ia memaksa diriku untuk berbicara pada saat itu maka aku pun berkata: 'Segala puji hanya bagi Allah, aku bershalawat dan mengucapkan salam atas nabiNya dan atas keluarga beliau, wa ba’du. Sesungguhnya engkau telah mengucapkan sebuah perkataan jika engkau teguh memegangnya maka itu akan menjadi keberuntunganmu. Dan bila engkau tinggalkan akan menjadi hujjah yang menghujat dirimu. Sesungguhnya aku suka ini dan ini… dan aku membenci ini dan ini… apabila engkau melihat kebaikan, maka sebarkanlah dan apabila engkau melihat keburukan, maka tutuplah.'
Istriku bertanya: 'Apakah engkau menyukai kunjungan sanak familiku?'
Aku menjawab: 'Aku tidak suka dibuat bosan oleh mertua dan iparku (yakni ia tidak suka mereka sering mengunjunginya)'
'Siapakah tetangga yang engkau suka masuk ke dalam rumahmu sehingga aku memberinya izin dan siapakah yang tidak engkau sukai?'
Aku menjawab: 'Bani Fulan A adalah orang-orang shalih sedangkan bani Fulan B adalah orang-orang yang buruk.'
Maka aku pun melewati malam yang paling nikmat bersamanya. Satu tahun aku hidup bersamanya tidak pernah aku melihat apa-apa yang tidak aku sukai. Sehingga permulaan pada tahun kedua ketika aku pulang dari kerjaku, ternyata aku dapati ibu mertuaku di rumahku.
Ibu mertuaku bertanya kepadaku: 'Bagaimana pandanganmu tentang istrimu?'
Aku menjawab: “Sebaik-baik istri”
Ia berkata: 'Wahai Abu Umayyah, demi Allah, tidaklah seorang lelaki mendapatkan yang lebih buruk dalam rumahnya daripada wanita yang manja. Bimbing dan didiklah ia menurut kehendakmu.'
“Ia hidup bersamaku selama dua puluh tahun dan aku tidak pernah menghardiknya karena masalah apapun kecuali sekali, dan itupun karena aku yang menzaliminya,” kata lelaki itu memungkasi ceritanya.
Sauadaraku… Betapa bahagia hidup seperti itu. Dan saya tidak tahu, ke mana rasa takjub harus diarahkan; takjub kepada si istri dengan kebijaksanaannya? Atau kepada si mertua dengan tarbiyahnya? Atau kepada si suami dengan hikmahnya?
Wallahu a’lam. []
"Bagaimana hal itu bisa terjadi?" tanya si teman, keheranan.
"Sejak malam pertama aku bertemu istriku, aku mendatanginya dan aku ulurkan tanganku kepadanya. Ia berkata: 'Sabar dulu wahai Abu Umayyah, tunggu sejenak.'
Kemudian ia berkata: 'Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah atas Rasulullah… sesungguhnya aku adalah wanita yang asing bagi dirimu, aku tidak tahu karaktermu. Jelaskanlah kepadaku apa saja yang engkau sukai sehingga aku bisa melakukannya dan apa saja yang engkau benci sehingga aku dapat meninggalkannya. Aku katakan ini dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku dan dirimu.'”
"Demi Allah," lanjut lelaki itu bercerita, disimak serius oleh temannya, "ia memaksa diriku untuk berbicara pada saat itu maka aku pun berkata: 'Segala puji hanya bagi Allah, aku bershalawat dan mengucapkan salam atas nabiNya dan atas keluarga beliau, wa ba’du. Sesungguhnya engkau telah mengucapkan sebuah perkataan jika engkau teguh memegangnya maka itu akan menjadi keberuntunganmu. Dan bila engkau tinggalkan akan menjadi hujjah yang menghujat dirimu. Sesungguhnya aku suka ini dan ini… dan aku membenci ini dan ini… apabila engkau melihat kebaikan, maka sebarkanlah dan apabila engkau melihat keburukan, maka tutuplah.'
Istriku bertanya: 'Apakah engkau menyukai kunjungan sanak familiku?'
Aku menjawab: 'Aku tidak suka dibuat bosan oleh mertua dan iparku (yakni ia tidak suka mereka sering mengunjunginya)'
'Siapakah tetangga yang engkau suka masuk ke dalam rumahmu sehingga aku memberinya izin dan siapakah yang tidak engkau sukai?'
Aku menjawab: 'Bani Fulan A adalah orang-orang shalih sedangkan bani Fulan B adalah orang-orang yang buruk.'
