-
-
Jujur...
Jika engkau hendak mengungkap kejujuran orang, ajaklah ia pergi bersama .. dalam bepergian itu jati diri manusia terungkap .. penampilan lahiriahnya akan luntur dan jatidirinya akan tersingkap! Dan “bepergian itu disebut safar karena berfungsi mengungkap yang tertutup, mengungkap akhlaq dan tabiat”... -
Pemimpin
Seringkali terbukti bahwa tugas utama seorang pemimpin hanyalah bagaimana memilih orang yang tepat. Begitu berhasil memilih orang yang tepat seringkali tugas seorang pemimpin sudah selesai. Setidaknya sudah 80 persen selesai. Tapi begitu seorang pemimpin salah memilih orang, sang pemimpin tidak terbantu sama sekali, bahkan justru terbebani... -
Karena Ukuran Kita Tak Sama
seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi... -
Kemenangan..
Kemenangan sejati yang paling mendasar dan substansial adalah jika kebenaran tetap bersemayam di hati kita. Tidak terkontaminasi oleh racun-racun kehidupan, tidak tergoda oleh iming-iming apapun bentuknya, yang membuat hati kita diisi oleh nilai-nilai lain selain nilai kebenaran yang bersumber dari Allah SWT, ...
Mari ikuti kutipan berita-berita di bawah ini... dan ambilah kesimpulan...
Hilmi Aminuddin Penuhi Panggilan KPK
Selasa, 14 Mei 2013
KOMPAS.com - Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (14/5/2013) untuk diperiksa sebagai saksi bagi mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dan pencucian uang kuota impor daging sapi.
Hilmi tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta sekitar pukul 08.45 WIB dengan dikawal sejumlah orang. Kedatangan Hilmi ini sempat luput dari perhatian wartawan. Berbeda dengan saksi-saksi pada umumnya yang turun dari mobilnya persis di depan pintu Gedung KPK, Hilmi justru memilih jalan kaki dari parkiran samping Gedung KPK menuju pintu masuk. Saat diberondong pertanyaan wartawan, Hilmi yang mengenakan pakaian serba putih itu tidak berkomentar. Dia hanya tersenyum kemudian langsung masuk ke lobi Gedung KPK.
Tak lama setelah Hilmi tiba di Gedung KPK, tampak anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal fraksi PKS Abubakar Al Habsyi memasuki Gedung KPK untuk mendampingi Hilmi. Tampak pula sejumlah anggota Majelis Syuro PKS ikut mengawal Hilmi.
Pemeriksaan hari ini merupakan penjadwalan ulang setelah Hilmi tidak memenuhi panggilan KPK pada Jumat (10/5/2013) pekan lalu. Hilmi tidak hadir dengan alasan tengah mengikuti acara lain yang dijadwalkan lebih dulu ketimbang pemeriksaan KPK. KPK memeriksa Hilmi karena petinggi PKS itu dianggap tahu seputar kasus dugaan korupsi rekomendasi kuota impor daging sapi yang menjerat Luthfi.
(http://nasional.kompas.com/read/2013/05/14/09073083/Hilmi.Aminuddin.Penuhi.Panggilan.KPK)
Megawati Tidak Penuhi Panggilan, KPK Pastikan Tidak Akan Panggil Kedua Kalinya
Senin, 21 Februari 2011
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan tidak akan memanggil mantan Presiden RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sebagai saksi meringankan bagi sejumlah tersangka kasus cek pelawat.
“Kita tidak akan panggil Bu Mega untuk kedua kalinya, meskipun pada Senin (21/2) ini beliau tidak datang memenuhi panggilan KPK,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi, di kantor KPK, Jakarta, Senin (21/2).
Menurut Johan, KPK tidak berkepentingan dengan dijadikannya Megawati sebagai saksi meringankan. Karena, Megawati tidak memiliki hubungan dengan penyidikan yang sedang dilakukan oleh KPK. “Megawati itu kan urusannya partai. Sedangkan kasus cek pelawat ini bukan urusan partai, tapi urusan DPR,” ujarnya.
Johan mengatakan pihaknya hanya memfasilitasi permintaan sejumlah tersangka dari PDIP yang meminta untuk menghadirkan Megawati sebagai saksi meringankan. Aturan hukum membolehkan seorang tersangka memohon untuk dihadirkan saksi meringankan.
“Selebihnya, KPK selaku penegak hukum menyerahkan segala keputusan kepada Megawati untuk menghadiri atau tidak pemanggilan itu,” ujarnya.
Pada Senin (21/2) ini, Megawati tidak memenuhi panggilan KPK sebagai saksi meringankan bagi sejumlah tersangka dari PDIP, yaitu Max Moein dan Poltak Sitorus. Pada kesempatan itu, Megawati diwakili oleh Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan ketua Bidang Hukum DPP PDIP, Trimedia Panjaitan. Mereka menjelaskan mengenai ketidakhadiran pemimpinnya itu. Menurut mereka, Megawati tidak ada hubungannya dengan kasus cek pelawat.
(http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/hukum/11/02/21/165270-minta-penjelasan-amplop-dsw-jamwas-utus-inspektur-ke-kpk)
IPW Sarankan KPK Panggil SBY
Minggu, 30 Desember 2012
JAKARTA - Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane, mengatakan untuk mengungkapkan dugaan kasus korupsi yang melibatkan para kader Partai Demokrat, KPK harus berani memanggil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.
Pemanggilan ini menurutnya sangat penting karena sebagai ketua dewan pembina, SBY harus ditanyakan sejauh mana dirinya mengetahui keterlibatan kader-kadernya, dalam berbagai kasus korupsi yang ada.
“KPK harus berani memanggil SBY sebagai saksi, bukan sebagai presiden tapi sebagai ketua dewan pembina. Pemanggilan SBY sebagai ketua dewan Pembina, tidak memerlukan banyak prosedur. SBY harus ditanyakan sejauh mana dirinya mengetahui kasus-kasus yang melibatkan para kader-kadernya, termasuk dugaan korupsi terhadap Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum,” ujar Neta dalam diskusi relfeksi akhir tahun "Membedah Demokratisasi dan Pemberantasan Korupsi di Jakarta kemarin.
Kata Neta sebagai ketua dewan pembina, SBY tentu mengetahui permainan politik uang dalam kongares PD beberapa waktu lalu di Bandung, Jawa Barat. “Tentunya dia tahu benar jika memang Anas memainkan politik uang. Nah dari sini KPK bisa juga mendapatkan bukti-bukti darimana uang itu didapat dari informasi yang bisa diperoleh dari pengakuan SBY,” tegasnya.
Selain itu sebagai presiden yang juga menjadi atasan Menteri Pemuda dan Olah Raga saat itu, Andi Malarangeng, SBY juga bisa ditanyakan sejauh apa dirinya mengetahui mengenai penggelembungan anggaran oleh kemenpora untuk Hambalang.
“Apakah hal itu diketahui dan dibahas dalam rapat kabinet. Ini juga penting karena dari sana akan ketahuan siapa juga sebenarnya yang bermain dalam kasus ini,” tandasnya. (fik/fmc)
(http://www.infoindo.com/20121230184430-read-ipw-sarankan-kpk-panggil-sby)
Mari kita dukung KPK untuk menegakkan hukum secara adil, tanpa pandang bulu, tanpa diskriminatif.
BERANI JUJUR.... BERAT.. !!!
*by admin @pkspiyungan
Perang Gerilya di Ranah Media ala PKS
“The strategy and tactics of guerrilla warfare tend to involve the use of a small, mobile force against a large, unwieldy one“
Vietnam vs AS -> 1-0
Vietnam sukses memberikan perlawanan kepada AS. Tidak sedikit sejarawan
yang mengatakan perang vietnam adalah kemenangan bagi laskar Vietcong
dan kekalahan bagi militer AS - bahkan terbesar dalam sejarah peperangan
mereka. Catatan penting bagi kemenangan itu adalah pasukan Vietcong
sukses menerapkan strategi perang gerilya yang mereka pelajari dari buku
Fundamentals of Guerilla Warfare (Pokok-pokok Perang Gerilya), karangan Jendral AH. Nasution.
Vietnam memang tidak punya pilihan lain. Selain jumlah personil yang
terbatas, minim dan sederhananya peralatan tempur membuat mereka tidak
mungkin ‘head to head‘ dalam menghadapi kekuatan raksasa militer AS dan
sekutu-sekutunya yang baru saja memenangkan Perang Dunia 2. Dengan
memanfaatkan penguasaan atas kondisi demografi dan geografi Vietcong
melakukan gerilya, membuat tentara AS seperti menghadapi pasukan hantu.
Keluar masuk hutan; menyergap di malam hari; menyamar menjadi rakyat
biasa; melukai bukan membunuh (strategi 1-3, lukai 1 orang, 2 orang akan
menjadi sibuk untuk mengusung). Serangan melalui kelompok-kelompok
kecil terus menerus dilakukan dan terorganisir dengan rapi. Militer AS
dilanda jenuh, frustasi, demoralisasi dan tidak berhasrat melanjutkan
pertempuran.
Carrefour vs Indomaret -> 1-1
Sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu, pemain-pemain bisnis retail dikejutkan
dengan kehadiran Carrefour yang merampok pasar mereka dan menyebabkan
kegoncangan usaha. Yuki, Macan, Makro, Hero yang terlihat sangat mapan
harus gulung tikar karena customer mereka beralih ke Carrefour yang
hadir menawarkan konsep bisnis retail ‘RAKSASA’. Lengkap, BESAR dan
murah.
Carrefour sukses mencaplok pasar retail yang beragam. Tua, muda, kaya,
menengah, Unsegmented. Berbagai cara coba dilakukan;
rebranding-repositioning; tetapi pemain-pemain lama hanya bisa gigit
jari, menyaksikan kasir-kasir mereka semakin sepi dan akhirnya harus
ditutup. Perang ‘head to head‘ dengan Carrefour berarti mati.
Sampai kemudian hadirlah Indomaret…
Indomaret nampaknya paham betul, bahwa perang melawan Carrefour ibarat
perang Vietnam. David dan Goliath. Maka menghadapi raksasa ini tidak
bisa perang tanding satu lawan satu. Maka Indomaret melakukan perang
gerilya. Mereka menciptakan puluhan, ratusan bahkan ribuan gerai
Indomaret kecil. Ya.. kecil, 2 atau 3 ruko, disulap menjadi 1 gerai
Indomaret. Tetapi ada dimana-mana. Dikendalikan dan diorganisir dengan
ketat dan rapi. Hasilnya… gerai-gerai kecil Indomaret sukses mengimbangi
raksasa Carrefour dan masih bertahan hingga kini. Skor masih remis.
Strategi media PKS (PKS vs …. -> .. - ..)
PKS nampaknya cukup jeli melihat situasi. Menilik 2 contoh di atas, PKS
sadar; di satu sisi melawan raksasa media semacam TV One, Metro TV, MNC
Group, Trans Corp + detik.com tidak mungkin ‘head to head‘ karena mereka
akan kalah, di sisi lain PKS butuh media untuk memberitakan
aksi-aksinya atau mengcounter berita negatif dari media lain. Apa yang
dilakukan PKS?
Ya… PKS melakukan Perang Gerilya Media.
PKS punya kader-kader muda yang cukup melek teknologi karena secara usia
memang mereka besar di era ini. Mereka hidupkan media-media online atas
nama PKS baik itu level Pusat, Wilayah sampai Kecamatan. Yang paling
dikenal adalah pkspiyungan.org, pks.or.id, pkssumut.or.id, dan ratusan
situs-situs PKS lainnya. Belum lagi media-media islam yang terlihat pro
PKS seperti dakwatuna.com, islamedia.web.id, dan masih banyak
situs-situs bertema umum yang punya pengunjung/pembaca cukup banyak.
Seperti piyungan.org yang menampilkan jumlah viewernya yang mencapai
18jt dan terus bergerak setiap hari.
Serbuan situs-situs kecil ini ibarat serbuan Vietcong kepada tentara AS
atau Indomaret kepada Carrefour. Banyak tapi kecil-kecil, membingungkan,
cukup survival.
Belum lagi sebagaimana dikatakan Fahri Hamzah di acara Mata Najwa (Metro
TV, 10/04/2013), sebanyak 500ribu kader PKS di minta buat akun di
sosial media, baik itu facebook maupun twitter. Sehingga penyebaran
informasi bisa sangat massif. Pidato Presiden PKS Anis Matta di Medan,
misalnya langsung diposting di tiap-tiap situs PKS, lalu disebar oleh
akun-akun kader mereka. Jika 10% saja dari kader PKS punya friend atau
follower sebanyak 4000, maka akan ada potensi penyebaran informasi ke
200jt akun. Tidak ada media besar yang bisa diandalkan PKS, tetapi
dengan metode guerilla warfare atau ‘keroyokan’ begini, PKS cukup sukses
melakukan penyebaran informasi atau counter opini atas media-media
besar.
Contoh ketika Tempo memberitakan dugaan korupsi Aher terhadap dana Bank
Jabar, tim sosial media PKS rame-rame memberitakan puluhan prestasi
Aher. Contoh lain ketika ada isu LHI mengirim SMS dari penjara, kader
PKS dengan cepat melakukan klarifikasi melalui twitter, diberitakan oleh
situs-situs online PKS dan disebar oleh seluruh kader.
Memang, belum ada riset resmi untuk mengkaji hal ini. Tetapi paling
tidak, para kader dan simpatisan PKS cukup well informed terkait dengan
perkembangan PKS dengan hanya mengandalkan situs-situs di bawah kendali
mereka. Dan selanjutnya mereka melakukan sosialisasi kepada masyarakat
atas isu-isu yang berkembang.
Ini agak sulit ditiru oleh Partai lain. Selain karena basis dukungan
bukan melalui kader, partai lain umumnya di dominasi oleh kader yang
tidak lagi muda. Dan sudah tidak terlalu menikmati riuhnya dunia sosial
media.
Lalu akan menjadi berapakah skornya dalam pertempuran ini?
Well, mari kita nantikan.