Maka aku pun melewati malam yang paling nikmat bersamanya. Satu tahun aku hidup bersamanya tidak pernah aku melihat apa-apa yang tidak aku sukai. Sehingga permulaan pada tahun kedua ketika aku pulang dari kerjaku, ternyata aku dapati ibu mertuaku di rumahku.
Ibu mertuaku bertanya kepadaku: 'Bagaimana pandanganmu tentang istrimu?'
Aku menjawab: “Sebaik-baik istri”
Ia berkata: 'Wahai Abu Umayyah, demi Allah, tidaklah seorang lelaki mendapatkan yang lebih buruk dalam rumahnya daripada wanita yang manja. Bimbing dan didiklah ia menurut kehendakmu.'
“Ia hidup bersamaku selama dua puluh tahun dan aku tidak pernah menghardiknya karena masalah apapun kecuali sekali, dan itupun karena aku yang menzaliminya,” kata lelaki itu memungkasi ceritanya.
Sauadaraku… Betapa bahagia hidup seperti itu. Dan saya tidak tahu, ke mana rasa takjub harus diarahkan; takjub kepada si istri dengan kebijaksanaannya? Atau kepada si mertua dengan tarbiyahnya? Atau kepada si suami dengan hikmahnya?
Wallahu a’lam. []
Kisah nyata ini bermula di Makkah, tempat Al Qadhi tinggal saat itu.
Nama lengkap lelaki shalih itu adalah Al Qadhi Abu Bakar Muhammad bin
Abdul Baqi.
Suatu hari, Al Qadhi didera rasa lapar yang luar biasa. Ia tidak memiliki uang sepeserpun, ia juga tak menemukan makanan apapun untuk mengganjal perutnya.
Dalam kondisi demikian, Al Qadhi menemukan sebuah kantung dari sutra, yang diikat dengan sutra pula. Ia pun kemudian membawa kantung itu ke rumahnya. Betapa terkejutnya Al Qadhi, ternyata isi kantung itu adalah sebuah kalung permata. Sangat indah. Bahkan Al Qadhi belum pernah melihat kalung seperti itu.
Ketika Al Qadhi keluar rumah, ia melihat seorang lelaki tua berteriak mencari barangnya yang hilang. “Barangsiapa yang menemukan kantung sutra berisi kalung permata milikku, aku akan menggantinya dengan uang lima ratus dinar,” kata lelaki tua itu memberikan pengumuman, sambil menunjukkan sebuah kantung yang berisi uang.
“Hai Pak Tua, kemarilah,” seru Al Qadhi memanggilnya. Mengajak lelaki tua itu ke rumah.
“Bagaimana cirri-ciri barangmu yang hilang itu?”
Lelaki tua itu menceritakan sifat-sifat kantung sutranya dengan detail, berikut kalung permata di dalamnya. Yakin bahwa barang yang dimaksudkan adalah yang telah ditemukannya, Al Qadhi mengambilkan kantung sutra dan isinya kepada bapak tua itu.
“Terima kasih, Nak. Ini hadiah yang telah kujanjikan,” kata lelaki tua itu sambil menyerahkan sekantung uang.
“Tidak Pak. Aku tidak mau menerimanya. Sudah seharusnya aku mengembalikan barang itu kepada Bapak sebagai pemiliknya,” kata Al Qadhi menolak hadiah itu.
“Kau harus menerimanya, itu sudah janjiku,” kata pak tua membujuk Al Qadhi agar mau menerimanya. Tetapi Al Qadhi bersikeras menolak hadiah itu.
Lelaki tua itu tak bisa memaksa Al Qadhi. Akhirnya ia pergi setelah mengucapkan terima kasih atas kebaikan Al Qadhi. Dalam hati, ia takjub ada pemuda yang sangat jujur dan baik hati seperti ini. Ia pun berdoa sesuatu tanpa diketahui Al Qadhi.
Waktu demi waktu berlalu. Hingga suatu saat, Al Qadhi berlayar meninggalkan Makkah. Di tengah laut, kapal yang ditumpangi Al Qadhi pecah dihantam ombak dan badai. Seluruh penumpangnya tewas tenggelam kecuali Al Qadhi yang sendirian berjuang melawan kematian dengan memanfaatkan puing-puing kapal. Akhirnya ia selamat sampai ke darat. Terdampar di sebuah pulau. Al Qadhi langsung menuju masjid di pulau itu. Di rumah Allah itu ia bersyukur, Allah masih menyelamatkan nyawanya. Ia pun kemudian membaca Al Qur’an.