Razas MS
@razasms on twitter
*http://politik.kompasiana.com/2013/04/11/perang-gerilya-di-ranah-media-ala-pks-545255.html
SOLO - Menjelang milad (ulang tahun) ke 15 PKS Kota Solo secara resmi
mendaftarkan calon anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum Daerah
(KPUD) pada hari Senin, 15 April 2013. PKS Kota Solo mendaftarkan 45
Nama Calon legislatif DPRD Kota Surakarta.
Pendaftaran caleg dipimpin langsung oleh Ketua DPD PKS Solo, Sugeng
Riyanto. Semua caleg PKS Solo yang didaftarkan adalah hanya kader
internal sebagai bentuk komitmen PKS Sebagai partai kader. “Proses
pencalegan PKS Kota Solo berlangsung secara bottom up, sesuai usulan
kader dimasing-masing dapil. Proses penyusunan caleg berlangsung cukup
panjang melalui survei internal kader dan dilanjutkan pembahasan majelis
syuro. Jadi semua daftar caleg yang muncul saat ini adalah usulan kader
yang sekaligus sebagai mesin utama partai,” ujar Sugeng.
Mengenai keterwakilan perempuan tidak ada kendala berarti dengan kuota
caleg perempuan minimal 30%. Keterwakilan perempuan mencapai 40 persen
atau 18 orang dari 45 keseluruhan caleg di semua daerah pemilihan
(dapil). “Bahkan untuk caleg termuda juga dari kader perempuan PKS.
Dengan komposisi caleg seperti ini, insya Allah PKS Solo siap
menargetkan masuk dua besar di Kota Solo.” jelas Sugeng.
Menurut ketua KPUD Kota Surakarta, Didik Wahyudiono, pada hari ini PKS
menjadi partai pendaftar pertama yang mendaftarkan calegnya di KPUD kota
Solo. Bahkan Didik menyebut PKS "kesregepen" (paling rajin datang awal)
untuk mendaftarkan calegnya.
Setelah mendaftarkan daftar caleg di KPUD, PKS Kota Solo akan menggelar
acara pendukung “Aksi Tebar 1000 Pesan Cinta” di perempatan Manahan.
Acara tebar pesan cinta dilakukan oleh kader-kader wanita PKS dengan
membagikan permen dan quote pesan cinta Presiden PKS, Anis Matta kepada
pengguna jalan raya yang berhenti di traffic light manahan.
Menanggapi aksi ini, Sugeng Riyanto menyatakan, “Aksi ini kami lakukan
karena di dalam tradisi PKS dan yang ingin ditunjukkan PKS ke publik
bahwa politik itu menyenangkan seperti makan permen. Dan kita ingin
menghadirkan cinta dalam politik, sesuai jargon baru PKS yaitu “Cinta,
Kerja dan Harmoni” pungkasnya.
"Keledai Demokrasi"
Nandang Burhanudin
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu
menangis dengan memilukan selama berjam-jam sementara si petani
memikirkan apa yang harus dilakukannya. Akhirnya, si petani memutuskan
bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup –
karena berbahaya), jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Dan ia
mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa
sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Pada mulanya, ketika si
keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian.
Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam.
Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur. Si petani
melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.
Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan
kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-
guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah,
lalu menaiki tanah itu. Sementara tetangga-tetangga si petani terus
menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu, si keledai terus juga
mengguncangkan badannya dan melangkah naik. Segera saja, semua orang
terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri!
***
Sahabat, di beberapa fanspage megalomania, terdapat tulisan-tulisan yang
menusuk jiwa siapapun yang masih mengedepankan akhlak mulia dalam
berdakwah. Selain tulisan KILAAB Al-Gharb (anjing-anjing Barat), muncul
lagi tulisan yang temanya sama-sama binatang: yaitu HIMAAR
AD-DIMUQRATHIYYAH (Keledai Demokrasi).
Di beberapa negera Arab seperti di Mesir, kata HIMAAR memang lazim
digunakan untuk menunjuk batang hidung orang yang bodoh, dungu dan
terperdaya. Mungkin tulisan KELEDAI DEMOKRASI di atas maksudnya, para
penganut demokrasi lebih mirip keledai. Termasuk orang-orang yang
memperjuangkan kejayaan Islam dan kaum muslimin via demokrasi. Logikanya
jika yang setuju dengan demokrasi disebut keledai, lantas para
penikmatnya layak disebut apa ya?
Keledai, ternyata adalah makhluk Allah yang memiliki keunggulan
dibanding manusia. Walau tentu, manusia yang paling mulia. Namun
ternyata di www.anneahira.com disebutkan, bahwa keledai termasuk hewan
pekerja keras, murah, dan bertenaga besar. Digunakan lebih kurang 5.000
tahun mengabdi kepada manusia. Bahkan ternyata, kemampuan visual keledai
mengalahkan kemampuan visual manusia. Beberapa hasil penelitian
kontemporer menyebutkan, keledai dapat melihat dengan sinar infra merah.
Artinya keledai dapat melihat setan, karena setan terbuat dari api.
Sedangkan manusia tidak bisa melihat setan.
***
Sahabat, jika kita menelaah ksiah keledai masuk sumur di atas, maka kita
akan menemukan tamsil sarat makna. Keledai yang dianggap bodoh
kecemplung sumur, mirip dengan keadaan umat Islam yang hingga kini terus
digunjang chaos, carut marut, hingga pelecehan.
Di tataran akidah, banyak umat Islam yang karena ingin hidup subur lebih
percaya kepada Eyang Subur daripada Allah Ta'ala Maha Ghafur. Di
tataran ekonomi, umat hanya menjadi "jongos", "kuli" mulai di negeri
sendiri hingga di luar negeri. Masalah politik, umat pun disuguhi
kisruh. Bahkan di tahun 2013, ada gubernur yang muslim berani melarang
penggunaan kerudung/jilbab panjang. Bahkan hak-hak umat Islam sedikit
demi sedikit termarjinalkan, dikalahkan agama Konghuchu yang baru diakui
di era Gusdur. Ragam masalah di atas teramat berat. Sungguh kehidupan
terus saja menghimpit, seperti keledai yang terperosok dan dihimpit
tanah dan kotoran. Segala macam tanah dan kotoran.
Di tengah himpitan itulah, kita melihat pola perjuangan umat yang makin
hari makin mundur ke belakang. Berteriak lantang menerapkan Islam
Kaaffah, tanpa mempersiapkan infrastruktur memadai agar Islam bisa
menyeluruh diterapkan. Kita buta bahwa masyarakat Islam telah lama
dibuat BODOH, MISKIN, tak berdaya. Ibarat keledai, secara sistemik tidak
keledai dimatikan potensi dan kemampuannya.
Nasihat Imam Ali mengatakan, "Kefakiran menyebabkan kekufuran." Umat
fakir di segala bidang. Mereka dekat dengan kekufuran. Rasanya sangat
bertolak belakang, jika perjuangan yang digembar-gemborkan tidak
menyentuh dan menyelesaikan kefakiran: ilmu, sains, materi, bahkan cara
berIslam dengan benar.
Tentu ada baiknya kita belajar kepada keledai di atas. Bahwa cara untuk
keluar dari “sumur” (kesedihan, masalah, prahara, derita, nestapa,
problematika) adalah dengan MENGGUNCANGKAN/MENGGERAKKAN badan dan
fikiran agar segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati
kita) berjatuhan. Kemudian kita jadikan sebagai penopang untuk melangkah
naik dari “sumur”.
Jadi kita tak perlu terlalu lama MENGINJAK-INJAK kotoran-kotoran tanah
yang dijejalkan oleh pihak luar. Sebagaimana kita tidak perlu terlalu
lama menginjak-injak demokrasi. Kita jadikan demokrasi sebagai alat,
agar tidak terbenam. Karena tugas kita memang bukan menjadikan demokrasi
sebagai inti perjuangan. Tapi ia dijadikan sebagai media berpijak,
untuk kemudian keluar dari masalah yang yang menghimpit.
Keledai di atas saja mampu menggunakan kecerdasan yang sedikit itu, ia
tak diam, berpangku tangan, apalagi hanya sekedar teriak mengeluarkan
suara kencang. Jika ia pasif, tak lama ia akan terbenam. Pun demikian
dengan kita, di setiap kotoran-kotoran kehidupan, baik kotoran yang
lahir di dalam maupun kotoran yang diimpor dari luar, andai saja mau
sedikit cerdas: kita gunakan kotoran sebagai satu batu pijakan untuk
melangkah naik ke atas. Sebelum kita berbicara menjadikan senjata makan
tuan. Kita dapat keluar dari “sumur” yang terdalam dengan terus
berjuang, dan tidak menyerah.
Singkatnya, di alam demokrasi seperti di Mesir, Libia, Tunisia, siapapun
bebas menunjuk atau mencaci maki orang lain dengan julukan sekehendak
hati: Keledai, salah satunya. Namun terbukti, banyak penelitian yang
mengungkap, bahwa keledai itu memiliki kecerdasan yang cukup, di samping
kewaspadaan, bersahabat, ceria dan mau belajar. Bahkan keledai yang
ditempatkan di kandang yang sama dengan kuda, ia akan mempelajari cara
untuk bersikap tenang saat menghadapi kuda yang "ambek".
Yang tidak boleh terjadi adalah, jika keledai hanya sekedar berteriak
lantang. Karena Al-Qur'an menjelaskan bahwa suara keledai adalah suara
terburuk. Persis seperti pepatah Arab mengatakan, "Lam aro himaaran yufakkiru kal-basyar. Walaakinni qaabaltul-katsiir minal-basyar yufakkiruuna kal-hamiir." (Aku
tak pernah melihat ada keledai yang berfikir seperti manusia. Tapi aku
menemukan banyak manusia yang berfikir seperti keledai).
Jadi masih relakah kita dengan metode dakwah yang menunjuk orang lain
keledai, sementara tanpa sadar, kita adalah manusia yang berfikir
seperti keledai?
Wallahu A'lam
"Selama dua puluh tahun berumah
tangga," kata seorang suami kepada temannya, "aku belum pernah mendapati
pada istriku sesuatu yang membuatku marah."
"Bagaimana hal itu bisa terjadi?" tanya si teman, keheranan.
"Sejak malam pertama aku bertemu istriku, aku mendatanginya dan aku ulurkan tanganku kepadanya. Ia berkata: 'Sabar dulu wahai Abu Umayyah, tunggu sejenak.'
Kemudian ia berkata: 'Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah atas Rasulullah… sesungguhnya aku adalah wanita yang asing bagi dirimu, aku tidak tahu karaktermu. Jelaskanlah kepadaku apa saja yang engkau sukai sehingga aku bisa melakukannya dan apa saja yang engkau benci sehingga aku dapat meninggalkannya. Aku katakan ini dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku dan dirimu.'”
"Demi Allah," lanjut lelaki itu bercerita, disimak serius oleh temannya, "ia memaksa diriku untuk berbicara pada saat itu maka aku pun berkata: 'Segala puji hanya bagi Allah, aku bershalawat dan mengucapkan salam atas nabiNya dan atas keluarga beliau, wa ba’du. Sesungguhnya engkau telah mengucapkan sebuah perkataan jika engkau teguh memegangnya maka itu akan menjadi keberuntunganmu. Dan bila engkau tinggalkan akan menjadi hujjah yang menghujat dirimu. Sesungguhnya aku suka ini dan ini… dan aku membenci ini dan ini… apabila engkau melihat kebaikan, maka sebarkanlah dan apabila engkau melihat keburukan, maka tutuplah.'
Istriku bertanya: 'Apakah engkau menyukai kunjungan sanak familiku?'
Aku menjawab: 'Aku tidak suka dibuat bosan oleh mertua dan iparku (yakni ia tidak suka mereka sering mengunjunginya)'
'Siapakah tetangga yang engkau suka masuk ke dalam rumahmu sehingga aku memberinya izin dan siapakah yang tidak engkau sukai?'
Aku menjawab: 'Bani Fulan A adalah orang-orang shalih sedangkan bani Fulan B adalah orang-orang yang buruk.'
Maka aku pun melewati malam yang paling nikmat bersamanya. Satu tahun aku hidup bersamanya tidak pernah aku melihat apa-apa yang tidak aku sukai. Sehingga permulaan pada tahun kedua ketika aku pulang dari kerjaku, ternyata aku dapati ibu mertuaku di rumahku.
Ibu mertuaku bertanya kepadaku: 'Bagaimana pandanganmu tentang istrimu?'
Aku menjawab: “Sebaik-baik istri”
Ia berkata: 'Wahai Abu Umayyah, demi Allah, tidaklah seorang lelaki mendapatkan yang lebih buruk dalam rumahnya daripada wanita yang manja. Bimbing dan didiklah ia menurut kehendakmu.'
“Ia hidup bersamaku selama dua puluh tahun dan aku tidak pernah menghardiknya karena masalah apapun kecuali sekali, dan itupun karena aku yang menzaliminya,” kata lelaki itu memungkasi ceritanya.
Sauadaraku… Betapa bahagia hidup seperti itu. Dan saya tidak tahu, ke mana rasa takjub harus diarahkan; takjub kepada si istri dengan kebijaksanaannya? Atau kepada si mertua dengan tarbiyahnya? Atau kepada si suami dengan hikmahnya?
Wallahu a’lam. []
"Bagaimana hal itu bisa terjadi?" tanya si teman, keheranan.
"Sejak malam pertama aku bertemu istriku, aku mendatanginya dan aku ulurkan tanganku kepadanya. Ia berkata: 'Sabar dulu wahai Abu Umayyah, tunggu sejenak.'
Kemudian ia berkata: 'Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah atas Rasulullah… sesungguhnya aku adalah wanita yang asing bagi dirimu, aku tidak tahu karaktermu. Jelaskanlah kepadaku apa saja yang engkau sukai sehingga aku bisa melakukannya dan apa saja yang engkau benci sehingga aku dapat meninggalkannya. Aku katakan ini dan aku memohon ampun kepada Allah untuk diriku dan dirimu.'”