Para penduduk yang mendengar betapa indahnya tilawah Al Qadhi kemudian menghampirinya.
“Ajarilah kami membaca Al Qur’an,” pinta mereka.
Hari-hari berikutnya dilalui Al Qadhi dengan mengajari mereka membaca Al Qur’an. Setelah itu mereka minta diajari menulis. Al Qadhi pun mendapatkan cukup banyak uang dari penduduk pulau itu.
“Kami memiliki seorang putri yatim,” kata mereka pada suatu hari, “kami memandang engkaulah yang pantas menikahinya. Putri kami itu memiliki harta yang cukup banyak.”
Semula Al Qadhi menolak. Tetapi penduduk terus memaksa, hingga tak ada alasan lagi bagi Al Qadhi untuk menolaknya.
Setelah Al Qadhi siap menikah dengan gadis itu, ia pun dibawa ke hadapan Al Qadhi. Betapa terkejutnya Al Qadhi, gadis itu memakai kalung permata yang sama seperti ia pernah menemukannya dulu sewaktu di Makkah. Lama ia tertegun memandang kalung itu, memutar kembali memorinya.
“Kau telah menghancurkan hati gadis yatim itu,” kata seorang penduduk ketika acara ta’aruf itu selesai, “kau hanya memperhatikan kalung itu, bahkan tidak melihat gadis yang akan kau nikahi.”
“Kalung permata itu… dulu aku menemukan kalung yang persis seperti itu sewaktu di Makkah…” Al Qadhi menceritakan semuanya.
“Allaahu akbar!” pekik takbir mereka terdengar hampir serempak begitu Al Qadhi selesai bercerita.
“Mengapa kalian bertakbir?” tanya Al Qadhi.
“Tahukah engkau, orangtua yang kau jumpai di Makkah dulu adalah ayah gadis ini. Dia pernah mengatakan bahwa ia tidak pernah menjumpai Muslim sebaik pemuda yang menemukan dan mengembalikan kalungnya. Ia juga berdoa agar putrinya nanti dapat menikah dengan pemuda itu. Dan kini doanya terkabul, meskipun ia tak bisa menyaksikannya.”
Al Qadhi pun kemudian menikah dengan gadis itu dan Allah mengkaruniakan kepada mereka dua orang putra. Kalung permata itu di kemudian hari menjadi harta pusaka keluarga yang turun temurun dari generasi ke generasi. []
Suatu hari, Al Qadhi didera rasa lapar yang luar biasa. Ia tidak memiliki uang sepeserpun, ia juga tak menemukan makanan apapun untuk mengganjal perutnya.
Dalam kondisi demikian, Al Qadhi menemukan sebuah kantung dari sutra, yang diikat dengan sutra pula. Ia pun kemudian membawa kantung itu ke rumahnya. Betapa terkejutnya Al Qadhi, ternyata isi kantung itu adalah sebuah kalung permata. Sangat indah. Bahkan Al Qadhi belum pernah melihat kalung seperti itu.
Ketika Al Qadhi keluar rumah, ia melihat seorang lelaki tua berteriak mencari barangnya yang hilang. “Barangsiapa yang menemukan kantung sutra berisi kalung permata milikku, aku akan menggantinya dengan uang lima ratus dinar,” kata lelaki tua itu memberikan pengumuman, sambil menunjukkan sebuah kantung yang berisi uang.
“Hai Pak Tua, kemarilah,” seru Al Qadhi memanggilnya. Mengajak lelaki tua itu ke rumah.
“Bagaimana cirri-ciri barangmu yang hilang itu?”
Lelaki tua itu menceritakan sifat-sifat kantung sutranya dengan detail, berikut kalung permata di dalamnya. Yakin bahwa barang yang dimaksudkan adalah yang telah ditemukannya, Al Qadhi mengambilkan kantung sutra dan isinya kepada bapak tua itu.
“Terima kasih, Nak. Ini hadiah yang telah kujanjikan,” kata lelaki tua itu sambil menyerahkan sekantung uang.
“Tidak Pak. Aku tidak mau menerimanya. Sudah seharusnya aku mengembalikan barang itu kepada Bapak sebagai pemiliknya,” kata Al Qadhi menolak hadiah itu.
“Kau harus menerimanya, itu sudah janjiku,” kata pak tua membujuk Al Qadhi agar mau menerimanya. Tetapi Al Qadhi bersikeras menolak hadiah itu.