"Demi Allah," lanjut lelaki itu bercerita, disimak serius oleh temannya, "ia memaksa diriku untuk berbicara pada saat itu maka aku pun berkata: 'Segala puji hanya bagi Allah, aku bershalawat dan mengucapkan salam atas nabiNya dan atas keluarga beliau, wa ba’du. Sesungguhnya engkau telah mengucapkan sebuah perkataan jika engkau teguh memegangnya maka itu akan menjadi keberuntunganmu. Dan bila engkau tinggalkan akan menjadi hujjah yang menghujat dirimu. Sesungguhnya aku suka ini dan ini… dan aku membenci ini dan ini… apabila engkau melihat kebaikan, maka sebarkanlah dan apabila engkau melihat keburukan, maka tutuplah.'
Istriku bertanya: 'Apakah engkau menyukai kunjungan sanak familiku?'
Aku menjawab: 'Aku tidak suka dibuat bosan oleh mertua dan iparku (yakni ia tidak suka mereka sering mengunjunginya)'
'Siapakah tetangga yang engkau suka masuk ke dalam rumahmu sehingga aku memberinya izin dan siapakah yang tidak engkau sukai?'
Aku menjawab: 'Bani Fulan A adalah orang-orang shalih sedangkan bani Fulan B adalah orang-orang yang buruk.'
Maka aku pun melewati malam yang paling nikmat bersamanya. Satu tahun aku hidup bersamanya tidak pernah aku melihat apa-apa yang tidak aku sukai. Sehingga permulaan pada tahun kedua ketika aku pulang dari kerjaku, ternyata aku dapati ibu mertuaku di rumahku.
Ibu mertuaku bertanya kepadaku: 'Bagaimana pandanganmu tentang istrimu?'
Aku menjawab: “Sebaik-baik istri”
Ia berkata: 'Wahai Abu Umayyah, demi Allah, tidaklah seorang lelaki mendapatkan yang lebih buruk dalam rumahnya daripada wanita yang manja. Bimbing dan didiklah ia menurut kehendakmu.'
“Ia hidup bersamaku selama dua puluh tahun dan aku tidak pernah menghardiknya karena masalah apapun kecuali sekali, dan itupun karena aku yang menzaliminya,” kata lelaki itu memungkasi ceritanya.
Sauadaraku… Betapa bahagia hidup seperti itu. Dan saya tidak tahu, ke mana rasa takjub harus diarahkan; takjub kepada si istri dengan kebijaksanaannya? Atau kepada si mertua dengan tarbiyahnya? Atau kepada si suami dengan hikmahnya?
Wallahu a’lam. []
Kisah nyata ini bermula di Makkah, tempat Al Qadhi tinggal saat itu.
Nama lengkap lelaki shalih itu adalah Al Qadhi Abu Bakar Muhammad bin
Abdul Baqi.
Suatu hari, Al Qadhi didera rasa lapar yang luar biasa. Ia tidak memiliki uang sepeserpun, ia juga tak menemukan makanan apapun untuk mengganjal perutnya.
Dalam kondisi demikian, Al Qadhi menemukan sebuah kantung dari sutra, yang diikat dengan sutra pula. Ia pun kemudian membawa kantung itu ke rumahnya. Betapa terkejutnya Al Qadhi, ternyata isi kantung itu adalah sebuah kalung permata. Sangat indah. Bahkan Al Qadhi belum pernah melihat kalung seperti itu.
Ketika Al Qadhi keluar rumah, ia melihat seorang lelaki tua berteriak mencari barangnya yang hilang. “Barangsiapa yang menemukan kantung sutra berisi kalung permata milikku, aku akan menggantinya dengan uang lima ratus dinar,” kata lelaki tua itu memberikan pengumuman, sambil menunjukkan sebuah kantung yang berisi uang.
“Hai Pak Tua, kemarilah,” seru Al Qadhi memanggilnya. Mengajak lelaki tua itu ke rumah.
“Bagaimana cirri-ciri barangmu yang hilang itu?”
Lelaki tua itu menceritakan sifat-sifat kantung sutranya dengan detail, berikut kalung permata di dalamnya. Yakin bahwa barang yang dimaksudkan adalah yang telah ditemukannya, Al Qadhi mengambilkan kantung sutra dan isinya kepada bapak tua itu.
“Terima kasih, Nak. Ini hadiah yang telah kujanjikan,” kata lelaki tua itu sambil menyerahkan sekantung uang.
“Tidak Pak. Aku tidak mau menerimanya. Sudah seharusnya aku mengembalikan barang itu kepada Bapak sebagai pemiliknya,” kata Al Qadhi menolak hadiah itu.
“Kau harus menerimanya, itu sudah janjiku,” kata pak tua membujuk Al Qadhi agar mau menerimanya. Tetapi Al Qadhi bersikeras menolak hadiah itu.
Lelaki tua itu tak bisa memaksa Al Qadhi. Akhirnya ia pergi setelah mengucapkan terima kasih atas kebaikan Al Qadhi. Dalam hati, ia takjub ada pemuda yang sangat jujur dan baik hati seperti ini. Ia pun berdoa sesuatu tanpa diketahui Al Qadhi.
Waktu demi waktu berlalu. Hingga suatu saat, Al Qadhi berlayar meninggalkan Makkah. Di tengah laut, kapal yang ditumpangi Al Qadhi pecah dihantam ombak dan badai. Seluruh penumpangnya tewas tenggelam kecuali Al Qadhi yang sendirian berjuang melawan kematian dengan memanfaatkan puing-puing kapal. Akhirnya ia selamat sampai ke darat. Terdampar di sebuah pulau. Al Qadhi langsung menuju masjid di pulau itu. Di rumah Allah itu ia bersyukur, Allah masih menyelamatkan nyawanya. Ia pun kemudian membaca Al Qur’an.
Para penduduk yang mendengar betapa indahnya tilawah Al Qadhi kemudian menghampirinya.
“Ajarilah kami membaca Al Qur’an,” pinta mereka.
Hari-hari berikutnya dilalui Al Qadhi dengan mengajari mereka membaca Al Qur’an. Setelah itu mereka minta diajari menulis. Al Qadhi pun mendapatkan cukup banyak uang dari penduduk pulau itu.
“Kami memiliki seorang putri yatim,” kata mereka pada suatu hari, “kami memandang engkaulah yang pantas menikahinya. Putri kami itu memiliki harta yang cukup banyak.”
Semula Al Qadhi menolak. Tetapi penduduk terus memaksa, hingga tak ada alasan lagi bagi Al Qadhi untuk menolaknya.
Setelah Al Qadhi siap menikah dengan gadis itu, ia pun dibawa ke hadapan Al Qadhi. Betapa terkejutnya Al Qadhi, gadis itu memakai kalung permata yang sama seperti ia pernah menemukannya dulu sewaktu di Makkah. Lama ia tertegun memandang kalung itu, memutar kembali memorinya.
“Kau telah menghancurkan hati gadis yatim itu,” kata seorang penduduk ketika acara ta’aruf itu selesai, “kau hanya memperhatikan kalung itu, bahkan tidak melihat gadis yang akan kau nikahi.”
“Kalung permata itu… dulu aku menemukan kalung yang persis seperti itu sewaktu di Makkah…” Al Qadhi menceritakan semuanya.
“Allaahu akbar!” pekik takbir mereka terdengar hampir serempak begitu Al Qadhi selesai bercerita.
“Mengapa kalian bertakbir?” tanya Al Qadhi.
“Tahukah engkau, orangtua yang kau jumpai di Makkah dulu adalah ayah gadis ini. Dia pernah mengatakan bahwa ia tidak pernah menjumpai Muslim sebaik pemuda yang menemukan dan mengembalikan kalungnya. Ia juga berdoa agar putrinya nanti dapat menikah dengan pemuda itu. Dan kini doanya terkabul, meskipun ia tak bisa menyaksikannya.”
Al Qadhi pun kemudian menikah dengan gadis itu dan Allah mengkaruniakan kepada mereka dua orang putra. Kalung permata itu di kemudian hari menjadi harta pusaka keluarga yang turun temurun dari generasi ke generasi. []
Suatu hari, Al Qadhi didera rasa lapar yang luar biasa. Ia tidak memiliki uang sepeserpun, ia juga tak menemukan makanan apapun untuk mengganjal perutnya.
Dalam kondisi demikian, Al Qadhi menemukan sebuah kantung dari sutra, yang diikat dengan sutra pula. Ia pun kemudian membawa kantung itu ke rumahnya. Betapa terkejutnya Al Qadhi, ternyata isi kantung itu adalah sebuah kalung permata. Sangat indah. Bahkan Al Qadhi belum pernah melihat kalung seperti itu.
Ketika Al Qadhi keluar rumah, ia melihat seorang lelaki tua berteriak mencari barangnya yang hilang. “Barangsiapa yang menemukan kantung sutra berisi kalung permata milikku, aku akan menggantinya dengan uang lima ratus dinar,” kata lelaki tua itu memberikan pengumuman, sambil menunjukkan sebuah kantung yang berisi uang.
“Hai Pak Tua, kemarilah,” seru Al Qadhi memanggilnya. Mengajak lelaki tua itu ke rumah.
“Bagaimana cirri-ciri barangmu yang hilang itu?”
Lelaki tua itu menceritakan sifat-sifat kantung sutranya dengan detail, berikut kalung permata di dalamnya. Yakin bahwa barang yang dimaksudkan adalah yang telah ditemukannya, Al Qadhi mengambilkan kantung sutra dan isinya kepada bapak tua itu.
“Terima kasih, Nak. Ini hadiah yang telah kujanjikan,” kata lelaki tua itu sambil menyerahkan sekantung uang.
“Tidak Pak. Aku tidak mau menerimanya. Sudah seharusnya aku mengembalikan barang itu kepada Bapak sebagai pemiliknya,” kata Al Qadhi menolak hadiah itu.
“Kau harus menerimanya, itu sudah janjiku,” kata pak tua membujuk Al Qadhi agar mau menerimanya. Tetapi Al Qadhi bersikeras menolak hadiah itu.
Lelaki tua itu tak bisa memaksa Al Qadhi. Akhirnya ia pergi setelah mengucapkan terima kasih atas kebaikan Al Qadhi. Dalam hati, ia takjub ada pemuda yang sangat jujur dan baik hati seperti ini. Ia pun berdoa sesuatu tanpa diketahui Al Qadhi.
Waktu demi waktu berlalu. Hingga suatu saat, Al Qadhi berlayar meninggalkan Makkah. Di tengah laut, kapal yang ditumpangi Al Qadhi pecah dihantam ombak dan badai. Seluruh penumpangnya tewas tenggelam kecuali Al Qadhi yang sendirian berjuang melawan kematian dengan memanfaatkan puing-puing kapal. Akhirnya ia selamat sampai ke darat. Terdampar di sebuah pulau. Al Qadhi langsung menuju masjid di pulau itu. Di rumah Allah itu ia bersyukur, Allah masih menyelamatkan nyawanya. Ia pun kemudian membaca Al Qur’an.
Para penduduk yang mendengar betapa indahnya tilawah Al Qadhi kemudian menghampirinya.
“Ajarilah kami membaca Al Qur’an,” pinta mereka.
Hari-hari berikutnya dilalui Al Qadhi dengan mengajari mereka membaca Al Qur’an. Setelah itu mereka minta diajari menulis. Al Qadhi pun mendapatkan cukup banyak uang dari penduduk pulau itu.
“Kami memiliki seorang putri yatim,” kata mereka pada suatu hari, “kami memandang engkaulah yang pantas menikahinya. Putri kami itu memiliki harta yang cukup banyak.”
Semula Al Qadhi menolak. Tetapi penduduk terus memaksa, hingga tak ada alasan lagi bagi Al Qadhi untuk menolaknya.
Setelah Al Qadhi siap menikah dengan gadis itu, ia pun dibawa ke hadapan Al Qadhi. Betapa terkejutnya Al Qadhi, gadis itu memakai kalung permata yang sama seperti ia pernah menemukannya dulu sewaktu di Makkah. Lama ia tertegun memandang kalung itu, memutar kembali memorinya.
“Kau telah menghancurkan hati gadis yatim itu,” kata seorang penduduk ketika acara ta’aruf itu selesai, “kau hanya memperhatikan kalung itu, bahkan tidak melihat gadis yang akan kau nikahi.”
“Kalung permata itu… dulu aku menemukan kalung yang persis seperti itu sewaktu di Makkah…” Al Qadhi menceritakan semuanya.
“Allaahu akbar!” pekik takbir mereka terdengar hampir serempak begitu Al Qadhi selesai bercerita.
“Mengapa kalian bertakbir?” tanya Al Qadhi.
“Tahukah engkau, orangtua yang kau jumpai di Makkah dulu adalah ayah gadis ini. Dia pernah mengatakan bahwa ia tidak pernah menjumpai Muslim sebaik pemuda yang menemukan dan mengembalikan kalungnya. Ia juga berdoa agar putrinya nanti dapat menikah dengan pemuda itu. Dan kini doanya terkabul, meskipun ia tak bisa menyaksikannya.”
Al Qadhi pun kemudian menikah dengan gadis itu dan Allah mengkaruniakan kepada mereka dua orang putra. Kalung permata itu di kemudian hari menjadi harta pusaka keluarga yang turun temurun dari generasi ke generasi. []
Oleh: Abdullah Haidir, Lc
Riyadh
Twit Tentang Teman.....
- Siapa temanmu.... itulah kamu!
- Teman mu adalah yang jujur padamu, bukan yg selalu membenarkan apa saja tindakanmu.
- Teman sejati, bukan teman yg tidak pernah berpisah, tapi teman yg apabila bertemu karena Allah, dan jika berpisah, berpisah karena Allah..
- Di antara bukti kesetiaanmu thd teman mu, jika namanya kau hadirkan dalam doamu tanpa dia ketahui, agar harapan2nya terpenuhi.
- Mengetahui dan memahami tabiat teman, adalah setengah dari modal pertemanan yang baik…
Jonathan Arief
Suatu hari saya menjenguk teman di rumah sakit besar di Qatar ini.
Kebetulan orang tua teman ini baru datang dari Indonesia untuk menjenguk
juga. Dan kamipun terlibat dalam obrolan. Saya tidak begitu konsen
ngobrolin apa, tiba-tiba dia bertanya;
“Adik kader PKS?”