Lelaki tua itu tak bisa memaksa Al Qadhi. Akhirnya ia pergi setelah mengucapkan terima kasih atas kebaikan Al Qadhi. Dalam hati, ia takjub ada pemuda yang sangat jujur dan baik hati seperti ini. Ia pun berdoa sesuatu tanpa diketahui Al Qadhi.
Waktu demi waktu berlalu. Hingga suatu saat, Al Qadhi berlayar meninggalkan Makkah. Di tengah laut, kapal yang ditumpangi Al Qadhi pecah dihantam ombak dan badai. Seluruh penumpangnya tewas tenggelam kecuali Al Qadhi yang sendirian berjuang melawan kematian dengan memanfaatkan puing-puing kapal. Akhirnya ia selamat sampai ke darat. Terdampar di sebuah pulau. Al Qadhi langsung menuju masjid di pulau itu. Di rumah Allah itu ia bersyukur, Allah masih menyelamatkan nyawanya. Ia pun kemudian membaca Al Qur’an.
Para penduduk yang mendengar betapa indahnya tilawah Al Qadhi kemudian menghampirinya.
“Ajarilah kami membaca Al Qur’an,” pinta mereka.
Hari-hari berikutnya dilalui Al Qadhi dengan mengajari mereka membaca Al Qur’an. Setelah itu mereka minta diajari menulis. Al Qadhi pun mendapatkan cukup banyak uang dari penduduk pulau itu.
“Kami memiliki seorang putri yatim,” kata mereka pada suatu hari, “kami memandang engkaulah yang pantas menikahinya. Putri kami itu memiliki harta yang cukup banyak.”
Semula Al Qadhi menolak. Tetapi penduduk terus memaksa, hingga tak ada alasan lagi bagi Al Qadhi untuk menolaknya.
Setelah Al Qadhi siap menikah dengan gadis itu, ia pun dibawa ke hadapan Al Qadhi. Betapa terkejutnya Al Qadhi, gadis itu memakai kalung permata yang sama seperti ia pernah menemukannya dulu sewaktu di Makkah. Lama ia tertegun memandang kalung itu, memutar kembali memorinya.
“Kau telah menghancurkan hati gadis yatim itu,” kata seorang penduduk ketika acara ta’aruf itu selesai, “kau hanya memperhatikan kalung itu, bahkan tidak melihat gadis yang akan kau nikahi.”
“Kalung permata itu… dulu aku menemukan kalung yang persis seperti itu sewaktu di Makkah…” Al Qadhi menceritakan semuanya.
“Allaahu akbar!” pekik takbir mereka terdengar hampir serempak begitu Al Qadhi selesai bercerita.
“Mengapa kalian bertakbir?” tanya Al Qadhi.
“Tahukah engkau, orangtua yang kau jumpai di Makkah dulu adalah ayah gadis ini. Dia pernah mengatakan bahwa ia tidak pernah menjumpai Muslim sebaik pemuda yang menemukan dan mengembalikan kalungnya. Ia juga berdoa agar putrinya nanti dapat menikah dengan pemuda itu. Dan kini doanya terkabul, meskipun ia tak bisa menyaksikannya.”
Al Qadhi pun kemudian menikah dengan gadis itu dan Allah mengkaruniakan kepada mereka dua orang putra. Kalung permata itu di kemudian hari menjadi harta pusaka keluarga yang turun temurun dari generasi ke generasi. []
Oleh: Abdullah Haidir, Lc
Riyadh
Twit Tentang Teman.....
- Siapa temanmu.... itulah kamu!
- Teman mu adalah yang jujur padamu, bukan yg selalu membenarkan apa saja tindakanmu.
- Teman sejati, bukan teman yg tidak pernah berpisah, tapi teman yg apabila bertemu karena Allah, dan jika berpisah, berpisah karena Allah..
- Di antara bukti kesetiaanmu thd teman mu, jika namanya kau hadirkan dalam doamu tanpa dia ketahui, agar harapan2nya terpenuhi.
- Mengetahui dan memahami tabiat teman, adalah setengah dari modal pertemanan yang baik…
Jonathan Arief
Suatu hari saya menjenguk teman di rumah sakit besar di Qatar ini.
Kebetulan orang tua teman ini baru datang dari Indonesia untuk menjenguk
juga. Dan kamipun terlibat dalam obrolan. Saya tidak begitu konsen
ngobrolin apa, tiba-tiba dia bertanya;
“Adik kader PKS?”