“Hah?” saya terpaksa harus menatap mata bapak ini lebih lama untuk
mendalami pertanyaan tersebut. Tadi ngomong apa saya ya, kok
bisa-bisanya dia nanya kayak gitu.
“Eh emm enggak juga, cuman simpatisan saja.” jawab saya jengah.
“Ooh.” dan percakapan tentang PKS pun tidak berlanjut.
***
Ketika umroh tahun lalu, saya dan istri kebetulan dimintai tolong
seorang ibu-ibu yang terpisah dari rombongan dan kehilangan arah untuk
kembali ke hotelnya. Kebetulan saya sedikit tahu tentang penanganan
jamaah yang nyasar seperti ini, kemudian saya cari informasi alamat
hotel dari name-tag-nya si ibu, dan Alhamdulillah ketemu juga hotelnya.
Kembali pertanyaan aneh saya dengar lagi;
“Anak muda ini kader PKS bukan?”
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Saudara-saudaraku semuanya yang saya cintai,
Kalimat pertama yang ingin saya sampaikan kepada saudara semuanya
adalah, bahwa saya mencintai saudara semua. Atas nama cintalah kita
bertemu, dan insya Allah atas nama cinta pula akan kita menangkan target
perjuangan kita pada pemilu 2014.
Saya juga ingin menyampaikan salam dari ketua majelis Syuro ust. Hilmi
Aminuddin kepada antum semuanya. Juga salam dari mantan presiden kita
ust. Luthfi Hasan Ishaq. Kita doakan semoga Allah SWT memudahkan
urusannya. Amin.
Saudara-saudara sekalian, hari ini saya tidak akan lagi mengenang
kemenangan kita di Jawa Barat dan Sumatera Utara. Lalu mengatakan kepada
saudara semuanya bahwa badai telah berlalu. Tidak. Saya tidak ingin
mengatakan itu lagi, supaya pikiran saudara-saudara semuanya jangan
terlalu lama berada dimasa lalu walaupun baru kejadiannya kemarin.
@ridlwanjogja
jurnalis
Pagi ini mau ngetweet dg hastag #fiktif ah ..maklum lagi booming yang #fiktif #fiktif
Bismillah dulu supaya berkah, aktivitas apapun kita mulai dengan bismillahirahmanirahiim..
- Udah baca Tempo yang soal Aher? Pemenang quickcount pilgub Jabar itu “dicitrakan” sudah membobol Bank Jabar.
- Bagi yang belum , bs baca kultwit mas @arifz_tempo di link ini soal kredit http://chirpstory.com/li/56441
- Hal 40-42 Tempo artikel berjudul Transfer Rahasia Buat Ustad dengan foto AF, LHI dan Yudi Setiawan sbg narasumber utama.
- Foto itu sudah tayang di web tempo saat kasus Sapi. Tapi wajah Yudi masih “disimpan”. link http://www.tempo.co/read/news/2013/02/04/063459009/Foto-Luthfi-Ahmad-Fathanah-Sedang-Rapat-Beredar
- Apakah foto itu hasil cctv? saya kurang yakin, kurang tinggi, tampaknya memang sengaja dipotret diam-diam.
- Sebenarnya siapa sih Yudi Setiawan itu? Selain tersangka kasus BJB rupanya dia juga tersangka di kasus2 lain.
- Selain kasus korupsi pengadaan alat peraga di Kalsel dia juga tersangka pembobol Bank Jatim di Surabaya.
Anis Matta: Ini Kemenangan di Tengah Badai, Mengalahkan Konspirasi dan Fitnah
Diposting oleh
cahAngon
, in
JABAR FORWARD
Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta
mengatakan, kemenangan sementara pasangan Ahmad Heryawan (Aher)- Deddy
Mizwar seperti yang ditunjukkan oleh hasil penghitungan cepat lembaga
survei, adalah kemenangan di tengah badai.
"Kemenangan pasangan Aher-Deddy Mizwar datang di tengah badai yang
menimpa PKS. Ini adalah kemenangan hati nurani, kejujuran yang tak bisa
dihancurkan oleh konspirasi dan fitnah," kata Anis Matta di Jakarta,
Minggu (24/2/2013).
Anis percaya bahwa keberhasilan pasangan yang didukung PKS, Partai
Persatuan Pembangunan, Hanura dan partai Bulan Bintang dalam Pilkada
Jabar 2013 itu, menandakan kebangkitan PKS secara umum.
Berikut adalah daftar kontak posko PKS PEDULI BANJIR DKI JAKARTA yang dirilis oleh lama resmi twitter DPW PKS DKI Jakarta @PKSJakarta. Bagi yang punya info tambahan bisa ditulis di kolom komentar (DISQUS) di bawah tulisan ini.
(1) Daftar kontak POSKO PKS untuk wilayah JAKARTA SELATAN
Kec. Kebyrn Baru;0816832421, 085289456265
Kec. Tebet:
•Manggarai;085697670398
•Bukit Duri;082111054796
•Kebon Baru;081317410077 & 085692119360
Warga DKI: Mohon Agar PKS Diizinkan Membantu Korban Banjir
Diposting oleh
cahAngon
, in
Selintas Kabar PKS
JAKARTA - Respon dari larangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang
melarang partai politik membantu korban banjir dengan menggunakan
atribut mulai berdatangan. Sebagian besar warga DKI Jakarta menganggap
lucu kebijakan ini.
Bapak Muhammad warga Setiabudi Jakarta Selatan menganggap konyol dan
lucu kebijakan Jokowi ini. Masa orang mau membantu dilarang. "Kalau
alasannya dianggap kampanye, menurut saya sah-sah saja. Biarlah
masyarakat yang menilai," ujarnya.
"Memangnya Pa Jokowi tahu hati orang yang membantu yah," tambahnya sambil bergeleng-geleng kepala.
Mantan wakil Bupati Garut Dicky Chandra yang mengundurkan diri
sebagai orang nomor dua di kampung halamannya itu, kembali memberikan
dukungannya kepada H Deddy Mizwar untuk maju menjadi Calon Wakil
Gubernur Jawa Barat dalam Pilkada Jabar, Selasa (15/1/2013).
Deddy Mizwar pun menyematkan kancing bereum kepada Dicky Chandra yang menjadi simbol pasangan Aher-Deddy untuk Jabar 2013-2018.
Filosofi "kancing beureum" yang dipasangkan di kemeja putih mereka
diartikan sebagai simbol nasionalisme dan berdiri di atas semua golongan
masyarakat Jawa Barat.
*http://foto.detik.com/readfoto/2013/01/15/182739/2143019/157/3/dicky-chandra-dukung-deddy-mizwar
PKS nomor urut 3 dalam Pemilu 2014
Diposting oleh
cahAngon
on 14 Januari 2013
, in
Selintas Kabar PKS
Reporter : Eko Prasetya
Senin, 14 Januari 2013 14:48:46
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapatkan nomor urut 3 dalam
Pemilu 2014 mendatang. Nomor urut ini pun sesuai dengan apa yang telah
diharapkan. Partai ini mengincar nomor urut di bawah 5.
Pengambilan nomor urut dilakukan oleh Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi mengambil lintingan kertas dan ketika dibuka ternyata nomor urut 3.
Pada Pemilu 2009 lalu PKS memperoleh nomor urut 8. Saat itu, PKS mendapat 57 kursi (10 persen) di DPR hasil Pemilihan Umum Anggota DPR 2009, setelah mendapat sebanyak 8.206.955 suara (7,9 persen) dan menjadi satu-satunya partai selain Demokrat yang mengalami kenaikan jumlah persentase perolehan suara.
Sebelumnya Ketua bidang Kebijakan publik DPP PKS Hidayat Nur Wahid mengaku nomor urut berapapun yang akan dipilih bukan masalah besar. Yang terpenting, masyarakat harus cerdas dalam memilih parpol dengan track record bersih, bukan sekadar nomor urut.
"PKS yakin masyarakat nantinya tidak akan bisa dibodohi dengan sekadar nomor urut partai politik. Masyarakat pasti akan menilai parpol dari track record parpol tersebut terutama aspek bersih dari korupsi, komitmen penegakan hukum dan kerja nyata di tengah masyarakat," ujar Ketua bidang Kebijakan publik DPP PKS Hidayat Nurwahid, Senin (14/1/2013).
Oleh karena itu, menurut ketua Fraksi PKS DPR RI ini, PKS merasa nyaman dengan nomor urut berapapun. Namun demikian secara pribadi Hidayat berharap PKS mendapat nomor urut di bawah angka lima.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya bernama Partai Keadilan (PK), adalah sebuah partai politik berbasis Islam di Indonesia. PKS didirikan di Jakarta pada 20 April 2002 dan merupakan kelanjutan dari Partai Keadilan (PK) yang didirikan di Jakarta pada 20 Juli 1998.
Pemilu 2014 sendiri akan diikuti oleh 10 Partai Politik. Dalam undang-undang pemilihan umum terbaru yaitu UU Nomor 8 Tahun Tahun 2012, ambang batas parlemen ditetapkan sebesar 3,5 persen dan berlaku nasional untuk semua anggota DPR, DPD dan DPRD. Setelah digugat oleh 14 partai politik, Mahkamah Konstitusi kemudian menetapkan ambang batas 3,5 persen tersebut hanya berlaku untuk DPR dan ditiadakan untuk DPD dan DPRD.
Pengambilan nomor urut dilakukan oleh Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Luthfi mengambil lintingan kertas dan ketika dibuka ternyata nomor urut 3.
Pada Pemilu 2009 lalu PKS memperoleh nomor urut 8. Saat itu, PKS mendapat 57 kursi (10 persen) di DPR hasil Pemilihan Umum Anggota DPR 2009, setelah mendapat sebanyak 8.206.955 suara (7,9 persen) dan menjadi satu-satunya partai selain Demokrat yang mengalami kenaikan jumlah persentase perolehan suara.
Sebelumnya Ketua bidang Kebijakan publik DPP PKS Hidayat Nur Wahid mengaku nomor urut berapapun yang akan dipilih bukan masalah besar. Yang terpenting, masyarakat harus cerdas dalam memilih parpol dengan track record bersih, bukan sekadar nomor urut.
"PKS yakin masyarakat nantinya tidak akan bisa dibodohi dengan sekadar nomor urut partai politik. Masyarakat pasti akan menilai parpol dari track record parpol tersebut terutama aspek bersih dari korupsi, komitmen penegakan hukum dan kerja nyata di tengah masyarakat," ujar Ketua bidang Kebijakan publik DPP PKS Hidayat Nurwahid, Senin (14/1/2013).
Oleh karena itu, menurut ketua Fraksi PKS DPR RI ini, PKS merasa nyaman dengan nomor urut berapapun. Namun demikian secara pribadi Hidayat berharap PKS mendapat nomor urut di bawah angka lima.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebelumnya bernama Partai Keadilan (PK), adalah sebuah partai politik berbasis Islam di Indonesia. PKS didirikan di Jakarta pada 20 April 2002 dan merupakan kelanjutan dari Partai Keadilan (PK) yang didirikan di Jakarta pada 20 Juli 1998.
Pemilu 2014 sendiri akan diikuti oleh 10 Partai Politik. Dalam undang-undang pemilihan umum terbaru yaitu UU Nomor 8 Tahun Tahun 2012, ambang batas parlemen ditetapkan sebesar 3,5 persen dan berlaku nasional untuk semua anggota DPR, DPD dan DPRD. Setelah digugat oleh 14 partai politik, Mahkamah Konstitusi kemudian menetapkan ambang batas 3,5 persen tersebut hanya berlaku untuk DPR dan ditiadakan untuk DPD dan DPRD.
[hhw]
Photo © y2- hiro
Hidup ini terlalu singkat untuk diisi dengan kemalangan. Sebagai manusia, kita memiliki kekuatan untuk memilih. Putuskanlah yang terbaik untuk hidup kita. Karena dengan itu, kita akan jadi lebih mudah untuk berbuat lebih banyak kebaikan bagi sesama.
Kita dapat memilih, untuk menjadikan pekerjaan sebagai sesuatu yang penting. Habiskanlah waktu dalam perusahaan yang memberi kesempatan untuk melakukan hal-hal yang lebih baik. Perbedaan kecil antara pekerja yang tidak bersuka cita dengan pekerja yang bahagia, seringnya tak lebih dari perbedaan sudut pandang. Ketika Anda memilih jadikan pekerjaan sebagai lahan pemenuhan kebutuhan, pembuktian keahlian, perwujudan kesyukuran; maka kepuasan yang mengalir akan semakin meningkat, seiring dengan melejitnya karier Anda. Masukkanlah sebanyak mungkin keajaiban dalam karier Anda, berbekal keberanian bahwa Anda mampu mencapai tujuan hidup melalui pekerjaan atau profesi impian. Karier apa pun yang benar-benar Anda inginkan menjadi sumber pendapatan, ialah sesuatu yang perlu dan harus Anda tuju sepenuhnya. Berhentilah mengkompromikan hidup terlalu lama dengan melakukan pekerjaan yang tidak memberikan kenikmatan besar bagi Anda. Ijinkan antusiasme Anda mengalir deras dengan menguasai nasib profesional Anda.
TAKI Takazawa. Dilihat dari namanya saja, sudah dapat diketahui bahwa ia
adalah orang Jepang. Dengan ciri khas rambut gondrong dan tubuh penuh
tato, membuatnya tampak mirip dengan anggota geng mafia Jepang, Yakuza.
Dia memang mantan tukang tato para anggota geng paling ditakuti di Jepang itu. Dan bukan main, profesi ‘tukang tato’ itu telah ia lakoni selama 20 tahun.
Dia memang mantan tukang tato para anggota geng paling ditakuti di Jepang itu. Dan bukan main, profesi ‘tukang tato’ itu telah ia lakoni selama 20 tahun.
Langganan:
Postingan (Atom)
Jujur...
Pemimpin
Karena Ukuran Kita Tak Sama
Kemenangan..