“Hah?” saya terpaksa harus menatap mata bapak ini lebih lama untuk
mendalami pertanyaan tersebut. Tadi ngomong apa saya ya, kok
bisa-bisanya dia nanya kayak gitu.
“Eh emm enggak juga, cuman simpatisan saja.” jawab saya jengah.
“Ooh.” dan percakapan tentang PKS pun tidak berlanjut.
***
Ketika umroh tahun lalu, saya dan istri kebetulan dimintai tolong
seorang ibu-ibu yang terpisah dari rombongan dan kehilangan arah untuk
kembali ke hotelnya. Kebetulan saya sedikit tahu tentang penanganan
jamaah yang nyasar seperti ini, kemudian saya cari informasi alamat
hotel dari name-tag-nya si ibu, dan Alhamdulillah ketemu juga hotelnya.
Kembali pertanyaan aneh saya dengar lagi;
“Anak muda ini kader PKS bukan?”
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saudara-saudaraku semuanya yang saya cintai,
Kalimat pertama yang ingin saya sampaikan kepada saudara semuanya
adalah, bahwa saya mencintai saudara semua. Atas nama cintalah kita
bertemu, dan insya Allah atas nama cinta pula akan kita menangkan target
perjuangan kita pada pemilu 2014.
Saya juga ingin menyampaikan salam dari ketua majelis Syuro ust. Hilmi
Aminuddin kepada antum semuanya. Juga salam dari mantan presiden kita
ust. Luthfi Hasan Ishaq. Kita doakan semoga Allah SWT memudahkan
urusannya. Amin.
Saudara-saudara sekalian, hari ini saya tidak akan lagi mengenang
kemenangan kita di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Lalu mengatakan kepada
saudara semuanya bahwa badai telah berlalu. Tidak. Saya tidak ingin
mengatakan itu lagi, supaya pikiran saudara-saudara semuanya jangan
terlalu lama berada dimasa lalu walaupun baru kejadiannya kemarin.
@ridlwanjogja
jurnalis
Pagi ini mau ngetweet dg hastag #fiktif ah ..maklum lagi booming yang #fiktif #fiktif
Bismillah dulu supaya berkah, aktivitas apapun kita mulai dengan bismillahirahmanirahiim..
- Udah baca Tempo yang soal Aher? Pemenang quickcount pilgub Jabar itu “dicitrakan” sudah membobol Bank Jabar.
- Bagi yang belum , bs baca kultwit mas @arifz_tempo di link ini soal kredit http://chirpstory.com/li/56441
- Hal 40-42 Tempo artikel berjudul Transfer Rahasia Buat Ustad dengan foto AF, LHI dan Yudi Setiawan sbg narasumber utama.
- Foto itu sudah tayang di web tempo saat kasus Sapi. Tapi wajah Yudi masih “disimpan”. link http://www.tempo.co/read/news/2013/02/04/063459009/Foto-Luthfi-Ahmad-Fathanah-Sedang-Rapat-Beredar
- Apakah foto itu hasil cctv? saya kurang yakin, kurang tinggi, tampaknya memang sengaja dipotret diam-diam.
- Sebenarnya siapa sih Yudi Setiawan itu? Selain tersangka kasus BJB rupanya dia juga tersangka di kasus2 lain.
- Selain kasus korupsi pengadaan alat peraga di Kalsel dia juga tersangka pembobol Bank Jatim di Surabaya.
Anis Matta: Ini Kemenangan di Tengah Badai, Mengalahkan Konspirasi dan Fitnah
Diposting oleh
cahAngon
, in
JABAR FORWARD
Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta
mengatakan, kemenangan sementara pasangan Ahmad Heryawan (Aher)- Deddy
Mizwar seperti yang ditunjukkan oleh hasil penghitungan cepat lembaga
survei, adalah kemenangan di tengah badai.
"Kemenangan pasangan Aher-Deddy Mizwar datang di tengah badai yang
menimpa PKS. Ini adalah kemenangan hati nurani, kejujuran yang tak bisa
dihancurkan oleh konspirasi dan fitnah," kata Anis Matta di Jakarta,
Minggu (24/2/2013).
Anis percaya bahwa keberhasilan pasangan yang didukung PKS, Partai
Persatuan Pembangunan, Hanura dan partai Bulan Bintang dalam Pilkada
Jabar 2013 itu, menandakan kebangkitan PKS secara umum.
Langganan:
Postingan (Atom)
Jujur...
Pemimpin
Karena Ukuran Kita Tak Sama
Kemenangan..













